• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Niluh Jelantik, Ingat, Orang Bali Tidak Takut Kehilanganmu-Mereka Takut Kehilangan Tamu

Ali Syarief by Ali Syarief
November 25, 2022
in Feature
0
Niluh Jelantik, Ingat, Orang Bali Tidak Takut Kehilanganmu-Mereka Takut Kehilangan Tamu
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak muda, saya suka dengan kata “jelantik”. Terkesan cantik, menawan. Baru ngeuh, setelah saya sering ke Bali, bahwa itu adalah nama seorang tokoh. Juga saat mendengar kata Niluh Jelantik, saya teringat sebuah jalan terkenal di daerah Kuta, Bali. Disitu ada restoran, yang menyajikan menu, roti dengan isi bayam (spinac). Saya sering singgah, untuk menikmatinya, dan tentu saja partnernya dengan secangkir black coffee.

Belakangan nama Niluh Jelantik yang lain, tiba-tiba viral, tak lama usai pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem. Dialetika muncul, bahwa itu pasti bukan dia, yang namanya populer di Kuta itu. Banyak diberitakan bahwa Niluh Jelantitk, hengkang dari Nadem. Ia memprotest  keputusan Nasdem, mencalonkan Anies Baswedan. Pro dan kontra mulai muncul. Nasdem kehilangan beberapa kader bersama Kadek Niluh. Tetapi di klaim, juga sejak Anies Baswedan dicapreskan, Nasdem diserbu ribuan kader baru.

Setelah menjadi veteran Nasdem, Kadek Niluh, tidak tinggal diam. Di akun medosnya, mulai nyerocos, yang banyak memicu pertikaian. Perseteruan  semakin memuncak, ketika Kadek Niluh sering menyerang adhominin terhadap Anies Baswedan. Hingga implisit ia ingin mengatakan Anis Baswedan itu sebagai BAB. Postingan itu, banyak ditentang oleh nitizen.

Tak terima di kik balik oleh nitizen, akhirnya ditemui Kadek Niluh rencana ingin melaporkan ke polisi akun penyerangnya, Kimberley Rebeca.

Saya tak tega, menuliskan berbagai perseteruan itu, apa adanya disini. Perseteruan menanggapi kicauan Kadek Niluh itu, teramat subjektif, kasar dan tak beradab.  Tulisan ini pun didorong oleh suatu pernyataan “bukan harus lapor polisi, tapi lapor ke dokter kulit”.

Untuk rata-rata orang Indonesia, saya mengklaim sendiri, terlalu sering saya pergi ke Bali. Setiap momen penting, saya ingin berada di Pulau seribu Dewa itu. Saat nyepi atau upacara besar lainnya, selalu hadir. Bahkan usai Bom Bali, dimana Bali nyaris tak ada tamu yang berkunjung, saya mengundang teman saya dari Australia (sesama sebagai Pembicara dan Jurnalis), untuk turut merasakan bagaimana Bali dalam keheningan.

Saya mempunyai banyak catatan wisdom, yang didapat dari inspirasi Bali. Mudah-mudahan ini di baca Kadek Ngiluh.

Ketika seluruh Pendeta Hindu di Bali berkumpul, dalam rangka perenungan setelah Bom Bali meledak, disaksikan oleh para kepala negara asing waktu itu, PM Australia John Howard, juga hadir dan disiarkan keseluruh pelosok dunia, Pendeta tertinggi Bali saat itu, dalam mengawali do’anya, Ia berkata seperti ini; “Alam Bali sudah kotor, marilah kita bersihkan kembali oleh kita semua, dengan masing-masing membersihkan diri”.

Kemudian salah seorang keluarga korban Bom JW Mariot, dalam mengantar mendiang Mokodompis (korban Bom Mariot) keliang lahatnya, beliau berkata; “jangan membalas kekerasan dengan kekerasan, marilah kita balas dengan kebaikan”.

Saya mengajak Kadek Niluh, untuk memaknai kebiasaan adat Bali, mandi menjelang purname, nyepi dan upacara-upacara lainnya, yang intinya adalah untuk mensucikan hati dan pikiran.

Ingat dek, orang Bali tidak takut kehilangan mu, mereka pada umumnya takut kehilangan pengunjung ke Bali. Karena merekalah Bali hidup, ribuan upacara ritual semarak, tari kecak hingar bingar ditiap Banjar, ogoh-ogoh makin meriah dan nyepi makin syahdu.

Matur Suksesma

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masa Depan Bank Syariah: Tak Bisa Lagi Pakai Ancaman Masuk Neraka, Kok Bisa?

Next Post

Dirut Bulog Ambil Langkah Hukum Kasus Hilangnya 500 Ton Beras, DPR: Patut Diapresiasi!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Reformasi INKOS KOSGORO Dari Organisasi Administratif Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Koperasi

July 30, 2026
Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali
Birokrasi

Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali

July 30, 2026
Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan
Feature

Re-Dakwaan JPU terhadap dr. Tifa: Tahapan Hukum Berlanjut Tanpa Putusan Sela Kedua

July 30, 2026
Next Post
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

Dirut Bulog Ambil Langkah Hukum Kasus Hilangnya 500 Ton Beras, DPR: Patut Diapresiasi!

Pembicaraan Rahasia Diantara Pertemuan Anies dan Koalisi Perubahan di Bali, Seperti Apa?

Gonjang-ganjing Koalisi Pilpres 2024, Ray Rangkuti: Kalau Anies Bertahan di Nasdem, PKS-Demokrat Akan Bertahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Birokrasi

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

by Karyudi Sutajah Putra
July 30, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setiap ada kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gaji...

Read more
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Reformasi INKOS KOSGORO Dari Organisasi Administratif Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Koperasi

July 30, 2026
Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali

Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali

July 30, 2026
Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

Re-Dakwaan JPU terhadap dr. Tifa: Tahapan Hukum Berlanjut Tanpa Putusan Sela Kedua

July 30, 2026
Pemalang Riwayatmu Kini: Habis Agung Terbitlah Anom

Pemalang Riwayatmu Kini: Habis Agung Terbitlah Anom

July 30, 2026
Negara Bukan Pedagang: Mengapa Kekuasaan Sulit Menjadi Pebisnis yang Baik

Negara Bukan Pedagang: Mengapa Kekuasaan Sulit Menjadi Pebisnis yang Baik

July 30, 2026
Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

July 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reformasi INKOS KOSGORO Dari Organisasi Administratif Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Koperasi

July 30, 2026
Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali

Menuju Fasisme Gaya Baru: Ketika Birokrasi Ditata dengan Komando dan Hukum Diakali

July 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist