FusilatNews– Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen telah memperingatkan, laju inflasi dunia saat ini masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Seluruh negara harus bersiap dengan sederet kebijakan sebagai langkah antisipasi.
Hal ini disampaikan Yellen dalam seminar bertajuk Macroeconomic Policy Mix For Stability and Economic Recovery yang merupakan rangkaian agenda FMCBG G20 Bali, dikutip CNBCIndonesia.com Jumat (15/7/2022)
“Situasi ekonomi kini inflasi yang memburuk, merusak fiskal pemerintah, volatilitas pasar keuangan yang memburuk dan masih banyak negara belum pulih dari pandemi covid-19,” ungkapnya.
Yellen Memperingatkan Seluruh negara akan resesi global, dengan ketidakpastian kapan akan berakhirnya perang Rusia dan Ukraina. Lonjakan inflasi direspons dengan kenaikan suku bunga acuan yang membuat gejolak di pasar keuangan. Dengan masalah tersebut maka banyak negara di dunia akan jatuh ke jurang resesi.
“Negara harus menyiapkan acuan kebijakan yang bertujuan untuk meminimalkan durasi dan tingkat keparahan resesi terhadap makro ekonomi, perusahaan atau individu,” jelas Yellen.
Yellen juga menyarankan agar pemerintah di setiap negara menjaga kredibilitas kebijakan baik dari sisi fiskal dan moneter, yang didukung oleh komunikasi jelas. Hal ini penting untuk mengurangi kekhawatiran banyak pihak.
“Transparansi kelembagaan juga penting untuk mengurangi korupsi, baik di sisi pendapatan maupun pengeluaran, beberapa kebijakan fiskal, dan efektivitas kebijakan moneter yang efektif bergantung pada kredibilitas Bank Sentral,” paparnya.
Fundamental ekonomi yang kuat merupakan modal dalam meminimalkan risiko resesi. Apalagi ketika gejolak pasar keuangan terjadi, banyak negara harus merelakan kaburnya modal ke negara lain.
“Kerangka kebijakan dalam negeri yang kuat dapat membantu menarik arus modal dan mengurangi goncangan,” pungkasnya. Yellen menyatakan kondisi yang terjadi hari ini merupakan efek negatif dari invasi yang dilakukan Rusia. Kondisi tersebut lantas membuat harga energi melambung dan meningkatnya kerawanan pangan. “Tantangan terbesar hari ini datang dari tindakan ilegal Rusia dalam perang tak beralasan melawan Ukraina. Kami melihat efek negatif dari perang itu di setiap sudut dunia, terutama terkait dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan,” ujarnya.

























