• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Pilkada

Elektabilitas Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Menang Telak

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
November 14, 2024
in Pilkada
0
Elektabilitas Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Menang Telak
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta  – Fusilatnews  – Dalam survei yang dirilis oleh Litbang Kompas,  Pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan unggul dengan elektabilitas 65 persen

Dari survei yang digelar 1-9 November 2024, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, mengungguli tiga pasangan calon lainnya dengan elektabilitas 65 persen.

Di urutan kedua ada cagub-cawagub Jabar nomor urut 3 Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dengan elektabilitas 9 persen, lalu paslon nomor urut 2 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dengan 4,6 persen.

Di posisi terakhir ada paslon nomor urut 1 Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dei Natarina yang memperoleh elektabilitas 4,1 persen.

Sementara, ada 17,3 persen responden yang menjawab tidak tahu atau belum menentukan pilihan alias undecided voters.

Peneliti senior Litbang Kompas Bestian Nainggolan menjelaskan, tingginya elektabilitas Dedi Mulyadi-Erwan dikarenakan investasi politik yang dilakukan Dedi selama beberapa tahun.

Baca juga: Prediksi Peralihan Basis Suara Anies dan Ahok pada Pilkada Jakarta…

Adapun Dedi telah dikenal masyarakat sebagai Bupati Purwakarta dua periode dan juga pernah menjadi anggota DPR RI

“Sudah sejak lama Pak Dedi, mulai jadi Bupati Purwakarta dua periode, beranjak dia jadi tokoh Golkar sekarang Gerindra.

Kemudian maju jadi calon wakil gubernur, lalu jadi anggota DPR.
 Banyak sekali investasi yang dilakukan, minimal pengenalan publik terhadap yang bersangkutan itu sudah sedemikian besar,” ujar Bestian saat diwawancarai dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Rabu (13/11/2024).

Sementara, menurut Bestian, elektabilitas tiga kandidat lainnya rendah karena tidak terlalu dikenal publik.

Sementara, menurut Bestian, elektabilitas tiga kandidat lainnya rendah karena tidak terlalu dikenal publik.

Bestian menilai, hal itu karena peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 Tahun 2024 terkait ambang batas pencalonan kepala daerah.

Hal ini membuat sejumlah parpol bisa mengusung kandidatnya.

Namun, imbasnya, para calon yang diusung, memiliki keterbatasan waktu dalam memperkenalkan diri ke publik.

 Ada Peluang “Saya lihat karena keputusan ini, waktu yang dimiliki oleh para calon itu relatif sedikit untuk pengenalan,” ujar Bestian.
Hal ini juga sejalan dengan hasil survei Litbang Kompas terkait pengetahuan terhadap para kandidat.

Dari hasil survei, 71,2 persen responden tidak mengetahui paslon 1 Acep-Gita, kemudian 63,5 persen tidak mengetahui paslon 2 Jeje-Ronal, dan 62,9 persen tidak mengetahui Achmad Syaikhu-Ilham Habibie.

Sementara, hanya 12,9 persen yang tidak mengetahui Dedy Mulyadi-Erwan.

Saya pikir ketidakterkenalan ini atau ketidaktahuan para pemilih terhadap sosok para calon, mengurangi sisi ketertarikan dan memilih langsung ke para sosok. Jadi dari ketidakkenalan lalu ketidaktahuan, beranjak pada preferensi, dan pilihan,” ujar Bestian.

Metode Penelitian Survei melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas dari tanggal 1–9 November 2024.

Sebanyak 630 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Jawa Barat.

Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, “margin of error” penelitian +/- 3,90 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HOT NEWS: PTUN Jakarta Batalkan Keputusan Pengesahan AD/ART Baru Partai Golkar, Kepemimpinan Bahlil Terancam

Next Post

Soal Kasus Tom Lembong Komisi III DPR-RI Cecar Jaksa Agung

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

News

Mahfud MD: Pilkada Bisa Digelar Langsung atau Lewat DPRD Berdasarkan Putusan MK

March 10, 2026
Wacana Penundaan Pemilu, Klaim soal “Big Data” yang Dinilai Manipulatif dan Sumir
Feature

Pilkada Langsung dan Pilkada Melalui DPRD: Dua Jalan, Satu Masalah

January 10, 2026
Prabowo Pecat Satryo Soemantri Brodjonegoro – Lantik Menteri Baru
News

Hari Ini Kamis 20/ 2 2025 Presiden akan Lantik 961 Kepala Daerah

February 20, 2025
Next Post
Dengan Alasan Menjadi Tanggung Jawab Menko Polhukam, Ketua Komisi III DPR RI Tolak Pembentukan Pansus

Soal Kasus Tom Lembong Komisi III DPR-RI Cecar Jaksa Agung

Retak Koalisi KIM Plus: Dukungan Terpecah di Pilkada Jakarta 2024

Elektabilitas RK-Suswono 39,1 Persen Pramono-Rano 46,1 persen Dharma Pongrekun-Kun 5,1 Persen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist