• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mitos Pengaruh Jokowi di Era Pasca-Lengser – “Mulai Rontok”

Ali Syarief by Ali Syarief
November 14, 2024
in Feature, Tokoh
0
Dituding Amerika Melanggar HAM, Aplikasi PeduliLindungi Pernah Sebabkan Kebocoran Data, Presiden Jokowi pun Disebut Jadi Salah Satu Korbannya
Share on FacebookShare on Twitter

Masih banyak yang menganggap bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pengaruh besar di kalangan elite politik dan birokrasi Indonesia, bahkan setelah masa jabatannya berakhir. Namun, beberapa peristiwa terbaru justru menunjukkan bahwa pengaruh tersebut mulai memudar. Salah satu contoh yang menyoroti kenyataan ini adalah kasus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

Bahlil, yang dikenal sebagai figur penting selama pemerintahan Jokowi, kini menghadapi masalah serius terkait status gelar doktor yang diraihnya dari Universitas Indonesia. Penangguhan kelulusan dan gelar tersebut menyusul adanya protes dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), yang keberatan dengan latar belakang Bahlil dan hubungannya dengan sektor pertambangan. Ini bukan hanya soal akademik; keputusan UI menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang dulu berada di bawah bayang-bayang Jokowi kini tidak lagi menikmati perlindungan dan keistimewaan yang sama. Pengaruh Jokowi sebagai perisai politik bagi lingkaran dekatnya semakin tergerus.

Kasus lain yang relevan adalah potensi permasalahan hukum yang dihadapi oleh Budi Arie Setiadi, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika. Jika dia benar-benar harus berhadapan dengan aparat penegak hukum, ini akan menjadi sinyal kuat bahwa jaringan politik Jokowi mulai goyah. Di masa lalu, loyalis Jokowi sering kali dianggap kebal terhadap tekanan hukum. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa perlindungan tersebut mungkin sudah tidak sekuat dulu.

Tidak hanya soal individu, tekanan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) pun mencerminkan perubahan ini. Desakan agar proyek di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dibatalkan menunjukkan resistensi terhadap program-program yang dahulu didorong oleh pemerintah Jokowi. Meskipun PSN selama masa pemerintahannya menjadi simbol pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kini mereka menghadapi kritik dan tantangan lebih besar.

Pernyataan Ketua Bappenas di DPR RI baru-baru ini semakin mempertegas arah perubahan ini. Dengan menyatakan bahwa lebih banyak program Jokowi yang gagal daripada yang sukses, kritik ini datang bukan dari oposisi, melainkan dari dalam pemerintahan sendiri. Pernyataan ini menandakan pengakuan bahwa banyak inisiatif ambisius di era Jokowi gagal memberikan hasil yang diharapkan, mulai dari pembangunan infrastruktur besar-besaran hingga program pemindahan ibu kota baru.

Ketika tokoh-tokoh seperti Bahlil dan Budi Arie mulai menghadapi tantangan tanpa perlindungan politik yang kuat, serta proyek-proyek besar Jokowi dipertanyakan validitas dan manfaatnya, muncul kesadaran bahwa pengaruh Jokowi sudah tidak sama lagi. Fenomena ini menunjukkan bahwa era pasca-kepemimpinan Jokowi dipenuhi dengan tantangan bagi para loyalis dan proyek-proyek peninggalannya.

Kesimpulannya, mereka yang pernah berada di lingkaran kekuasaan Jokowi kini harus menghadapi realitas baru, di mana kekuatan politik lama mulai terkikis. Legasi yang sempat dipandang kuat dan kokoh perlahan-lahan diuji, mempertanyakan apakah pengaruh yang ia bangun selama bertahun-tahun masih mampu bertahan di tengah gelombang perubahan politik yang cepat. Dengan semakin banyaknya tantangan yang dihadapi, baik secara individual maupun kolektif, era Jokowi terlihat kian menjauh dari pusat panggung politik Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jelang Laga Indonesia Vs Jepang, Manajer Timnas Pastikan Keamanan Suporter Lawan di GBK

Next Post

HOT NEWS: PTUN Jakarta Batalkan Keputusan Pengesahan AD/ART Baru Partai Golkar, Kepemimpinan Bahlil Terancam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Golkar: Pengumuman Susunan Pengurus DPP yang Baru

HOT NEWS: PTUN Jakarta Batalkan Keputusan Pengesahan AD/ART Baru Partai Golkar, Kepemimpinan Bahlil Terancam

Elektabilitas Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Menang Telak

Elektabilitas Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Menang Telak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist