• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tajuk : Kasus Brigadir J Dari Yg Sederhana Ke Enjlimet  Ewuh Pakewuh

fusilat by fusilat
July 16, 2022
in Feature
0
Tajuk : Kasus Brigadir J Dari Yg Sederhana Ke Enjlimet  Ewuh Pakewuh

Irjen Pol Ferdy Sambo dan Istri | Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Share on FacebookShare on Twitter

 “Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte menyoroti kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dalam baku tembak tersebut, Brigadir J dinyatakan tewas. Menurutnya mengungkap kasus baku tembak polisi tersebut bukan perkara sulit.  Dia Mengungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak perlu repot-repot dalam menuntaskan kasus itu dengan membentuk tim khusus. “Itu perkara yang mudah untuk dibongkar. Penyidik biasa saja bisa mengungkapnya. Tidak perlu TGPF (tim gabungan pencari fakta) segala macam,” kata Napoleon usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip Antara”

Kasus Birgadir J tersebut, nampaknya jadi tambah ribet; Kapolri telah membentuk TGPF dan bahkan telah melibatkan Komnas HAM segala dalam kasus ini. Padahal ini kasus kriminal biasa. Sudah cukup barang bukti yang ada. Pelaku yang diduga menembak masih hidup. Korban pelecehannya ada dan cantik sehat wal afiat. Senjata api, yang digunakan utuh. Visum Dokter sudah ada. Saksi-saksi seperti Pak RT setempat, mantan Jenderal Polisi juga, bisa mempermudah, bila diminta keterangan sebagai saksi.

Ayo Kapolri, publik sedang menunggu apa yang akan terjadi dengan kasus Irjen Sambo ini; Tunjukan marwah Polisi sebagai Penegak Hukum dan Pengayom Masyarakat. Soal profesionalisme, dalam kasus ini, tidak ada yang meragukan lagi. Bangsa ini sedang merindukan kata “kejujuran” hadir dalam kehidupannya. Ia hilang digondol para politkus yang rakus akan kekuasaanya.

Mudahnya Polisi menggunakan senjata yang ada ditangannya, untuk membunuh/mematikan orang lain. Ini mindset yg salah. Senjata yang ada pada Polisi, adalah untuk melumpuhkan musuh/lawan. Setiap korban harus ditarget dibawa ke ranah hukum. Ubah watak Polisi dan Jenis senjata, supaya Polisi tetap menjadi Lembaga penegak hukum dan tetap sebagai pengayom rakyat.

Berawal dari lari dari niat yang lain. Lalu memulai dengan  mengganti decoder, dari stulah selanjutnya akan  beranak pinak bak berternak kebohongan-kebohongan berikutnya. Peran publik yang marak dimedsos-medsos, rupaya telah menjadi bulan-bulanan bagi aparat yang melakukan berbagai kesalahan/penyimpangan. Tetapi fakta lainmenjadi fungsi control social yg efektif dan meluas.

Menkopulhukam juga, memberikan pernyataan dan tanggapan atas kasus ini, melalui media, daripada menggunakan kewenangannya, memanggil pihak-pihak terkait, untuk menuntaskan tikus-tikus yang masih berkeliaran di lemabaga Kepolisian itu, tukasnya.

Baku tembak antara dua anggota Polisi, adalah perisitwa kriminal biasa. Tapi sosok Irjen Pol Sambo itu yg menjadi misteri, se-aneh diganti decoder cctv itu, yang kemudian kasusnya menyeruak menjadi tidak sederhana. Apakah Peran Penyidik akan/harus seiring -sejalan dg tim khusus yg dibentuk Kapolri?

Bahasa tubuh; Kapolda Metro Jaya dan Irjen Pol Sambo, saat bertemu, lalu  saling berpelukan, hingga tangis-menangis. Seperti yang teramat sedih bak ditinggal kematian. Ini tanda kuatnya Esprit de Corps (rasa kesetia-kawanan). Tapi sisi lain, kita dapat membaca, mereka saling memahami apa yang sedang terjadi dan dampak-dampaknya kemudian. Bahasa bathin yang tak terucap, tapi tahu sama tahu. Telanjang dibaca public.

Tajuk : Kasus Brigadir J Dari Yg Sederhana Ke Enjlimet  Ewuh Pakewuh

 “Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte menyoroti kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dalam baku tembak tersebut, Brigadir J dinyatakan tewas. Menurutnya mengungkap kasus baku tembak polisi tersebut bukan perkara sulit.  Dia Mengungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak perlu repot-repot dalam menuntaskan kasus itu dengan membentuk tim khusus. “Itu perkara yang mudah untuk dibongkar. Penyidik biasa saja bisa mengungkapnya. Tidak perlu TGPF (tim gabungan pencari fakta) segala macam,” kata Napoleon usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip Antara”

Kasus Birgadir J tersebut, nampaknya jadi tambah ribet; Kapolri telah membentuk TGPF dan bahkan telah melibatkan Komnas HAM segala dalam kasus ini. Padahal ini kasus kriminal biasa. Sudah cukup barang bukti yang ada. Pelaku yang diduga menembak masih hidup. Korban pelecehannya ada dan cantik sehat wal afiat. Senjata api, yang digunakan utuh. Visum Dokter sudah ada. Saksi-saksi seperti Pak RT setempat, mantan Jenderal Polisi juga, bisa mempermudah, bila diminta keterangan sebagai saksi.

Ayo Kapolri, publik sedang menunggu apa yang akan terjadi dengan kasus Irjen Sambo ini; Tunjukan marwah Polisi sebagai Penegak Hukum dan Pengayom Masyarakat. Soal profesionalisme, dalam kasus ini, tidak ada yang meragukan lagi. Bangsa ini sedang merindukan kata “kejujuran” hadir dalam kehidupannya. Ia hilang digondol para politkus yang rakus akan kekuasaanya.

Mudahnya Polisi menggunakan senjata yang ada ditangannya, untuk membunuh/mematikan orang lain. Ini mindset yg salah. Senjata yang ada pada Polisi, adalah untuk melumpuhkan musuh/lawan. Setiap korban harus ditarget dibawa ke ranah hukum. Ubah watak Polisi dan Jenis senjata, supaya Polisi tetap menjadi Lembaga penegak hukum dan tetap sebagai pengayom rakyat.

Berawal dari lari dari niat yang lain. Lalu memulai dengan  mengganti decoder, dari stulah selanjutnya akan  beranak pinak bak berternak kebohongan-kebohongan berikutnya. Peran publik yang marak dimedsos-medsos, rupaya telah menjadi bulan-bulanan bagi aparat yang melakukan berbagai kesalahan/penyimpangan. Tetapi fakta lainmenjadi fungsi control social yg efektif dan meluas.

Menkopulhukam juga, memberikan pernyataan dan tanggapan atas kasus ini, melalui media, daripada menggunakan kewenangannya, memanggil pihak-pihak terkait, untuk menuntaskan tikus-tikus yang masih berkeliaran di lemabaga Kepolisian itu, tukasnya.

Baku tembak antara dua anggota Polisi, adalah perisitwa kriminal biasa. Tapi sosok Irjen Pol Sambo itu yg menjadi misteri, se-aneh diganti decoder cctv itu, yang kemudian kasusnya menyeruak menjadi tidak sederhana. Apakah Peran Penyidik akan/harus seiring -sejalan dg tim khusus yg dibentuk Kapolri?

Bahasa tubuh; Kapolda Metro Jaya dan Irjen Pol Sambo, saat bertemu, lalu  saling berpelukan, hingga tangis-menangis. Seperti yang teramat sedih bak ditinggal kematian. Ini tanda kuatnya Esprit de Corps (rasa kesetia-kawanan). Tapi sisi lain, kita dapat membaca, mereka saling memahami apa yang sedang terjadi dan dampak-dampaknya kemudian. Bahasa bathin yang tak terucap, tapi tahu sama tahu. Telanjang dibaca public.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menkeu AS Peringatkan Soal Kelamnya Ekonomi Dunia, Inilah Penyebabnya

Next Post

Manuver Politik PDI-P: Dulu Tidak Mau Kerja Sama dengan Demokrat dan PKS, Sekarang Buka Pintu Lebar-lebar

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Manuver Politik PDI-P: Dulu Tidak Mau Kerja Sama dengan Demokrat dan PKS, Sekarang Buka Pintu Lebar-lebar

Manuver Politik PDI-P: Dulu Tidak Mau Kerja Sama dengan Demokrat dan PKS, Sekarang Buka Pintu Lebar-lebar

AS Peringatkan China Akan Bela Filipina di Laut China Selatan

AS Peringatkan China Akan Bela Filipina di Laut China Selatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist