• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Ketika Tuhan dan Revolusi Bertemu: Mungkinkah Islam dan Kiri Bersekutu?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 23, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah panjang pertarungan ideologi, Islam dan Marxisme lebih sering berdiri di dua kutub yang bertentangan. Satu mengagungkan wahyu, satu memuliakan akal. Satu memulai dari iman, satu dari materi. Namun di balik semua dikotomi itu, diam-diam, ada riwayat-riwayat kecil tentang kedekatan—tentang usaha menjahit dua kekuatan besar umat manusia: iman dan keadilan sosial.

Kita bisa mulai dari sosok Ali Shariati, intelektual Iran yang mengawinkan pemikiran Islam Syi’ah revolusioner dengan semangat Marxisme. Shariati berbicara tentang “Islam merah”—Islam kaum mustadh’afin—yang anti-penindasan, menolak teokrasi feodal, dan berpihak pada rakyat. Ia menyebut Musa sebagai revolusioner, dan Firaun sebagai simbol kapitalisme imperialis. Pemikiran ini menjadi fondasi Revolusi Iran 1979—sebelum akhirnya direbut kaum konservatif.

Di belahan dunia lain, Malcolm X dan para aktivis Muslim kulit hitam di Amerika melihat Islam bukan semata jalan spiritual, tapi juga senjata politik untuk melawan supremasi kulit putih dan ketidakadilan struktural. Islam mereka adalah Islam yang membebaskan, bukan membelenggu. Islam yang berkata black is beautiful dan God is not racist.

Di Indonesia, jejak persinggungan ini juga pernah ada. Tahun 1940-an hingga 1960-an, sebagian aktivis Islam dan kiri—meski berbeda haluan—bertemu dalam semangat anti-kolonial dan anti-feodalisme. Sebut saja tokoh seperti Tan Malaka, yang meski berideologi Marxis, mengutip hadis dan menyebut bahwa Islam punya potensi revolusioner jika disandingkan dengan kesadaran kelas. Ia bicara tentang agama sebagai alat pembebasan, bukan perbudakan.

Pertanyaannya kini: mungkinkah persenyawaan itu terjadi lagi di abad ke-21?

Dunia hari ini tengah retak. Kapitalisme digital menciptakan jurang yang makin lebar antara elite dan rakyat. Ketidakpastian iklim, perang, dan otoritarianisme bangkit bersamaan. Di titik inilah, Islam dan kiri sama-sama menolak status quo. Sama-sama memimpikan dunia yang lebih adil. Sama-sama mencari makna hidup yang tak sekadar angka GDP dan clickbait.

Namun tantangannya tidak kecil. Banyak umat Islam curiga pada kiri yang mereka anggap anti-Tuhan. Sementara banyak aktivis kiri skeptis pada agama yang dinilai konservatif, patriarkal, dan mudah dimanipulasi oligarki. Kecurigaan ini adalah warisan sejarah, tapi juga hasil dari propaganda yang terus direproduksi.

Meski begitu, celah tetap terbuka. Di berbagai tempat, kita melihat aktivis Muslim yang menolak kapitalisme global dengan bahasa agama. Kita juga melihat intelektual kiri yang mulai menyapa dunia spiritual sebagai sumber daya moral. Di Palestina, misalnya, aktivis kiri dan pejuang Islam bahu-membahu melawan pendudukan. Di kawasan seperti Latin Amerika, teologi pembebasan—yang mirip “Islam kiri”—masih hidup, menyatukan gereja dan kaum miskin dalam melawan korporasi dan militerisme.

Maka pertanyaan “mungkinkah bersekutu?” bergantung pada satu hal: keberanian untuk melewati tembok warisan ideologis. Jika keduanya mau berhenti saling curiga, dan mulai mendengar: mungkin saja. Sebab, sebagaimana kata Ali Shariati, “Setiap agama yang tidak berpihak pada kaum tertindas, sejatinya telah membelot dari Tuhannya sendiri.”

Dan mungkin, revolusi yang akan datang bukan sekadar menggulingkan sistem, tapi juga menggugah kesadaran: bahwa Tuhan dan keadilan sosial tidak harus bertengkar. Mereka bisa berjalan bersama—asal tidak dipaksa tunduk pada ambisi manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Islamisme dan Marxisme di Era Digital: Narasi, Resistansi, dan Adaptasi

Next Post

Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pegawai PJPLP DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pegawai PJPLP DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pegawai PJPLP DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Awas! Makanan Mengandung Babi Beredar,di Warung dan Super Market Terdekat, Jangan Salah Konsumsi!

Awas! Makanan Mengandung Babi Beredar,di Warung dan Super Market Terdekat, Jangan Salah Konsumsi!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...