Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Tak biasanya kita menyaksikan nyali Ade Armando seciut ini. Bahkan ketika menjadi korban pengeroyokan massa pun ia tak pernah menyerah: menyuarakan yang harus dia suarakan demi membela rezim.
Kini, Ade Armando mendadak menjelma ayam sayur. Ia ingin bertemu Jusuf Kalla. Ia mau minta maaf kepada umat Islam. Mengapa?
Hal itu ia lakukan setelah 40 ormas Islam melaporkannya ke polisi. Gegaranya, ia menyebarkan pidato Jusuf Kalla yang telah dipotong sedemikian rupa sehingga terjadi insinuasi dan viral di media sosial.
Akibat pidato berdurasi 1 jam yang dipotong menjadi hanya beberapa menit itu, Jusuf Kalla yang merupakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama.
JK kemudian melaporkan Ade Armando ke polisi. Disusul 40 ormas Islam yang dikomandani mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Selain Ade Armando, 40 ormas Islam itu juga melaporkan Grace Natalie dan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.
Akankah Ade berhasil menemui JK? Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, menurut Husein Abdullah juru bicara JK, pihaknya sedang fokus pada proses hukum terkait pelaporan Ade Armando ke polisi.
Ade mungkin tidak takut kepada JK. Tapi jelas ia takut kepada umat Islam, mayoritas penduduk negeri ini. Senjata pun makan tuan. Maksud hati mungkin Ade hendak membenturkan JK dengan umat Islam, tapi yang terjadi justru sebaliknya: 40 ormas Islam melaporkan Ade ke polisi.
Demi memutus mata rantai supaya partainya tidak terdampak, Ade pun mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sementara Grace Natalie yang menjabat Sekretaris Dewan Pembina PSI belum mundur dari partainya. Tapi PSI tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Grace. Sebab apa yang terjadi dengan mantan presenter berita televisi itu merupakan urusan pribadi.
PSI sepertinya memang hendak cuci tangan. Tak mau terkena dampak kasus Ade maupun Grace.
Akankah Grace juga mundur dari PSI dan ingin pula bertemu JK serta minta maaf ke umat Islam?
Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, ia pun menghadapi bumerang seperti Ade Armando.
Akankah Ade, Grace dan Abu Janda diperiksa polisi atas laporan 40 ormas Islam itu?
Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, mereka yang selama ini membela rezim, seperti Ade dan Abu Janda seolah kebal hukum dan sakti mandraguna. Itulah!

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)




















