Oleh Prihandoyo Kuswanto .- Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila.

Eksperimen bung Karno yang menggabungkan Nasionalis ,Agama ,dan Komunis ,(NASAKOM ) Berantakan tak terwujud bagaimana mungkin yang Haq dan Yang batil di campur ,Agama itu soal nilai nilai yang serba religius,kejujuran ,mengedepankan Aklaq ,sopan satun ,keadilan ,keharmonisan ,kesetaraan ,kedamaian,sementara Komunis menghalalkan segala cara ,berbohong ,berdusta,menipu .membunuh ,intrik intrik .memfitnah bagaimana bisa bersatu dengan agama yang berdasar pada Illahiyah dan Firman Tuhan .
Kegagalan Soekarno menggabungkan NASAKOM tertolak secara realitas ibarat air dan minyak yang tidak mungkin bersatu .
Begitu juga dengan Pancasila tidak mungkin disatukan dengan Komunis dan Kapitalisme ,mengapa?
sebab Pancasila bicara tentang Tuhan ,Manusia ,dan Alam Semesta (Materialisme ) sementara Komunis ,Liberalisme ,
Kapitalisme hanya bicara tentang Manusia dan Materialisme ,jadi tidak mungkin bicara tentang manusia dan materialisme kalau tidak bersumber pada nilai – nilai Ke Tuhanan ,Arti nya tidak mungkin sistem Liberalisme ,Kapitalisme ,dan Komunisme itu dijalankan pada negara berdasarkan Pancasila .
Harus nya elit politik dan Pejabat tinggi negara sadar dan
mengerti telah berkhianat terhadap negara berdasarkan Pancasila .
Sejak UUD1945 diganti justru telah diganti dasar negara Pancasi la dengan Liberalisme ,Kapitalisme , dengan sistem Presidenseil maka kekuasaan dipertarungkan dengan banyak- banyakan suara kalah menang pertarungan kuat – kuatan kaya-kayaan dan jangan heran kalau partai politik membangun laskar – laskar yang siap ber perang ,terus perang melawan siapa?
Pemilu, Pileg ,Pilpres Pilada adalah bentuk pengkhianatan terhadap Pancasila ,meniadakan Permusyawaratan perwakilan ,menghilangkan Persatuan Indonesia bahkan menghilangkan Visi Misi negara diganti dengan visi misi Presiden ,Gubernur ,Walikota ,Bupati.akibat nya tanpa sadar tujuan bernegara Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga dihilangkan .
Inti dari Nasionalisme kita adalah persatuan yang dilandasi kemanusiaan yang adil dan beradab jelas bukan Nasionalisme yang dijiplak dari luar bangsa kita. Nasionalisme kita dari Republik Indonesia dengan tegas menolak Chauvinisme itu. Maka itu di samping sila kebangsaan dengan lekas-lekas kita taruhkan sila perikemanusiaan.” (Pancasila sebagai dasar negara, hlm. 64).
Dengan model pilpres pileg ,pilkada justru kita merusak rasa persatuan yang tidak berdasar pada Kemanusiaan Yang Adil dan beradab ,ini sudah terbukti di pemilu 2019
Dengan meninggal nya 800 lebih petugas KPPS yang tidak jelas ujung pangkal nya .
Amandemen UUD 1945 dengan merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara justru kita masuk didalam gedung alam ketidak adilan.
Semua yang berkuasa partai politik.
Negara yang desain nya Bhinekatunggal Ika ,yang terdiri dari bermacam -macam suku ,agama,golongan ,adat istiadat dikhianati duganti dengan hanya satu golongan yaitu golongan politik .
Amandemen UUD 1945 merupakan Proxy War untuk menghancur bangsa ini dengan menghilangkan sejarah ,nilai nilai kebangsaan nya ,nilai-nilai Pancasila .nilai jati diri bangsa di hancurkan dengan menjiplak Liberalisme Kapitalisme .yang jauh bermartabat di banding Pancasila .
Dan kita merasakan sekarang arah dan tujuan bernegara telah melenceng dan menyeleweng dari Pancasila dan UUD 1945 .apakah kita akan membiarkan kehancuran negara ini ?


























