• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Mimpi Surga, Jalan Berbeda: Islam dan Komunisme di Persimpangan Sejarah

Ali Syarief by Ali Syarief
April 23, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Di sepanjang abad ke-20, dua ideologi besar mengguncang dunia dengan janji utopia. Yang satu membawa nama Tuhan, menawarkan keadilan ilahiah dan kehidupan akhirat yang damai. Yang lain mengusung panji manusia, bertekad menghapus kelas dan membangun surga di bumi. Islam dan komunisme, dalam banyak hal, bagai dua kutub yang tak bersentuhan—namun di sisi lain, keduanya juga memiliki titik temu yang mengejutkan.

Persamaan paling mencolok antara Islam dan komunisme adalah gagasan kesetaraan. Islam sejak awal menolak kasta dan privilese berdasar garis keturunan. Dalam khutbah perpisahannya, Nabi Muhammad SAW menegaskan, “Tak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, kecuali karena takwanya.” Komunisme pun memiliki seruan yang serupa: tak ada hak istimewa bagi pemilik modal atas kaum buruh. Karl Marx dan Engels menuliskan dengan penuh semangat, “Kaum buruh tidak memiliki tanah air… mereka hanya memiliki rantai yang harus dipatahkan.”

Di sini, kedua sistem menjanjikan dunia yang bebas dari penindasan. Dalam Islam, zakat dan larangan riba menjadi cara mengatur ulang ketimpangan ekonomi. Dalam komunisme, nasionalisasi alat produksi dan penghapusan kepemilikan pribadi menjadi senjatanya.

Namun perbedaan keduanya tak kalah mencolok. Islam berakar pada wahyu dan ketundukan kepada Tuhan. Hukum-hukumnya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, serta tak bisa dinegosiasikan dengan suara mayoritas. Sementara komunisme menempatkan manusia sebagai pusat semesta: materialisme dialektis adalah dasar filsafatnya, dan sejarah dianggap sebagai konflik kelas semata, tanpa campur tangan ilahi.

Islam melihat manusia sebagai makhluk spiritual dan sosial. Komunisme hanya memandang manusia sebagai bagian dari struktur ekonomi. Maka, dalam negara komunis ortodoks, agama dianggap candu, seperti kata Marx. Di banyak rezim komunis, termasuk Uni Soviet dan Tiongkok di bawah Mao, para pemuka agama dibungkam dan tempat ibadah diratakan. Sebaliknya, dalam negara Islam, agama adalah jantung masyarakat dan pusat hukum.

Ada pula perbedaan mencolok dalam metode perubahan. Komunisme mengamini revolusi berdarah: kekuasaan dirampas dari kaum borjuis lewat kekerasan. Sementara Islam, meski juga pernah mengambil jalan perang, lebih menekankan dakwah dan reformasi sosial yang bertahap. Bahkan dalam peperangan, Islam mewajibkan aturan etika: larangan membunuh warga sipil, merusak tanaman, atau mencederai tawanan.

Tentu, sejarah memperlihatkan bahwa baik Islam maupun komunisme tidak steril dari penyimpangan. Dalam praktiknya, sistem Islam pun tak luput dari oligarki, dan negara-negara komunis berubah menjadi negara otoriter. Namun akar ideologinya tetap jelas: Islam percaya pada moralitas transenden, sedangkan komunisme bertumpu pada rasionalitas historis-material.

Kini, komunisme sebagai sistem negara telah runtuh di banyak tempat. Tapi semangatnya hidup dalam narasi keadilan sosial di banyak gerakan kiri modern. Islam pun terus mengalami reaktualisasi, mencoba berdialog dengan demokrasi, hak asasi manusia, dan pasar bebas.

Di tengah dunia yang terpolarisasi, refleksi atas dua ideologi ini bukan semata akademik. Ia mengajarkan satu hal penting: bahwa pencarian manusia akan keadilan adalah abadi. Namun jalan menuju keadilan itu, entah lewat wahyu atau teori, akan selalu bergantung pada siapa yang berjalan, dan dengan nilai apa ia melangkah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Saja di Balik Ijazah Palsu Jokowi?

Next Post

Dari Mimbar ke Podium: Islam dan Komunisme dalam Perebutan Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post

Dari Mimbar ke Podium: Islam dan Komunisme dalam Perebutan Rakyat

Islamisme dan Marxisme di Era Digital: Narasi, Resistansi, dan Adaptasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...