• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Dari Mimbar ke Podium: Islam dan Komunisme dalam Perebutan Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
April 23, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah modern dunia Islam dan komunisme bukan hanya cerita tentang ideologi, tapi tentang massa. Tentang bagaimana dua sistem ini berebut hati rakyat kecil: petani yang kelaparan, buruh yang terpinggirkan, dan kaum terjajah yang ingin merdeka. Di sinilah medan persaingan antara Islam dan komunisme menjadi nyata—di lapangan, bukan di buku filsafat.

Pada awal abad ke-20, ketika kolonialisme masih mencengkeram Asia dan Afrika, Islam tampil sebagai kekuatan resistensi. Dari Sudan hingga Indonesia, semangat jihad dan pembebasan dari dominasi asing berjalan seiring. Di Tanah Air, Sarekat Islam memobilisasi rakyat melawan kapitalisme kolonial. Haji Agus Salim, tokoh pergerakan Islam, tak hanya berbicara tentang tauhid, tapi juga nasionalisme dan keadilan sosial.

Namun saat itu pula, komunisme hadir dengan tawaran berbeda: emansipasi melalui kesadaran kelas. Di Hindia Belanda, Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi pelopor perlawanan kaum tani dan buruh. Mereka tidak berbicara tentang surga atau akhirat, melainkan tentang tanah, upah, dan pembagian kekayaan. Bagi rakyat miskin, pidato-pidato mereka terdengar masuk akal.

Di titik inilah muncul benturan. Islam mengajarkan bahwa kepemilikan pribadi itu sah, asalkan tidak berlebihan. Komunisme menuntut penghapusan total kepemilikan atas alat produksi. Islam menyebut “kafir” bagi yang mengingkari wahyu. Komunisme menyebut “kontrarevolusioner” bagi mereka yang menolak kolektivisme. Keduanya punya garis tegas: siapa kawan, siapa lawan.

Namun ironisnya, di banyak negeri Muslim, komunisme justru lahir dari rahim ketimpangan yang tidak diselesaikan oleh elite Islam itu sendiri. Ketika masjid dikuasai kaum feodal dan birokrat, rakyat menemukan harapan pada propaganda Marxis yang revolusioner.

Di Indonesia, antagonisme ini mencapai puncaknya pada dekade 1950–1960-an. Masyumi, partai Islam besar kala itu, berbenturan tajam dengan PKI. Dua kekuatan ini tak hanya bersaing di parlemen, tapi juga di sawah dan pabrik. Ketegangan ideologis berubah jadi permusuhan politik, yang pada 1965 berujung tragedi nasional: pembantaian massal yang menghapus PKI dari sejarah formal Republik.

Tapi sejarah tak sepenuhnya hitam-putih. Di Timur Tengah, justru muncul sosok-sosok yang mencoba mendamaikan keduanya. Gamal Abdel Nasser di Mesir dan Ahmed Ben Bella di Aljazair adalah contoh pemimpin yang mencampur nasionalisme Arab, sosialisme, dan identitas Islam dalam satu paket populis. Sementara di Indonesia, Bung Karno mencoba jalan serupa melalui konsep Nasakom—mempersatukan nasionalisme, agama, dan komunisme.

Namun seperti kata sejarah, kompromi ideologis sering kali berumur pendek. Ketika krisis datang, yang tersisa hanyalah saling curiga. Utopi runtuh, dan rakyat tetap berada di simpang jalan.

Hari ini, komunisme tinggal sejarah kelam di Indonesia, tapi gagasannya bertransformasi dalam bentuk perlawanan terhadap neoliberalisme dan kapitalisme rakus. Di sisi lain, Islam berkembang dalam banyak spektrum: dari gerakan moderat, konservatif, hingga politisasi identitas yang sering kali justru menjauh dari nilai-nilai keadilannya sendiri.

Kisah Islam dan komunisme adalah kisah pertemuan dan perpisahan dua mimpi besar umat manusia: keadilan di bumi dan kebahagiaan di akhirat. Persaingan mereka belum tentu usai. Sebab selama masih ada ketimpangan, selama masih ada yang tertindas, ide-ide ini akan terus hidup. Kadang dalam wujud baru, kadang dalam wacana lama yang diretur ulang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mimpi Surga, Jalan Berbeda: Islam dan Komunisme di Persimpangan Sejarah

Next Post

Islamisme dan Marxisme di Era Digital: Narasi, Resistansi, dan Adaptasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post

Islamisme dan Marxisme di Era Digital: Narasi, Resistansi, dan Adaptasi

Ketika Tuhan dan Revolusi Bertemu: Mungkinkah Islam dan Kiri Bersekutu?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...