Bahlil mengakui adanya warga yang menolak untuk melakukan pergeseran. Dia menyebut, penolakan itu menjadi persoalan yang mesti diselesaikan pemerintah melalui perbaikan komunikasi dengan warga.
Jakarta – Fusilatnews – Untuk suksesnya pembangunan Rempang Eco-City,Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengklaim 70% warga Pasir Panjang Plau Rempang siap direlokasi ke Tanjung Banun, Batam.
Hal ini diklaim oleh Bahlil usai meninjau kesiapan dan kelayakan hunian sementara yang telah diisi beberapa warga Rempang yang diklaim setuju melakukan pergeseran sehubung dengan rencana pembangunan Rempang Eco-City.
“Di Tanjung Banun, tadi saya ketemu dengan masyarakat perwakilan dari beberapa kampung, termasuk dari Kampung Pasir Panjang. Tadi ada dua kelompok masyarakat. Satu, masyarakat yang saya salat bareng dan mereka datang, yang itu memang mereka sudah bersedia untuk melakukan pergeseran”. kata Bahlil
Bahkan data dari Kampung Pasir Panjang itu sudah 70% mereka ingin melakukan pergeseran,” kata Bahlil klaimnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (7/10/2023).
Bahlil mengakui adanya warga yang menolak untuk melakukan pergeseran. Dia menyebut, penolakan itu menjadi persoalan yang mesti diselesaikan pemerintah melalui perbaikan komunikasi dengan warga.
Menurut Bahlil penolakan itu disuarakan oleh kelompok perempuan pada saat dirinya mengunjungi Tanjung Banun. Bahlil menyebut, kelompok pengunjuk rasa dari kalangan perempuan itu tetap menolak adanya pergeseran.
“Sekelompok ibu-ibu yang menyampaikan aspirasi untuk belum mau digeser. Mereka masih ingin tetap di sana. Itulah negara kita negara demokrasi. Jadi justru di situ semakin meyakinkan kepada saya bahwa penting kami pemerintah terus melakukan komunikasi yang baik, sosialisasi yang baik,” ujarnya.
Bahlil pun mengakui relokasi yang dilakukannya memerlukan proses negosiasi dengan warga setempat. Dia meyakini stakeholder pemerintah akan berupaya mencarikan solusi terbaik dalam persoalan tersebut.
“Yang namanya kita geser orang. Kita pindahin dari rumah A ke rumah B itu pasti butuh proses waktu. Dan saya yakin BP Batam, Pak Kapolda, Pak Gubernur dan kami semua akan selalu berupaya terus untuk bagaimana cara meyakinkan. Insyaallah kok,” tutur Bahlil.
Bahlil juga mengklaim bahwa saat ini terdapat 341 keluarga yang sedia direlokasi. Sementara yang telah menempati hunian di Tanjung Banun, kata Bahlil, terdapat 17 keluarga.
“Dan sekarang kita lihat, ini ada dari 900 KK kurang lebih, sudah 341 KK yang sudah secara sukarela mau melakukan pergeseran. Dan 17 KK sudah kita tempatkan di tempat ini,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Tanjung Banun merupakan lokasi relokasi warga yang terdampak dari pembangunan Rempang Eco-City. Adapun terdapat lima kampung prioritas dari relokasi tersebut, yakni Pasir Panjang, Kampung Blongkeng, Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung, dan Pasir Merah.





















