Liriknya mengandung makna yang keras menentang korupsi serta mengkritik KPK. Dibungkus dengan kekhasan gaya trio Sam Bimbo, Acil Bimbo dan Jaka Bimbo yang masih terasa sejak dulu.
Jakarta – Fusilatnews – Grup band legendaris Bimbo merilis lagu terbarunya dengan. Lyric kental dengan dukungan kepada Mahfud sebagai bacawapres Ganjar .
Liriknya mengandung makna yang keras menentang korupsi serta mengkritik KPK. Dibungkus dengan kekhasan gaya trio Sam Bimbo, Acil Bimbo dan Jaka Bimbo yang masih terasa sejak dulu.
Ada pula bagian lirik yang memuji Presiden Joko Widodo serta Menko Polhukam Mahfud MD. Terasa sangat harum pujian kepada dua tokoh tersebut dalam lagu Bimbo yang terbaru.
Daud Hardjakusumah dari manajemen Bimbo menjelaskan bahwa lagu dibuat sebagai apresiasi kepada Jokowi dan juga Mahfud.
Dia menampik jika ada yang menganggap lagu dibuat dalam rangka mendorong Mahfud MD dijadikan calon wakil presiden.
“Ini tidak ada hubungannya dengan pemilihan presiden. Ini betul-betul spontan sebuah apresiasi terhadap Pak Mahfud MD,” kata Mahdud pada 24 Juni.
Mahfud MD menanggapinya melalui tulisannya di akun istagram miliknya mengucapkan terima kasih kepada Bimbo secara terang-terangan dan merasa tersanjung. Mahfud juga mengatakan kalau ia penggemar dan pendengar lagu-lagi pendengar Bimbo sejak lama.
Bimbo kembali muncul ke permukaan di tengah ingar bingar isu Pilpres 2024. Pada 23 Juni, mereka bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Bukan sekadar pertemuan ala kadarnya. Tiga personel Bimbo berbincang dengan Megawati selama empat jam. Selama ini, tidak banyak musisi yang mau ditemui Megawati. Apalagi dengan durasi berjam-jam lamanya.
Daud Hardjakusumah dari manajemen Bimbo mengatakan pertemuan memakan waktu yang lama karena diisi dengan nostalgia. Dia membantah ada pembicaraan soal politik dan Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar Pranowo.
Menurutnya, wajar jika pembicaraan berlangsung sangat lama karena nostalgia pasti mengulas kembali banyak momen di masa lalu.
“Bimbo sangat senang karena ini kesempatan langka. Ibu kan sibuk. Rencananya hanya 30 menit menjadi sekitar 4 jam. Luar biasa,” kata Daud.
Daud menyebut Sam Bimbo pernah bertemu Sukarno karena sangat dekat dengan putranya, Guntur Soekarnoputra.
Sam, kata dia, bermain musik dengan Guntur saat masih muda atau ketika Bimbo belum terbentuk. Band mereka bernama Aneka Nada. Bahkan sudah menjalani tur meski saat itu masih menuntut ilmu.
“Pak Sam sempat bertemu dengan Pak Sukarno sebagai teman Pak Guntur di kuliah waktu di ITB. Jadi ya punya hubungan historis yang kuat,” kata Daud.
Tak hanya itu, sehari setelah bertemu Megawati, Bimbo menyanyikan lagu berjudul Bung Karno di hadapan ribuan kader PDIP dalam acara puncak Bulan Bung Karno pada 24 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Daud tidak keberatan jika banyak yang menganggap Bimbo punya afiliasi dengan PDIP lantaran ada hubungan
Ditengah masyarakat yang seddang menunggu pengumuman siapa pasangan Bacapres Ganjar dari PDIP dalam kontestasi Pemilu Presiden 2024 mendatang
Ketika Menko Polhukam Mahfud MD muncul di acara puncak Bulan Bung Karno pada 24 Juni pekan kemarin, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Mahfud, adalah salah satu sosok yang dipertimbangkan sebagai cawapres Ganjar Pranowo
Mahfud, masuk bursa cawapres Ganjar seperti diucapkan Hasto, seharusnya tidak mengagetkan publik. Pamor Mahfud beranjak naik usai mengungkap sejumlah kasus besar di pemerintahan dalam beberapa wpekan belakangan. Mahfud kian tersohor, dan bursa cawapres tengah menjamur dalam pembicaraan publik,
Ketua Bidang Kepemudaan PDIP Eriko Sotarduga menjelaskan bahwa pertemuan Megawati dengan Bimbo memang berlangsung lama. Bahkan harus disetop. Jika tidak, sesi pembicaraan bisa berlangsung lebih lama.
Eriko tidak membantah pernyataan Daud soal pertemuan Bimbo dengan Megawati. Di samping Sam Bimbo yang merupakan teman dekat Guntur Soekarnoputra, Eriko mengatakan Jaka Bimbo juga teman seangkatan Megawati di Universitas Padjadjaran dulu.
Oleh karena itu pertemuan jadi berlangsung lama. Eriko ikut berada di sana.
“Karena sudah seperti keluarga. Bukan orang lain,” ucap Eriko Senin (26/6).
Eriko mengklaim pertemuan itu tidak membicarakan kans Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar Pranowo seperti yang tertuang dalam lirik lagu ciptaan Bimbo.
Mereka justru mengulas tentang lagu Bung Karno yang juga karya Bimbo. Keesokan harinya, lagu dinyanyikan langsung di hadapan ribuan kader PDIP di Stadion Utama Gelora Bung Karno di puncak Bulan Bung Karno.
Dia juga menampik anggapan yang mengaitkan pertemuan Megawati dan Bimbo sengaja dihelat h-1 sebelum puncak Bulan Bung Karno karena ada pesan politik mengenai cawapres.
Menurut Eriko, rencana pertemuan sebenarnya sudah sejak lama. Tetapi, baru kali ini waktunya tepat karena Megawati dan Bimbo punya kesibukan masing-masing.
“Ibu Mega rindu bertemu Bimbo dan Bimbo juga ingin bertemu sejak lama,” kata Eriko.
Meski begitu, tetap ada pesan dari Megawati kepada Bimbo yang masih berkaitan dengan politik.
Eriko menyebut Megawati berpesan kepada Bimbo agar terus berperan dalam penguatan NKRI seperti yang selama ini dilakukan.
Selain itu, Megawati juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bimbo terhadap demokrasi. Eriko mengatakan Megawati berharap Bimbo juga terus berperan dalam kemajuan budaya Indonesia yang asli.
“Begitu juga menyuarakan ketidakadilan. Termasuk juga perubahan iklim. Ibu Mega sangat berharap betul peran Bimbo dalam pembangunan Indonesia,” kata Eriko.
Mengenai cawapres Ganjar, Eriko mengamini Mahfud MD memang salah satu dari sekian nama yang dipertimbangkan seperti yang diucapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Akan tetapi, dia mengatakan prosesnya masih panjang. PDIP masih menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan partai-partai politik yang mau mendukung Ganjar.
Setelah itu, Megawati akan membicarakannya dengan Presiden Joko Widodo. Walau bagaimanapun, kata Eriko, Jokowi adalah kader PDIP yang kini berada di pucuk pemerintahan.”Kader utama dan kader terbaik partai,” kata Eriko.
Proses terakhir adalah dibicarakan dengan Ganjar. Eriko pasangan harus benar-benar seirama dan melengkapi. Jangan sampai ada ketidakcocokan karena dipaksa sejak awal.
“Harus menjadi dwitunggal. Catatan penting bahwa tidak ada dua kapten dalam satu kapal, tetapi perlu seirama dan saling melengkapi,” ucapnya.
Mengenai kriteria, dua hal. Pertama, mengenai keberlanjutan pembangunan Indonesia yang direncanakan menjadi negara maju di 2045.
Menurutnya, 13 tahun dari sekarang harus dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia benar-benar bisa lepas landas di 2045 sebagai negara maju. Sama seperti yang diucapkan Presiden Jokowi.
Kriteria kedua mengenai elektabilitas. Eriko tidak menafikkan itu. Dalam kontestasi, elektabilitas tetap perlu dipertimbangkan dan didasari dengan keinginan masyarakat.
“Kita menambah elektabilitas dan diterima rakyat Indonesia. Itu juga sangat penting. Maka pilihan-pilihan juga harus sesuai dengan masyarakat Indonesia,” kata dia.
Sebetulnya ada dua partai politik yang sudah blak-blakan mengajukan ‘calon pengantin’. PPP mengusulkan Menparekraf Sandiaga Uno dan PAN membawa nama Menteri BUMN Erick Thohir untuk dijodohkan.
























