• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Sekolah Rakyat yang Tak Merakyat

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 10, 2026
in Crime, Feature
0
Sekolah Rakyat yang Tak Merakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Namanya memang Sekolah Rakyat. Tapi anggarannya tak merakyat. Sepatu, misalnya. Kementerian Sosial menganggarkan pembelian sepatu untuk murid-murid dan guru Sekolah Rakyat sebesar Rp27 miliar dengan harga satuan per pasang mencapai Rp700.000.

Sepatu semahal itu tentunya lazim dipakai anak-anak gedongan, yang dibelikan oleh orangtuanya, bukan murid Sekolah Rakyat yang kebanyakan berasal dari kalangan tak mampu dan pembeliannya pun menggunakan uang negara.

Anggaran sebesar itu tentu saja menuai protes masyarakat. Sebab ada yang menghitung, harga sepatu dengan spesifikasi dimaksud cuma Rp179.000. Terlalu besar “mark up” atau penggelembungannya.

Itu baru sepatu. Belum yang lain-lain seperti baju dan celana, yang bisa saja nanti harganya jauh di atas harga pasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf kemudian berdalih, harga sepatu Rp700.000 per pasang itu baru pada anggaran saja. Dalam realisasinya di lelang nanti, harganya akan jauh lebih murah.

Tidak itu saja. Demi mendapatkan legitimasi moral, Gus Ipul juga berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gus Ipul minta KPK ikut mengawasi proses pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat tersebut.

Bahkan Gus Ipul berani berjanji tak akan ada penyimpangan anggaran, dan bilamana terjadi penyimpangan maka ia akan menjadi orang pertama yamg akan melaporkannya ke KPK.

Sarang Penyamun

Dilihat dari “track records” (rekam jejak) Kementerian Sosial selama ini yang seolah menjadi sarang penyamun, diyakini janji Gus Ipul itu akan tinggal janji belaka. Diprediksi akan terjadi kasus korupsi di Kemensos dalam program Sekolah Rakyat ini. Maklum, sudah banyak pejabat bahkan menteri di kementerian ini yang terjerat kasus korupsi.

Lihat saja, sudah ada tiga Menteri Sosial yang dipenjara gegara kasus korupsi. Hattrick. Mereka adalah Bachtiar Chamsyah (Partai Persatuan Pembangunan), Idrus Marham (Partai Golkar) dan Juliari Batubara (PDI Perjuangan).

Dengan adanya program Sekolah Rakyat yang ditangani Kemensos, korupsi di kementerian yang pernah dibubarkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjabat Presiden ini diyakini akan kian ganas.

Sesungguhnya apa sih urgensi Sekolah Rakyat kalau memang bukan untuk bancakan anggaran?

Kalau memang pemerintah mau mengatasi angka putus sekolah, mestinya tak perlu membangun Sekolah Rakyat yang menghabiskan banyak anggaran. Tapi cukup sekolah digratiskan saja dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, sehingga tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Orientasi Sekolah Rakyat memang proyek sebagaimana Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran untuk Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih dan MBG mestinya dialihkan untuk program sekolah gratis dan kesehatan gratis. Kesehatan tak perlu BPJS.

Program sekolah gratis dan kesehatan gratis tentu akan lebih bermanfaat daripada program Koperasi Merah Putih dan MBG yang menjadi ajang bancakan anggaran.

Apalagi Koperasi Merah Putih yang baru lahir saja sudah ada beberapa yang bangkrut dan tutup. Mestinya pemerintah cukup memperkuat Koperasi Unit Desa (KUD) yang di seluruh desa di Indonesia sudah ada.

Diyakini, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih dan MBG diyakini hanya akan menjadi bancakan demi kemenangan Prabowo Subianto di Pemilu 2029 mendatang

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mendadak Ayam Sayur

Next Post

Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Rahasia Umur Panjang - Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Saat Merasa Paling Beriman, Saat Itulah Iblis Mendekat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...