FusilatNews– Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte menyoroti kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dalam baku tembak tersebut, Brigadir J dinyatakan tewas. Menurutnya mengungkap kasus baku tembak polisi tersebut bukan perkara sulit. Dia Mengungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak perlu repot-repot dalam menuntaskan kasus itu dengan membentuk tim khusus.
“Itu perkara yang mudah untuk dibongkar. Penyidik biasa saja bisa mengungkapnya. Tidak perlu TGPF (tim gabungan pencari fakta) segala macam,” kata Napoleon usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip Antara, Kamis (14/7).
Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwa publik sudah mencium hal yang tidak pas dalam insiden tersebut.
“Mari kita kembali jujur, katakan apa adanya. Kenapa? Karena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dengan baik. Pasti akan terbuka,” ungkapnya.
Terdakwa perkara penganiayaan terhadap YouTuber M. Kece itu berpendapat bahwa pihak-pihak yang berbicara di publik terkait dengan insiden mematikan tersebut mempertaruhkan integritas diri mereka.
“Kalau terbukti apa yang dikatakannya itu membabi buta membela sesuatu yang ditutup-tutupi atau sebagainya, suatu saat akan kembali kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri membentuk tim khusus untuk menuntaskan pengusutan kasus baku tembak antaranggota Polri pada hari Selasa (12/7).
Selain melibatkan satuan kerja internal Polri dan eksternal, tim juga melibatkan Provost dan Pengamanan Internal (Paminal) Polri. Sementara itu, dari unsur eksternal adalah Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Pelibatan unsur eksternal Polri untuk menjamin langkah-langkah timsus agar transparan, objektif, dan akuntabel.
Timsus bekerja dengan mengedepankan scientific crime investigation sehingga memperoleh kesimpulan hasil penyelidikan dan penyidikan secara utuh dan terbuka bagi masyarakat.
Insiden baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan terjadi pada Jumat (8/7) sore. Kejadian itu melibatkan Brigadir Polisi Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan Bharada E. Brigadir J sendiri diketahui merupakan sopir istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Adapun Bharada E merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo yang bertugas menjaga keamanan di rumah dinas itu. Polisi menyebut lokasi kejadian merupakan rumah singgah keluarga Irjen Ferdy Sambo untuk isolasi setelah pulang dari luar kota. Setiap ada anggota keluarga Irjen Ferdy Sambo pulang dari luar kota biasanya melakukan tes PCR dan mengisolasi diri di rumah tersebut.

























