• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Islamisme dan Marxisme di Era Digital: Narasi, Resistansi, dan Adaptasi

fusilat by fusilat
April 23, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika dunia memasuki era digital, dua ideologi yang lahir dari masa silam justru menemukan wajah barunya. Islamisme dan Marxisme, yang dulu bersaing di medan perang dan parlemen, kini berpindah ke ruang maya. Dari khutbah daring hingga utas panjang Twitter, dari kanal YouTube hingga grup Telegram, mereka berebut panggung—dan pengikut—dengan senjata baru: algoritma.

Islamisme, dalam bentuknya yang politis dan ideologis, kini menyatu dengan dunia konten. Video pendek ceramah penuh semangat, kutipan Qur’ani yang dipoles dengan musik epik, hingga meme sindiran terhadap Barat, menjamur di media sosial. Salafi, Ikhwan, Hizbut Tahrir, hingga kelompok-kelompok non-formal seperti para “influencer hijrah”, memainkan narasi tentang keutuhan umat, dekadensi moral, dan kebutuhan akan syariat dalam sistem negara.

Di sisi lain, Marxisme lahir kembali dalam rupa yang lebih fleksibel. Ia tak lagi tampil dengan jargon “proletar menghapus borjuis,” melainkan dengan bahasa baru: anti-kapitalisme, kritik neolib, wacana kelas menengah semu. Di TikTok dan YouTube, kaum muda menyukai kanal-kanal yang mengupas eksploitasi gig economy, monopoli Big Tech, dan krisis iklim—semuanya dengan sudut pandang kiri. Istilah seperti “leftist,” “post-colonial critique,” hingga “class struggle” kini kembali populer di kalangan Gen Z.

Menariknya, dua kubu ini kini beririsan di medan kritik yang sama: kapitalisme global dan ketimpangan sosial. Di Palestina, misalnya, kita menyaksikan koalisi emosional antara aktivis Islam dan kiri global dalam solidaritas anti-Israel. Di banyak negara Muslim, tuntutan terhadap keadilan ekonomi sering datang dengan semangat keislaman yang radikal, tapi juga kadang memakai narasi kiri: melawan oligarki, menyita tanah, menolak utang luar negeri.

Namun irisan itu tak serta-merta menyatukan. Sebab fondasi epistemologis mereka tetap berbeda. Marxisme berangkat dari struktur ekonomi sebagai sebab utama ketidakadilan, sementara Islamisme berangkat dari moralitas agama sebagai titik pangkal kerusakan dunia. Keduanya menyoroti elitisme dan ketimpangan, tapi tak selalu sepakat dalam solusi: apakah dunia harus dikoreksi lewat hukum Tuhan, atau lewat revolusi kelas?

Di Indonesia, dinamika ini tampak jelas dalam media alternatif dan gerakan akar rumput. Banyak aktivis Muslim muda yang mengutip Frantz Fanon dan Ali Shariati dalam satu napas. Di sisi lain, kaum kiri mulai menyadari bahwa tak bisa lagi bersikap antireligius secara frontal jika ingin merebut simpati massa Muslim. Mereka belajar dari sejarah kegagalan PKI dan trauma 1965, serta kecenderungan Islam yang makin menguat dalam politik.

Era digital membuka kemungkinan baru: fragmentasi sekaligus kolaborasi. Islamisme dan Marxisme tak lagi hadir dalam bentuk partai politik besar, tapi dalam bentuk mikro-narasi yang tersebar di ratusan akun, kanal, dan ruang diskusi daring. Kadang mereka bentrok. Kadang mereka berdialog. Tapi yang jelas, keduanya masih terus hidup, karena realitas dunia tetap menyediakan bahan bakar: ketidakadilan, penindasan, dan kesenjangan.

Di tengah dunia yang makin bising, pertanyaan penting muncul: siapa yang paling berhasil merebut kepercayaan generasi baru? Apakah Islamisme yang menawarkan identitas dan kepastian moral? Atau Marxisme baru yang hadir dalam wajah hijau, feminis, dan inklusif?

Zaman berubah. Medium berubah. Tapi narasi tentang keadilan tak pernah usang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Mimbar ke Podium: Islam dan Komunisme dalam Perebutan Rakyat

Next Post

Ketika Tuhan dan Revolusi Bertemu: Mungkinkah Islam dan Kiri Bersekutu?

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post

Ketika Tuhan dan Revolusi Bertemu: Mungkinkah Islam dan Kiri Bersekutu?

Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pegawai PJPLP DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pegawai PJPLP DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...