• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mungkinkah Mikroba Mampu Membantu Perubahan Iklim 

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
August 21, 2023
in Feature
0
Mungkinkah Mikroba Mampu Membantu Perubahan Iklim 

Image Credit: ParabolStudio/Shutterstock.com

Share on FacebookShare on Twitter

Konsumsi manusia di beberapa sektor termasuk pasokan makanan, energi, transportasi, dan peternakan telah meningkatkan kadar gas rumah kaca di atmosfer. Oleh karena itu, proses ini telah berkontribusi secara signifikan terhadap perubahan iklim selama beberapa dekade. Akibatnya, perubahan iklim telah menjadi salah satu masalah sosio-ilmiah terbesar yang dihadapi di mana suhu global dilaporkan meningkat lebih dari 2 °C pada tahun 2050.

Fusilatnews – News Medical Life Science – Perubahan iklim melibatkan pergeseran pola iklim global atau regional. Kontributor utama perubahan iklim adalah adanya gas rumah kaca di atmosfer termasuk karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida. Konsentrasi tinggi dari gas-gas ini telah menyebabkan peningkatan suhu, perubahan siklus basah/kering, kekeringan, embun beku dan gelombang panas yang ekstrem, hujan deras dan badai, serta peningkatan frekuensi kebakaran.

Konsumsi manusia di beberapa sektor termasuk pasokan makanan, energi, transportasi, dan peternakan telah meningkatkan kadar gas rumah kaca di atmosfer. Oleh karena itu, proses ini telah berkontribusi secara signifikan terhadap perubahan iklim selama beberapa dekade. Akibatnya, perubahan iklim telah menjadi salah satu masalah sosio-ilmiah terbesar yang dihadapi di mana suhu global dilaporkan meningkat lebih dari 2 °C pada tahun 2050.

Karena beratnya masalah ini, para ilmuwan berkomitmen untuk menemukan cara mengatasi perubahan iklim, salah satunya melibatkan penggunaan mikroba. Cara khusus di mana mikroba dapat dimanfaatkan untuk mengurangi perubahan iklim melibatkan penyerapan gas rumah kaca dan produksi biofuel generasi mendatang yang berkelanjutan.

Menggunakan mikroba untuk penyerapan karbon:

Tanah diklasifikasikan sebagai penyimpan karbon terbesar. Secara alami, karbon ditangkap ke dalam tanah sebagai karbon dioksida melalui fotosintesis tumbuhan dan dekomposisi organisme. Proses menghilangkan karbon dioksida atmosfer dan meningkatkan penyimpanan karbon organik tanah ini dikenal sebagai penyerapan karbon. Para ilmuwan bertujuan untuk mengurangi emisi karbon untuk mengatasi perubahan iklim melalui penggunaan inokulan mikroba tanah yang  mendorong penyerapan karbon

Mikroba tanah seperti bakteri dan jamur pemacu pertumbuhan telah terbukti menyerap karbon ke dalam tanah. Melalui proses ini, mikroba mampu mengurangi karbon dioksida di atmosfer sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi isu perubahan iklim. Ini dapat dicapai melalui pengenalan formulasi mikroba ramah lingkungan dengan kemampuan menyerap karbon ke tanah pertanian.

Berbagai mikroba tanah berkontribusi terhadap penyerapan karbon melalui mekanisme yang berbeda. Beberapa dari mekanisme ini termasuk aktivitas metabolisme yang menangkap karbon dioksida, membentuk jaringan dan produk vegetatif, membentuk agregat tanah, dan juga memiliki kemampuan untuk mengendapkan karbonat. Selain itu, mikroba bervariasi dalam seberapa efisien mereka menyerap karbon.

Misalnya, mikroba tertentu memiliki tingkat metabolisme yang lebih cepat dan karenanya lebih cepat menyerap karbon. Keragaman dalam mekanisme dan efisiensi memberikan kemungkinan penggunaan mikroba spesifik untuk lahan tertentu untuk keuntungan yang lebih besar.

Meskipun kemampuannya terbukti untuk menyerap karbon dioksida atmosfer ke dalam tanah, ada penelitian terbatas yang berfokus pada penggunaan inokulan mikroba sebagai teknik penyerapan karbon untuk mengatasi perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan studi yang lebih besar untuk menentukan seberapa efektif teknik ini untuk mengurangi perubahan iklim.

Menggunakan mikroba untuk mengurangi emisi metana:

Metana adalah gas rumah kaca atmosfer lain yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan faktanya, lebih kuat daripada karbon dioksida. Jumlah metana yang signifikan dihasilkan oleh aktivitas manusia termasuk penggunaan bahan bakar fosil dan tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, para ilmuwan juga mendedikasikan studi untuk mengurangi emisi metana melalui penggunaan mikroba.

Bakteri yang dikenal sebagai metanotrof pertama kali ditemukan di tanah mineral Arktik. Mereka juga biasanya ditemukan di lingkungan seperti mata air panas dan pot lumpur. Metanotrof menggunakan metana untuk metabolisme sebagai sumber energi utama, sehingga menjadikannya jenis bakteri yang unik. Metanotrof dapat menggunakan metana sebagai sumber energi karena adanya enzim yang dikenal sebagai metana monooksigenase. Selain itu, metanotrof memiliki afinitas tinggi dan karenanya sangat efisien dalam mengonsumsi metana.

Diperkirakan sekitar 40-60% dari metana yang dihasilkan dikonsumsi oleh metanotrof di lingkungan lahan basah. Karena itu, metanotrof semakin mendapat perhatian seiring dengan memburuknya masalah perubahan iklim; mengarah ke ratusan penelitian yang didedikasikan untuk mikroba ini selama dua dekade terakhir. Tujuannya adalah untuk menggunakan metanotrof sebagai biokatalis di tanah pertanian dan tempat pembuangan sampah, yang pada akhirnya mengarah pada pengurangan tingkat metana di atmosfer.

Menggunakan mikroba untuk menghasilkan biofuel yang berkelanjutan:

Meskipun penggunaan bahan bakar fosil berperan sebagai sumber energi utama, proses pembangkitan energi ini melepaskan gas rumah kaca dan karena itu juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Akibatnya, para ilmuwan sekarang sedang menyelidiki kemampuan mikroba untuk menggunakan sumber daya terbarukan untuk produksi biofuel berkelanjutan generasi mendatang, sehingga menjaga pasokan energi sekaligus mengatasi perubahan iklim. Biofuel termasuk bahan bakar yang diproduksi oleh sumber daya terbarukan melalui proses biologis.

Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi kemampuan mikroba untuk menghasilkan biofuel melalui jalur biologis. Karena semua mikroba termasuk bakteri, jamur, dan mikroalga memiliki keragaman metabolisme, berbagai mikroba menggunakan substrat yang berbeda sebagai titik awal untuk sintesis biofuel. Misalnya, organisme selulolitik seperti Clostridium thermocellum dapat memanfaatkan energi dari lignoselulosa yang berasal dari tanaman untuk membuat biofuel.

Sebaliknya, organisme fotosintetik termasuk mikroalga dan cyanobacteria memanfaatkan karbon dioksida sebagai sumber energi untuk menghasilkan biofuel. Terakhir, seperti yang disebutkan sebelumnya, metanotrof mengonsumsi metanol sebagai sumber energi, sehingga memungkinkan mereka menginduksi proses biologis yang diperlukan untuk menghasilkan biofuel.

Tantangan yang dihadapi saat mencoba menggunakan mikroba untuk sintesis biofuel yang berkelanjutan adalah efisiensi jalur mikrobiologis. Berdasarkan jalur saat ini, produktivitas dan hasil produksi biofuel oleh mikroba terlalu rendah untuk aplikasi industri. Para ilmuwan berusaha untuk mengatasi masalah ini melalui perancangan ulang dan merekayasa sistem metabolisme yang ada serta mencoba menemukan enzim, mikroba, dan jalur baru untuk meningkatkan produktivitas dan hasil.

Sumber :  News Medical Life Science
                Naveen Dha, BSc  

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perubahan Iklim Telah Menjadi Topik Hangat di Inggris Tetapi Untuk Semua Alasan Yang Salah.

Next Post

Budiman Dan Effendi Simbolon Dicoret dari DCS PDIP

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Budiman Dan Effendi Simbolon Dicoret dari DCS PDIP

Budiman Dan Effendi Simbolon Dicoret dari DCS PDIP

Kandang Banteng Sinis, Saat Budiman Sudjatmiko Deklarasi Dukung Prabowo

Dua Opsi Untuk Budiman Sudjatmiko, Mundur Atau Dipecat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist