• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Moderasi Agama” – Jangan Membawamu Jadi Anak Durhako Boy

fusilat by fusilat
September 5, 2022
in Feature
0
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Gedung Kementerian Agama RI. FOTO/riau.kemenag.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Berawal, yang saya tahu, diksi “moderasi agama” itu, datang dari pernyataan Yakut Cholil Qoumas, Menteri Agama. Belakangan, sepertinya menjadi mindset Kepala BNPT.  Seperti yang diungkap oleh “Boy Rafly Amar”, Kepala BNPT, mengatakan bahwa generasi muda, terutama mahasiswa, harus dibekali moderasi beragama dan literasi digital untuk melawan penyebaran ideologi intoleran, radikalisme, dan terorisme.

“Generasi muda harus dibekali pengetahuan agar mereka tidak mudah terpapar dengan hal-hal berkaitan ideologi terorisme yang jauh dari kepribadian bangsa Indonesia,” kata Boy Rafli, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, di Jakarta, Rabu yang lalu.

Pertanyaan selanjutnya, apa kompetensi yang bersangkutan, dalam memahami ajaran Agama, sehingga agama itu harus di moderasi? Keraskah, radikalkah, intolerankah?

Agama lebih banyak malhirkan anak-anak yang “soleh” daripada anak-anak yang “salah”, tanpa moderasi seperti yang dimaksud tersebut.

Betapa nistanya, para tokoh ulama dan para Kiai, yang selama ini menjadi penerus ajaran Rosulullah SAW (warasyatul anbiya), dinilai sebagai peternak intoleran, radikal, dan atau bahkan terorisme.

Dalil yang menjadi iftitah setiap pendakwah itu adalah “udhulu fisilmi kaffah”, masuklah kedalam Islam seutuhnya. Pada ayat lain, surat terakhir yang Allah turunkan, penggalannya; “al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matii wa radiitu lakumul-islaama diinaa”, artinya Pada hari ini telah kusempurnakan agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.  Sementara hadist yang paling popular, dan bahkan menjadi ahlaq umat islam adalah :  “aku diutus kemuka bumi ini untuk menyempurnaan akhlaq kalian”, Innamal buistu liutamimakarimul akhlaq”

Jadi ketika dunia sekitar para ulama Muslim itu, baik-baik saja. Maka mereka para clerics itu  akan menyiarkan “khlawatul iman”, lazatnya iman. Tetapi bila disekelilingnya terjadi berbagai kemaksiatan, kedzaliman dan kejahiliayahan, mereka akan terpanggil oleh ayat lain, yaitu berkwajiban meneriakan “amar ma’ruf nahi munkar”, berseru kepada kebaikaan, dan memerangi kemungkaran, dengan berbagai metoda dan cara lainnya.

Nilai-nilai yang dianggap sebagai kemungkaran itu, bisa jadi pada setiap agama, seperti perjudian, pelacuran, miras, korupsi, kedzaliman kemanusian, dst, sama. Terlarang. Akan menjadi panggilan dan kewajiban setiap para pemuka agama, untuk memerangi hal tersebut. Dan ajaran terrorisme, intoleran dan kekerasan lainnya, disetiap agama, dijamin tidak ada yang mendalilkan sebagai cara beragama melawan kemudharatan dan kedzaliman tersebut.

Jika, intoleran, radikalisme dan terorisme itu ajaran agama, sehingga harus dimoderasi, maka tokoh-tokoh seperti KH Qurais Shihab, UAH, UAS, dll, mereka buka Muslim dong? Karena Yakut dan Boy sepertinya lebih faham dari para tokoh tersebut.

Rasanya, bila Buya HAMKA, masih bersama kita, almarhum rahimakallah akan menangis.

Kita sangat maklum, bahwa masyarakat minang, berpedoman pada ajaran agama Islam, tanpa reserve. Mereka terikat dengan sumpah adatnya. Adat ini telah menjadi tiang yang memperkuat berdirinya masyarakat Minangkabau pada waktu itu. Pada waktu agama Islam masuk ke Minangkabau, masyarakat merasa bahwa adat bersendi alur, alur bersendi patut dan mungkin tidak bertentangan dengan agama Islam. Usaha usaha menyesuaikan ajaran agama Islam ke dalam tata kehidupan beradat masyarakat Minangkabau telah dimulai sejak masyarakat Minangkabau menerima ajaran Islam sebagai agama mereka, yaitu sejak berdirinya kerajaan Pagaruyung. Perkembangan agama itu mula mula secara evolusi, namun kemudian secara revolusi dengan pecahnya perang Padri.

Pada permulaan perpaduan ajaran agama Islam itu lahir pepatah adat bersendi syarak, syarak bersendi adat. Kemudian dalam musyawarah Bukit Marapalam pada zaman Pari, perpaduan adat dan agama dipertegas dengan mengatakan adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah .

Inilah sampai sekarang menjadi peraturan hidup sehari hari masyarakat Minangkabau.

Sementara di PBB, juga berkembang narasi yang mirip seperti yang dilaporkan oleh aktivis kemanusiaan. Pemerintah di seluruh dunia perlu memperkuat upaya untuk melindungi kebebasan beragama atau berkeyakinan sambil mengatasi tantangan ekstremisme kekerasan, kata seorang pakar hak asasi manusia PBB.

Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan beragama atau berkeyakinan, Ahmed Shaheed, mengatakan langkah-langkah keamanan nasional yang diperkenalkan untuk memajukan perang global melawan terorisme telah mengakibatkan “pelanggaran dan pelanggaran hak asasi manusia yang tak terhitung jumlahnya”, termasuk hak atas kebebasan beragama atau berkeyakinan.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Majelis Umum PBB, Shaheed menyoroti praktik diskriminatif yang menargetkan agama tertentu yang dianggap terkait dengan kekerasan dan terorisme. Dia menegaskan bahwa kebebasan beragama atau berkeyakinan (dan hak asasi manusia lainnya) dan keamanan nasional bukanlah nilai-nilai yang saling bersaing atau saling eksklusif yang perlu “diseimbangkan” satu sama lain, tetapi bahwa ada “hubungan yang saling melengkapi, saling bergantung, dan saling memperkuat antara keharusan-keharusan ini”. demi martabat dan keselamatan manusia.”

“Terorisme dan ekstremisme kekerasan menimbulkan ancaman langsung terhadap penikmatan hak asasi manusia, dan Negara memiliki kewajiban untuk melindungi semua individu dari kekerasan yang berada di dalam wilayah mereka dan yang tunduk pada yurisdiksi mereka. Namun, Negara juga harus menegakkan kewajiban hak asasi manusia sambil mengejar langkah-langkah ini jika mereka ingin membuat terobosan berkelanjutan dalam menantang narasi ekstremis kekerasan dan jika mereka ingin secara efektif mencegah kekejaman ini.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengacara Tak Bisa Dampingi Terdakwa Teroris, Kok Bisa? Ini Kata PN Jaktim

Next Post

Harga BBM Naik, Subsidi BBM Tetap Bengkak Rp650 T, Lho Kok Bisa?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Kenaikan BBM, Suara Wakil Rakyat atau Wakil Penjahat ?

Harga BBM Naik, Subsidi BBM Tetap Bengkak Rp650 T, Lho Kok Bisa?

Puan Maharani Mengaku Tak Terpengaruh Survei Capres

Kesepakatan Puan dan Prabowo Bisa Ubah Peta Politik 2024, Merapuhkan Koalisi Partai Islam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist