Jakarta, Fusilatnews – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa investasi Apple di Indonesia saat ini masih tergolong kecil. Ia pun meminta perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut untuk berkomitmen pada investasi baru senilai 1 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 15,95 triliun (asumsi kurs Rp 15.957).
Hal tersebut disampaikan Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (3/12/2024). Menurutnya, permintaan tersebut diharapkan dapat segera dipenuhi oleh Apple dalam bentuk pernyataan tertulis.
“Saya minta, insya Allah untuk tahap pertama, saya akan mendapatkan pernyataan secara tertulis. Saya minta dari mereka investasi sebesar 1 miliar dolar untuk tahap pertama,” ujar Rosan dalam siaran resmi YouTube Komisi XII DPR.
Ia menambahkan, komitmen tertulis tersebut diharapkan dapat diperoleh dalam waktu satu minggu ke depan.
“Mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini saya sudah bisa mendapatkan komitmen itu,” tegasnya.
Fokus pada Asas Manfaat dan Keadilan
Rosan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya agar investasi Apple di Indonesia dapat memberikan manfaat yang adil, termasuk menciptakan lapangan kerja serta memindahkan rantai pasok global ke dalam negeri.
“Kita mau melihat mereka fair. Dapat asas manfaat di sini, investasi di sini, dan ciptakan lapangan pekerjaan juga di sini. Yang paling penting bagaimana global value chain-nya juga pindah ke kita,” ungkapnya.
Jika komitmen investasi berhasil didapatkan, Rosan berencana berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk langkah selanjutnya.
Kendala Sebelumnya
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Apple belum memenuhi total komitmen investasi sebesar Rp 1,7 triliun yang telah disepakati hingga 2023. Akibatnya, produk terbaru Apple, iPhone 16, masih dilarang diperdagangkan di Indonesia.
Pemerintah berharap komitmen baru dari Apple ini dapat mendorong perkembangan industri teknologi dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.























