Bandung, Fusiltanews, 15 Desember 2024 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S, MSc, menghadiri silaturahmi dengan Pinisepuh, Dewan Pakar Badan Pekerja Majelis, dan para budayawan Sunda yang tergabung dalam jejaring Majelis Musyawarah Sunda (MMS). Acara ini berlangsung di Rumah Budaya Ciumbuleuit, Jalan Bukit Raya, Bandung, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Menteri di kota tersebut.
Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh komunikasi formal dan informal antara Pinisepuh Pamangku Sunda dan Badan Pekerja MMS, hadir sejumlah tokoh dan pakar Sunda, antara lain Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, Hj. Halimah Munawir, Dr. Ernawan Koesoemaatmadja, Dra. Ir. Eni Sumarni, M.Kes, Wina Erwina, Ph.D., Dr. Riadi Darwis, Dr. Zaini Alif, Dr. Bucky Wikaque, Budi Dalton Setiawan, Deni Chandra, serta Nace Permana, M.IKom.
Diplomasi Budaya dan Dukungan untuk Kemajuan Sunda
Pada acara tersebut, MMS memberikan diplomasi budaya berupa cinderamata baju dan iket merah putih bermotif mega mendung kepada Menteri Kebudayaan, disertai pemberian ratusan buku literasi budaya. Buku-buku tersebut mencakup karya-karya akademik dan kebudayaan seperti tesis rekonstruksi Keraton Galuh Pakuan dan Kota Pakwan Pajajaran, serta kajian gastronomi dan permainan tradisional anak Sunda.
Ketua Badan Pekerja MMS, Andri P. Kantaprawira, S.IP, MM, menyampaikan harapan agar Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Dr. Fadli Zon dapat lebih cepat mendokumentasikan karya budaya Sunda serta mendorongnya menjadi sumber pengetahuan untuk memajukan kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia.
Pentingnya Strategi Kebudayaan Nasional
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas masukan dari para pakar MMS. Ia menegaskan pentingnya merumuskan Strategi Kebudayaan Nasional guna membangun peradaban Indonesia yang berdaya saing di tingkat dunia. “Kita perlu membangun ekosistem kebudayaan nasional yang solid untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia. Optimalisasi Dana Abadi Kebudayaan juga sangat penting agar karya-karya budaya kita mampu mencengangkan dunia,” ujarnya.
Menteri juga menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi modern, seperti kecerdasan buatan, filmografi, dan musik digital, untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia. Ia mengapresiasi karya budaya generasi milenial seperti grup musik Voices of Baceprot sebagai contoh inovasi dalam seni budaya yang mampu bersaing secara global.
Dorongan untuk Pemajuan Kebudayaan Daerah
Dalam diskusi, Ketua Pokja Budaya MMS, H. Avi Taufik Hidayat, menekankan perlunya penetapan karakter unggul bangsa Indonesia yang diajarkan sejak usia dini, sebagaimana dilakukan oleh Jepang dan Jerman. Sementara itu, Andarmanik menyerukan percepatan implementasi UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk pembentukan Peraturan Daerah (Perda) untuk Pemajuan Kebudayaan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan komunitas budaya Sunda dalam memajukan kebudayaan Indonesia di kancah internasional.


























