• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual – Cara Barat Membaca Islam

Ali Syarief by Ali Syarief
May 9, 2026
in Feature, Spiritual
0
Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual – Cara Barat Membaca Islam
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini kembali beredar tulisan lama dari kalangan pengkritik Islam yang menyoal konsep bidadari dalam Al-Qur’an dan hadis. Narasinya nyaris seragam: surga Islam dianggap terlalu seksual, laki-laki disebut dimanjakan dengan janji perempuan-perempuan perawan, sementara perempuan diposisikan sebagai objek pemuas nafsu.

Tulisan semacam itu biasanya terdengar meyakinkan bagi pembaca awam. Kutipan ayat disusun berderet. Hadis-hadis tentang bidadari ditampilkan secara vulgar. Lalu di ujung tulisan disimpulkan bahwa Islam memiliki problem mendasar dalam memandang perempuan.

Sekilas tampak akademik. Padahal sesungguhnya problem utama tulisan-tulisan seperti itu justru terletak pada cara membaca teks agama secara serampangan, lepas dari tradisi tafsir, konteks bahasa, dan konstruksi teologi Islam sendiri.

Dalam tradisi Islam, deskripsi surga memang menggunakan bahasa yang dekat dengan pengalaman manusia: taman, sungai, buah-buahan, pasangan, ketenangan, hingga kenikmatan jasmani. Namun para ulama sejak awal menjelaskan bahwa semua itu adalah pendekatan simbolik agar manusia dapat membayangkan sesuatu yang pada hakikatnya melampaui pengalaman dunia.

Bahkan Al-Qur’an sendiri memberi isyarat bahwa kenikmatan akhirat tidak identik dengan kenikmatan dunia. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 25 disebutkan:

“Wa utu bihi mutasyābihā.”

“Dan kepada mereka diberikan yang serupa.”

Ayat itu menjelaskan bahwa apa yang ada di surga hanya tampak serupa dengan yang dikenal manusia di dunia. Para mufasir menjelaskan, keserupaan itu hanyalah pada nama atau gambaran umumnya saja — buah disebut buah, sungai disebut sungai, pasangan disebut pasangan — tetapi hakikatnya jauh melampaui pengalaman manusia. Dalam pengertian itulah para ulama sering menjelaskan konsep fahuwa amtsālun; tampak serupa dalam penyebutan, tetapi berbeda dalam hakikat.

Karena itu, membaca seluruh gambaran surga secara mentah sebagai fantasi seksual justru memperlihatkan keterbatasan pembacanya sendiri.

Ada kecenderungan dalam sebagian kritik Barat terhadap Islam untuk membaca teks-teks agama Timur dengan kacamata materialistik-modern: segala sesuatu direduksi menjadi seks, kuasa, dan tubuh. Akibatnya, istilah-istilah yang dalam bahasa Arab klasik memiliki nuansa puitik dan simbolik diterjemahkan secara vulgar demi menciptakan efek sensasional.

Kata kawā‘ib misalnya, yang muncul dalam Al-Qur’an, kerap diterjemahkan secara erotis sebagai “wanita berpayudara besar”. Padahal dalam khazanah bahasa Arab klasik, istilah itu lebih dekat pada penggambaran perempuan muda yang sebaya dan sedang berada pada fase kematangan usia. Tetapi terjemahan vulgar jelas lebih menarik untuk membangun opini bahwa Islam obsesif terhadap seksualitas.

Padahal, jika hendak jujur, hampir seluruh tradisi agama mengenal simbol-simbol kenikmatan surgawi yang dekat dengan pengalaman manusia. Dalam tradisi Kristen misalnya, surga digambarkan penuh anggur, pesta besar, dan kebahagiaan abadi. Dalam tradisi Hindu terdapat kenikmatan surgawi tertentu. Namun hanya Islam yang secara konsisten dibaca dengan kecurigaan erotik.

Yang juga jarang dibahas ialah bagaimana Al-Qur’an justru sangat ketat mengatur etika seksual di dunia. Islam melarang zina, eksploitasi tubuh perempuan, perdagangan seksual, dan mewajibkan tanggung jawab laki-laki terhadap keluarga. Dalam banyak ayat, perempuan ditempatkan sebagai subjek moral yang utuh, bukan sekadar pelengkap laki-laki.

Karena itu terasa janggal ketika Islam dituduh membangun “surga pornografis”. Tuduhan itu mengabaikan keseluruhan bangunan moral Islam yang justru berupaya menertibkan hasrat manusia.

Kritik lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa surga hanya memanjakan laki-laki. Kritik ini lahir karena pembacaan yang sangat selektif terhadap teks. Al-Qur’an berkali-kali menyatakan bahwa seluruh penghuni surga, laki-laki maupun perempuan, akan memperoleh apa yang mereka inginkan dan tidak akan mengalami kesedihan sedikit pun.

Namun bagi sebagian pengkritik Islam, ayat-ayat universal semacam itu dianggap tidak penting. Yang dipilih justru fragmen-fragmen tertentu yang paling mudah dipelintir menjadi bahan polemik.

Di titik inilah kritik terhadap Islam sering kehilangan objektivitas akademiknya. Yang muncul bukan lagi upaya memahami suatu tradisi keagamaan secara utuh, melainkan keinginan menemukan pembenaran atas kesimpulan yang sejak awal sudah dibuat.

Tentu umat Islam tidak harus menolak seluruh kritik. Tradisi intelektual Islam sendiri mengenal perdebatan panjang mengenai tafsir ayat, kualitas hadis, hingga cara memahami kehidupan akhirat. Tetapi kritik yang sehat seharusnya lahir dari kejujuran intelektual, bukan dari hasrat membangun stereotip lama tentang Islam sebagai agama yang primitif, sensual, dan dekat dengan kekerasan.

Sebab ketika surga hanya dibaca sebagai pesta seks abadi, sesungguhnya yang sedang dipertontonkan bukan kedalaman pemahaman terhadap Islam, melainkan dangkalnya cara melihat agama lain.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali

Next Post

Negara Membiayai Peracun Rakyat: Ironi di Balik Piring Makan Bergizi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Feature

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Next Post
Negara Membiayai Peracun Rakyat: Ironi di Balik Piring Makan Bergizi

Negara Membiayai Peracun Rakyat: Ironi di Balik Piring Makan Bergizi

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Tenaga Ahli Anggota DPR 2004-2009 dan 2009-2014 Jakarta - Mungkin karena MPR identik dengan konspirasi politik,...

Read more
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Nasaruddin Umar dan Klaim “Menag Terhebat”: Sebuah Kekonyolan Konstitusional

Kementerian Agama Sarang Penyamun

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026
Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi

Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi

May 13, 2026
Di Balik Kisah Kusta: Tubuh yang Mati Rasa dan Stigma yang Menyiksa

Di Balik Kisah Kusta: Tubuh yang Mati Rasa dan Stigma yang Menyiksa

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...