• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Natal, Memilih Jalan Lain

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 25, 2022
in Feature
0
Natal, Memilih Jalan Lain

Dok.Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Trisno S. Sutanto, Aktivis Paritas Institute

Jakarta – Saya tidak tahu persis apa alasan PGI dan KWI mengambil tema Natal tahun ini dari potongan kalimat, “pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Mat 2:12b). Potongan itu diambil dari kisah Matius yang masyhur mengenai kedatangan orang Majus dari Timur.

Tak perlu mengulang cerita Matius itu, karena kisahnya sudah sangat terkenal dan menginspirasi banyak lukisan maupun karya sastra. Juga menggelitik imajinasi ilmiah soal “bintang Betlehem” yang konon menandai tempat di mana keluarga kudus Nazaret bermukim, sehingga para Majus dapat menemukan mereka.

Imajinasi yang dikembangkan Matius memang luar biasa. Dan sampai sekarang banyak orang masih terpesona dengannya. Misalnya, ketika Universitas Groeningen merayakan dies natalis-nya ke-400 tahun, mereka menyelenggarakan tiga hari seminar khusus soal bintang Betlehem yang mengundang para ahli astronomi maupun sejarawan.

Konon itu dilakukan sembari merayakan buku Johannes Kepler, terbit pada 1614, berjudul “De vero anno quo aeternus deus filius humanam naturam in utero benedictae Virginis Mariae assumpsit”, yang memberi tebakan ilmiah soal bintang Betlehem!

Seberapa benar tebakan ilmiah tadi sama sekali tidak menarik perhatian saya. Sebab, saya yakin, Matius tidak bermaksud membuat laporan jurnalistik soal kedatangan para Majus. Bahkan sampai sekarang kita tidak tahu persis siapa para Majus yang dimaksud Matius. Bagi saya, kisah Matius itu justru membuka alternatif pemaknaan lain yang lebih gayut, jika kita memperhatikan beberapa rinciannya.

Saya ingin melihatnya sebagai pewartaan “subversif” Matius. Tanpa perlu masuk ke dalam rinciannya, tiga hal ini dapat membantu kita menemukan sifat “subversif” dalam kisah Matius. Pertama, perhatikan bagaimana Matius mengisahkan justru orang asing, yakni para Majus yang non-Yahudi, yang dapat memahami makna bayi yang baru dilahirkan.

Melalui kepekaan membaca tanda-tanda alam, mereka paham siapa sesungguhnya “raja orang Yahudi” (istilah yang hanya dipakai Matius!) yang baru dilahirkan. Dan berkaitan dengan itu, kedua, orang-orang Yahudi sendiri, terutama para ahli agama dan pemegang kuasa, justru ingin menyingkirkan bayi Yesus yang dianggap jadi ancaman status quo.

Bagi Herodes, pertanyaan para Majus jelas memukul posisinya sebagai penguasa, sehingga ia merasa perlu mengundang para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka sadar, kelahiran bayi yang disebut “raja orang Yahudi” itu akan mengguncang ke(ny)amanan yang selama ini dinikmati.

Akhirnya, ketiga, Matius mengisahkan para malaikat yang memberi tahu para Majus (non-Yahudi!) untuk mengambil “jalan lain”, dan mereka mematuhinya. Saya kira di sini drama ironis Matius mencapai puncaknya: bukan orang-orang yang, konon, adalah “bangsa pilihan”, yang diberi kabar malaikat, tetapi justru orang asing!

Dan persis itulah warta Injil yang “subversif” yang mengganggu ke(ny)amanan hidup kita. Sebab Natal memang, sebenarnya, warta yang bersifat “subversif”. Warta itu menjungkirbalikkan segala tatanan yang selama ini dipegang dan diyakini begitu saja. Bayangkan saja: Allah Yang Maha Tinggi justru memilih untuk menjadi bayi tak berdaya, dan bukan tatanan kekuasaan yang ada. Lagi pula, Allah juga memilih untuk mewartakan kabar penebusan-Nya pada orang-orang lemah, seperti para gembala (dalam kisah Lukas), atau orang Majus yang asing (dalam kisah Matius).

Pada Matius, warta “subversif” itu makin digarisbawahi karena kita melihat kontrasnya dengan sikap Herodes, si penguasa yang ketakutan dan ingin mempertahankan kekuasaannya dengan segala cara.

Kita tahu, nantinya Herodes bahkan tega membunuh semua anak-anak tak berdosa di Betlehem, setelah para Majus memilih jalan yang lain (lih. Mat 2:16-18). Di sini, saya kira, kita bertemu dengan paradoks dasar iman kristiani: perombakan tatanan justru dimulai dari “tepian kehidupan”, seperti pernah ditegaskan Paus Fransiskus, yakni dari mereka yang lemah, tak berdaya, disingkirkan, atau bahkan oleh “orang asing”.

Pada tepian kehidupan yang sering diremehkan itulah Allah bekerja untuk memperbarui kehidupan. Nantinya paradoks tadi mencapai puncaknya di Golgota saat Yesus disalibkan. Pada satu sisi, Golgota melambangkan Yesus sebagai “Mesias yang gagal” (failed Messiah). Tetapi kita tahu, pada sisi lainnya, justru kegagalan itu merupakan cara yang dipilih Allah untuk melaksanakan rencana penebusan-Nya.

Sayang sekali, warta “subversif” Injil itu kerap dilupakan saat kita merayakan Natal. Lebih sering Natal dilihat sekadar sebagai perayaan “ulang tahun” Yesus, sekaligus kesempatan hura-hura belanja akhir tahun. Dan kisah para Majus menjadi dongeng pengantar tidur, atau spekulasi ilmiah tentang “bintang Betlehem”.

Karena itu, saya menyambut gembira undangan PGI dan KWI agar kita merenungkan ulang “jalan lain” dalam merayakan Natal tahun ini. Renungan itu penting, karena di tahun mendatang kita akan memasuki “tahun politik” di mana kekuasaan diperebutkan habis-habisan. Persoalannya, dapatkah kita sadar lalu mengambil “jalan lain” dalam memaknai kekuasaan itu?

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu 24 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kepala Kebijakan LN  UE : Josep  Borrell :  Tak  Ada  Alternatif  Untuk  Kesepakatan  Nuklir  Iran

Next Post

Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya

Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya

Selain Gandeng FBI, Polisi Minta Pendapat Ahli Bahasa hingga Ahli Agama pada Kasus Saifuddin Ibrahim

Terbaru Kapolri Mutasi 704 Perwira

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist