• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merenungi Filsafat Sepak Bola

fusilat by fusilat
December 5, 2022
in Feature
0
Merenungi Filsafat Sepak Bola

Penyerang Argentina Lionel Messi dijaga gelandang Australia Aaron Mooy dan gelandang Australia Jackson Irvine pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina vs Australia di Stadion Ahmad Bin Ali di Al-Rayyan, pada Minggu dini hari 4 Desember 2022.(AFP/MANAN VATSYAYANA)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Jaya Suprana Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

MUMPUNG kemelut menyingkirkan kesebelasan penyepak bola pada babak awal Piala Dunia 2022 di Qatar sedang mereda akibat masa jeda sebelum masuk ke kemelut babak perenambelas besar untuk lanjut ke babak selanjutnya, saya ajak anda yang sudi diajak merenungi makna sepak-terjang manusia yang disebut sebagai sepak bola tersebut. Bagi yang merasa masih banyak hal di dunia ini yang lebih penting direnungi ketimbang sepak bola, silakan berhenti membaca naskah ini sampai di sini saja. Satu di antara kesimpulan yang sementara ini dapat saya simpulkan berdasar perenungan terhadap sepak bola adalah ternyata matematika memegang peran cukup penting di dalam sepak bola. Bahkan dapat dikatakan bahwa tanpa matematika mustahil ada sepak bola.

Secara alasanologis cukup banyak alasan untuk menyatakan matematika berperan penting pada sepak bola. Misalnya sang bola yang berbentuk bulat jelas merupakan bentuk geometris sebagai bagian melekat pada matematika. Secara andaikatamologis, jika bentuk bola tidak bulat namun lonjong maka sebutannya bukan sepakbola, tetapi football Amerika Serikat yang boleh dipegang bahkan dibawa dengan tangan selama pertandingan berlangsung. Jika bentuknya pipih maka namanya bukan sepak bola, tetapi hockey. Jika berbentuk kubus jelas bukan sepak bola sebab hanya mereka yang benar-benar kurang kerjaan yang mau repot menendang “bola” berbentuk kubus yang lebih cocok untuk lomba keterampilan kubus Rubik.

Secara andaikatamologis pula jika ada mahluk luar angkasa pertama kali mendarat di planet bumi pasti terheran-heran melihat 22 manusia dewasa sibuk berebut menendang sebuah bola. Bahwa sepak bola merupakan permainan sekular 11 orang dewasa melawan 11 orang dewasa berebut menendang sebuah bola untuk dimasukkan ke sebuah gawang yang selama 45 menit berganti pemilik karena pertandingan sepak bola berlangsung dua kali 45 di mana kedua kesebelasan berganti arah menendang sebuah bola ke dua gawang yang setiap 45 menit berganti pemilik. Setiap pertandingan sepak bola diawasi seorang wasit yang berhak meniup sebuah peluit untuk menentukan awal dan akhir pertandingan sepak bola sambil juga berhak mengacungkan kartu kuning atau kartu merah yang sangat ditakuti para sepakbolawan.

Konon asal muasal peraturan 2×45 menit adalah jumlah bola berada di lapangan sepak bola yang terdiri dari sebuah bola yang ditendang oleh 22 manusia yang masing-masing secara biologis memiliki dua bola (tanpa menghitung bola mata) maka 2 dikali 22 ditambah 1 memang sama dengan 45. Perhitungan aritmatika ini juga berlaku bagi pesepakbola perempuan yang secara ragawi hanya beda letak bola di tubuh dengan pesepakbola lelaki. A propos aritmatika, dapat diyakini bahwa tanpa aritmatika sebagai unsur matematika mustahil peraturan rumit dan ruwet babak awal Piala Dunia dapat disusun sehingga yang menang belum tentu kalah, serta sebaiknya juga sama-sama belum tentu.

Bahwa de facto penyelenggaraan Piala Dunia sudah terbukti kini menjadi industri hiburan yang mampu menggerakkan roda ekonomi secara global. Bahkan potensial menjadi sumber korupsi luar biasa bukan alang kelalang dahsyat bagai para pengurusnya merupakan bukti tak terbantahkan bahwa segenap arus deras gerak peduwitan itu hanya bisa dihitung dan diperhitungkan baik secara halal maupun haram dengan menggunakan ilmu dan seni matematika yang terkandung di dalam statistik, akuntansi, ekonometri, computing bahkan artificial intelligence. Memang berdasar rekam jejak historis dapat dikatakan bahwa sepak bola sebagai hiburan massal di sebuah arena merupakan pengembangan dari tradisi gladiator Romawi serta matador Spanyol. Namun sejarah pula yang kini membuktikan bahwa tontonan sepak bola bisa lebih berkembang menjadi industri global ketimbang tontonan gladiator dan matador berkat dukungan matematika.

Jaya Suprana Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Diketik Kompas.com, Senin 05 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengemuka Isu Jokowi Bakal Bertindak, Elite PKB: Jika Tak Ada Capres Stabil 30% di Survei

Next Post

Sekda DKI Jakarta akan Digantikan Orang Pilihan Jokowi

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Next Post
Sekda DKI Jakarta akan Digantikan Orang Pilihan Jokowi

Sekda DKI Jakarta akan Digantikan Orang Pilihan Jokowi

“Jebakan” Utang China Makan Korban Sri Lanka, Bagaimana dengan RI?

Xi Jinping, Resesi, dan Demokrasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist