Fusilatnews – Presstv – Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) telah melaksanakan operasi militer yang menargetkan lokasi militer Israel di kota Yafa yang diduduki dengan menggunakan pesawat nirawak “Yaffa” yang dikembangkan di dalam negeri, dan telah menembak jatuh pesawat nirawak pengintai “Giant Shark F360” di Provinsi Sa’daa.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, YAF mengatakan bahwa operasi balasan yang menargetkan Tel Aviv dilakukan sebagai tanggapan atas genosida Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina di Gaza dan pembantaian harian warga Palestina yang dilakukan dengan dukungan Amerika.
Dalam perkembangan terpisah, pertahanan udara YAF menembak jatuh pesawat nirawak pengintai Giant Shark F360 yang dioperasikan oleh “musuh Amerika-Israel” saat sedang melakukan misi di Provinsi Sa’daa utara Yaman.
Pesawat nirawak itu ditembak jatuh menggunakan rudal permukaan-ke-udara yang diproduksi di dalam negeri, menurut pernyataan tersebut.
Pasukan Yaman juga menyerukan aksi, mendesak “semua orang bebas di negara ini” untuk menentang perang genosida Israel terhadap Palestina, memperingatkan risiko tidak adanya tindakan dan potensi perluasan agresi Israel ke negara-negara Arab dan Islam lainnya.
“Konsekuensi dari kesunyian, tidak adanya tindakan, dan kegagalan untuk memenuhi tugas agama, moral, dan kemanusiaan seseorang akan sangat buruk bagi semua orang,” bunyi pernyataan itu.
YAF juga berjanji untuk melanjutkan operasi hingga rezim Israel menghentikan serangannya dan mencabut pengepungan di Jalur Gaza.
Sebelumnya pada hari itu, YAF melakukan operasi balasan terhadap kapal perang AS di Laut Merah, termasuk kapal induk USS Harry S. Truman, yang menggagalkan dua serangan yang direncanakan terhadap Yaman.
Juru bicara YAF Brigadir Jenderal Yahya Saree mengonfirmasi serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan itu merupakan tanggapan langsung terhadap serangan udara AS baru-baru ini di Yaman.
Brigadir Jenderal Saree mencatat bahwa operasi tersebut, “yang kedua dalam 24 jam terakhir,” menggagalkan dua serangan udara AS yang direncanakan terhadap Yaman.
Ia menekankan kesiapan Yaman untuk melawan eskalasi lebih lanjut dan bersumpah bahwa operasi pro-Palestina akan terus berlanjut hingga kampanye genosida Israel di Gaza berakhir.
Otoritas kesehatan Gaza telah melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat kampanye genosida Israel yang didukung AS telah melampaui 50.609, dengan lebih dari 115.000 lainnya terluka. Sejak pertengahan Maret saja, serangan Israel telah menewaskan 1.249 warga Palestina






















