• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pra-Perang Dua Kubu: Ketika Istana Mulai Membelah Diri

fusilat by fusilat
May 9, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Jawaban Menohok Jumhur Hidayat ke Mahfud MD

Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Optic Macca

Tahun ini, aroma “pra-perang” antarkubu politik terasa makin pekat. Belum meledak menjadi konfrontasi terbuka, namun sinyal-sinyalnya mulai tampak berserakan di permukaan kekuasaan. Politik Indonesia seperti memasuki babak klasiknya kembali: pertarungan elite yang tidak lagi sekadar berebut jabatan, melainkan perebutan kendali atas masa depan kekuasaan pasca-Joko Widodo.

Publik mulai membaca arah angin ketika nama Jumhur Hidayat masuk dalam orbit kekuasaan. Figur yang pada masa sebelumnya dikenal berada di posisi berseberangan, bahkan merasa menjadi korban tekanan politik rezim terdahulu, kini justru berada di dalam lingkar kekuasaan baru. Bukan hanya dirinya. Nama-nama yang dulu berada dalam spektrum perlawanan perlahan bergerak mendekati pusat gravitasi politik nasional. Termasuk figur-figur seperti Nainggolan dan jaringan lama yang selama ini dikenal memiliki hubungan emosional dengan kelompok yang merasa “dipinggirkan” pada era sebelumnya.

Di titik ini, politik Indonesia mulai memperlihatkan pola lama: tidak ada musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang berpindah meja.

Namun tanda paling penting belum terjadi. Banyak kalangan meyakini, peperangan terbuka baru benar-benar dimulai ketika posisi Listyo Sigit Prabowo mengalami pergantian. Dalam sejarah politik Indonesia modern, pergantian pucuk kepolisian hampir selalu menjadi indikator perubahan arah dukungan kekuasaan. Kepolisian bukan sekadar institusi keamanan, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas sekaligus membaca arah arus politik nasional.

Ketika pergantian itu terjadi, maka publik akan melihat siapa sesungguhnya yang sedang naik, siapa yang mulai ditinggalkan, dan siapa yang bersiap melakukan perlawanan.

Pertanyaannya kemudian: apakah perang politik di Indonesia selalu dimenangkan oleh penguasa riil?

Sejarah menunjukkan kecenderungan demikian. Hampir seluruh pertarungan politik besar di republik ini pada akhirnya dimenangkan oleh mereka yang menguasai instrumen negara, sumber daya ekonomi, dan dukungan kelembagaan. Dari era Orde Lama hingga Orde Baru, bahkan sampai era Reformasi, kekuasaan formal dan kekuasaan riil nyaris selalu berada di pihak pemenang.

Hanya satu penguasa yang pernah benar-benar tumbang di tengah gelanggang: Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Namun konteks politik saat itu berbeda jauh dengan hari ini. Gus Dur menghadapi badai dari berbagai arah secara bersamaan. PKB mengalami konflik internal. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berada dalam posisi solid sebagai kekuatan oposisi. Amien Rais tampil sangat vokal memimpin tekanan politik dari parlemen. Kekuatan reformasi ketika itu sedang berada dalam euforia moral untuk “membersihkan” sisa-sisa kekuasaan lama. PAN, PPP, PKS, PBB, hingga Golkar menemukan titik temu politik untuk mengisolasi Gus Dur.

Hari ini situasinya jauh lebih rumit.

Yang diperebutkan bukan kursi RI-1 secara langsung, melainkan pengaruh terhadap kursi RI-2 dan kekuatan di belakangnya. Pertarungan yang muncul bukan sekadar perebutan jabatan formal, melainkan upaya mengakhiri dominasi “power politik” tertentu secara permanen. Karena itu, perang kali ini berpotensi lebih sunyi di permukaan tetapi jauh lebih brutal di belakang layar.

Di Senayan, konfigurasi politik pun mulai bergerak cair. Partai Gerakan Indonesia Raya berpeluang menjadi pusat kekuatan terbesar sebagai partai penguasa utama. Pada saat bersamaan, terbuka kemungkinan terciptanya irisan kepentingan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang selama ini menyimpan jarak politik terhadap pribadi Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka. Dendam historis dalam politik Indonesia bukan sesuatu yang mudah hilang. Ia sering hanya menunggu momentum.

Lalu bagaimana dengan Partai Golongan Karya?

Golkar tampaknya tetap memainkan watak alaminya sebagai survival party. Partai ini sejak era Orde Baru dikenal piawai menjadi “safety player”: tidak terlalu cepat masuk ke medan perang, tetapi hampir selalu berhasil bertahan bersama pihak yang akhirnya menang. Dalam setiap perubahan rezim, Golkar kerap tampil sebagai kekuatan yang lentur, pragmatis, dan sangat terlatih membaca arah angin.

Tetapi politik tidak pernah hanya ditentukan oleh peta koalisi.

Faktor paling menentukan justru ada pada apa yang disebut banyak orang sebagai “kartu as”. Dan di titik inilah Joko Widodo diyakini masih memiliki daya tekan besar. Selama satu dekade berkuasa, jejaring kekuasaan yang dibangun Jokowi bukan hanya bersifat administratif, melainkan juga berbasis relasi personal, loyalitas politik, hingga akses terhadap berbagai informasi sensitif elite nasional.

Dalam bahasa politik Indonesia: semua orang saling memegang kartu.

Karena itu, bila suatu saat kartu-kartu merah mulai dibuka secara terbuka kepada publik, situasinya dapat berkembang menjadi turbulensi besar. Bukan mustahil melampaui guncangan politik model “aksi Agustus 2025”. Apalagi bila kerumunan massa ikut digerakkan di tengah kondisi ekonomi yang sedang melemah.

Di belakang semua itu, ada pula faktor oligarki ekonomi. Kelompok pemilik modal besar—yang dalam istilah populer sering disebut “9 naga”—selama ini relatif nyaman dengan model stabilitas kekuasaan era Jokowi. Dunia usaha menyukai kepastian politik, percepatan proyek, dan konsolidasi kekuasaan yang minim gejolak. Karena itu, perubahan konfigurasi kekuasaan yang terlalu keras berpotensi menimbulkan kegelisahan pasar.

Sementara itu, masyarakat mulai merasakan tekanan ekonomi secara nyata. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan berat sepanjang awal Mei 2026 dan mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan modern Indonesia. Pelemahan rupiah bukan sekadar angka statistik, tetapi berimbas langsung pada harga kebutuhan pokok, biaya impor, tekanan industri, hingga daya beli kelas menengah perkotaan.

Di tengah situasi politik yang memanas, ekonomi yang melemah bisa menjadi bahan bakar paling berbahaya.

Dan seperti biasa, apa pun hasil akhirnya, korban terbesar dari perang elite bukanlah para politisi itu sendiri. Yang paling merasakan dampaknya justru kelas menengah yang mulai tergerus, masyarakat pekerja kota, dan kelompok miskin yang hidupnya semakin rapuh oleh kenaikan harga dan ketidakpastian ekonomi.

Politik elite boleh berbicara tentang strategi, koalisi, dan kekuasaan. Tetapi bagi rakyat kecil, perang politik hampir selalu bermakna satu hal yang sama: hidup yang makin mahal dan masa depan yang makin sulit ditebak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cuma Ambil 1 Hari Cuti, Libur Idul Adha 2026 Bisa Jadi 6 Hari Berturut-turut

Next Post

Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali

fusilat

fusilat

Related Posts

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Next Post
Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali

Multilinguistik Tanpa Kehilangan Jati Diri: Studi Sosial tentang Bali

Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual – Cara Barat Membaca Islam

Surga, Bidadari, dan Fantasi Sexual - Cara Barat Membaca Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist