• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali

Ali Syarief by Ali Syarief
May 9, 2026
in Cross Cultural, Feature
0
Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali
Share on FacebookShare on Twitter

Globalisasi sering dipandang sebagai ancaman bagi budaya lokal. Ketika suatu masyarakat semakin terbuka terhadap dunia luar, berbicara dalam banyak bahasa, dan berinteraksi dengan berbagai bangsa, muncul kekhawatiran bahwa identitas lokal akan memudar. Banyak orang percaya bahwa semakin “internasional” seseorang, semakin jauh pula ia dari akar budayanya. Namun, kenyataan sosial tidak selalu bergerak sesederhana itu. Dalam banyak kasus, justru keterbukaan terhadap dunia luar membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga identitasnya sendiri. Bali menjadi contoh paling menarik dalam fenomena ini.

Ketika pariwisata internasional berkembang pesat di Bali, banyak pihak di Indonesia sempat mengkhawatirkan bahwa budaya Bali akan terkikis oleh arus globalisasi. Wisatawan dari Eropa, Amerika, Australia, Jepang, Korea, hingga berbagai negara lain datang membawa bahasa, gaya hidup, cara berpikir, serta nilai-nilai modern yang berbeda dari tradisi lokal masyarakat Bali. Interaksi lintas budaya berlangsung setiap hari. Orang Bali mulai terbiasa berbicara dalam bahasa asing, bekerja di lingkungan internasional, dan hidup dalam ritme global yang terus bergerak cepat.

Secara teoritis, kondisi seperti ini seharusnya membuat budaya lokal melemah. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Budaya Bali tidak mati. Ia malah menemukan energi baru untuk hidup kembali.

Tradisi-tradisi yang sempat redup kembali memperoleh ruang sosial yang kuat. Tari Bali kembali ramai di setiap banjar. Anak-anak muda semakin aktif belajar gamelan dan seni pertunjukan tradisional. Ogoh-ogoh yang dahulu hanya menjadi bagian ritual sederhana menjelma menjadi simbol kreativitas kolektif masyarakat. Upacara adat semakin meriah, bahkan mendapat perhatian lebih luas dari generasi muda. Nilai-nilai lokal tidak menghilang, melainkan mengkristal menjadi identitas yang semakin disadari pentingnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kontak dengan budaya luar tidak selalu menghasilkan kehilangan identitas. Dalam pendekatan cross-cultural, interaksi antarbudaya justru sering memunculkan proses refleksi diri. Ketika seseorang atau suatu masyarakat bertemu dengan perbedaan, mereka mulai bertanya: “Siapa diri kami sebenarnya?” Pertanyaan itu mendorong pencarian ulang terhadap akar budaya sendiri.

Orang Bali yang hidup di tengah arus wisatawan dunia justru semakin sadar bahwa mereka memiliki sesuatu yang unik dan bernilai tinggi. Budaya lokal tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau kampungan, tetapi sebagai identitas yang membedakan mereka dari dunia luar. Globalisasi akhirnya bukan menjadi alat penghancur budaya, melainkan cermin yang membuat masyarakat melihat nilai dirinya sendiri dengan lebih jelas.

Kemampuan multilinguistik juga tidak otomatis menghapus identitas budaya seseorang. Bahasa pada dasarnya hanyalah alat komunikasi. Seseorang bisa berbicara dalam bahasa Inggris, Jepang, atau Mandarin tanpa kehilangan cara pandang lokalnya. Bahkan, penguasaan banyak bahasa sering kali memperluas kesadaran budaya seseorang. Orang yang memahami berbagai budaya biasanya justru lebih menghargai keberagaman identitas, termasuk identitas dirinya sendiri.

Hal ini terlihat jelas pada masyarakat Bali. Mereka mampu berinteraksi dengan wisatawan asing secara profesional dan modern, tetapi tetap menjalankan adat, menjaga pura, menghormati leluhur, dan memelihara ritual sosial yang diwariskan turun-temurun. Mereka bisa menjadi bagian dari dunia global tanpa harus berhenti menjadi orang Bali.

Di sinilah letak perbedaan antara modernisasi dan westernisasi. Modernisasi adalah kemampuan untuk berkembang mengikuti zaman, sedangkan westernisasi adalah peniruan budaya asing secara total hingga kehilangan jati diri. Bali menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi modern tanpa kehilangan akar budaya. Mereka beradaptasi dengan dunia luar, tetapi tidak menyerahkan identitas lokal mereka.

Bahkan dalam banyak kasus, budaya lokal yang bertemu dengan globalisasi justru mengalami revitalisasi. Ketika dunia luar datang dan memberi perhatian, masyarakat lokal mulai menyadari bahwa warisan budayanya memiliki nilai ekonomi, sosial, spiritual, bahkan peradaban. Kesadaran itu menciptakan kebanggaan kolektif yang mendorong budaya agar semakin dirawat.

Karena itu, ketakutan bahwa kemampuan multilinguistik atau interaksi global otomatis akan menghancurkan budaya lokal sebenarnya terlalu berlebihan. Yang menentukan bukan seberapa banyak seseorang mengenal budaya luar, melainkan seberapa kuat kesadaran dirinya terhadap akar budaya sendiri.

Bali membuktikan satu hal penting: budaya yang kuat tidak runtuh karena bertemu dunia luar. Sebaliknya, budaya yang memiliki fondasi spiritual, sosial, dan historis yang kokoh justru akan semakin hidup ketika diuji oleh globalisasi. Dunia boleh datang dari segala arah, tetapi identitas lokal tetap bisa tumbuh, mengakar, dan bahkan semakin bercahaya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pra-Perang Dua Kubu: Ketika Istana Mulai Membelah Diri

Next Post

Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual – Cara Barat Membaca Islam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual – Cara Barat Membaca Islam

Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual - Cara Barat Membaca Islam

Negara Membiayai Peracun Rakyat: Ironi di Balik Piring Makan Bergizi

Negara Membiayai Peracun Rakyat: Ironi di Balik Piring Makan Bergizi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...