• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

NU DI BENDO

by
June 30, 2024
in Cross Cultural, Feature
0
NU DI BENDO
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Dalam kehidupan masyarakat Sunda ada yang disebut dengan bendo. Diterjemahkan secara bebas, bendo sendiri diartikan sebagai tutup kepala yang terbuat dari kain. Dalam pemahaman lain, bendo menggambarkan kekuasaan seseorang atau rezim. Jadi, kalimat “nu di bendo” identik dengan “nu kawasa” atau “yang berkuasa”.

Kekuasaan dan kewenangan berada dalam genggaman penguasa. Dalam sistem Pemerintahan yang menganut prinsip demokrasi, untuk merebut kekuasaan sangat ditentukan oleh rakyat. Pilihan rakyat secara langsung yang akan menentukan jadi pemimpin bangsa. Itu sebabnya, demokrasi bisa dimaknai pula sebagai kedaulatan ada di tangan rakyat.

Di negara kita, alat untuk memilih pemimpin bangsa, dilakukan melalui proses Pemilihan Umum. Belum lama ini, kita sudah melewati proses tersebut, sehingga untuk 5 tahun ke depan (2024-2029) kita sudah memiliki Presiden terpilih dan Wakil Rakyat terpilih. Tidak lama lagi, kita juga akan melangsungkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota).

Pengalaman membuktikan, untuk meraih posisi “nu di bendo”, dalam suasana kekinian, bukanlah hal yang gampang untuk diraih. Selain memerlukan dukungan politik dari Partai Politik, juga sangat membutuhkan dana yang cukup besar. Menjadi pemimpin bangsa, tidak ada yang gratis. Tanpa modal kuat, jangan mimpi jadi “nu kawasa”.

Kekuasaan dan kewenangan, sejatinya merupakan amanah yang harus diwujudkan oleh orang-orang terpilih. Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota adalah orang-orang di jajaran eksekutif yang dipercaya rakyat untuk menyelenggarakan Pemerintahan. Sedangkan di kalangan legislatif, rakyat mempercayakannya kepada para Wakil Rakyat (DPD, DPR RI, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II).
“Nu di Bendo” atau “penguasa”, mestinya mampu menampilkan diri sebagai panutan rakyar yang telah memilihnya. Sebagai panutan penguasa pun dituntut untuk dapat mempertontonkan keteladanan dalam kiprah hidup sehari-harinya. Contoh, ketika Pemerintah mengkampanyekan program diversifikasi pangan, mereka perlu memberi teladan kepada rakyat untuk mengurangi konsumsi nasi.

Artinya, mana mungkin program diversifikasi pangan akan sukses, bila pemimpinnya sendiri setiap saat masih mengkonsumsi nasi. Padahal, akan lebih keren dan mendukung penuh keinginan meragamkan pola makan, kalau pemimpinnya pun mengkonsumsi nasi jagung atau nasi singkong sebagai psngan pokoknya. Yang penting jangan sampai terlihat hanya mengkonsumsi nasi. Apalagi terlihat rewog.

Kalau tidak memiliki karakter dan moral yang baik, yang namanya “nu di bendo” terkadang memiliki kesesatan berpikir dalam melakoni kehidupannya. Merasa diri punya kekuasaan dan kewenangan, terkadang “nu di bendo” lupa atas kehormatan dan tanggung-jawab yang diembannya. Istilah “ceuk saya soto nya soto. Padahal yang sebenarnya sayur lodeh”.

Gaya dan model kepemimpinan yang enggan dikritik, kelihatannya mulai mewabah dalam pribadi “raja kecil” yang ada di daerah. Mereka ingin apa yang ditempuhnya benar semua. Mereka akan marah jika ada stafnya yang mencoba memberi saran pendapat atas masalah yang dihadapi. Bahkan mereka pun bisa memutasi pejabat yang tidak loyal ke daerah yang terpencil.

Akibatnya wajar, jika dalam kehidupan birokrasi di Pemerintahan Daerah, apa yang disampaikan Kepala Daerahnya, dinilai sebagai “sabda pandito ratu”. Kepala Daerah adalah segalanya. Hanya dirinya yang dapat memindahkan jabatan seseorang dari yang basah ke kering atau sebaliknya. Alhasil, seluruh staf yang ada di Pemda, pasti tidak akan berani menolak apa yang dititahkan Kepala Daerah.

Tidak hanya itu. Selain soal mutasi jabatan, Kepala Daerah pun memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mengelola tata ruang dan wilayah daerahnya. Tidak boleh ada seorang pejabat pun di daerah yang berani mengurak-atik tata ruang. Kepala Daerah seolah-olah memiliki kewenangan untuk “menghitam-putihkan” ruang yang dikuasainya.

Satu lagi yang jadi kekuasaan mutlak Kepala Daerah adalah soal penetapan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD). Bersama TAPD (Tim Anggaran Pembangunan Daerah) yang dipimpin Sekretaris Daerah, Kepala Daerah akan melakukan lobi politik dengan Panitia Anggaran di DPRD. Setelah kompromi politik disepakati, maka APBD pun ditetapkan secara bersama.

“Nu di Bendo” memang tidak bisa dilawan. Di negeri ini, nu di bendo seolah menguasai semua jabatan dan staf yang ada dilingkungan kekuasaannya. Dirinya ibarat raja yang bisa bersikap sesukanya. Kalau dirinya sedang mujur, maka perilaku buruknya tida akan pernah ketahuan. Tapi, bila sedang apes, seabreg keburukannya pasti akan dikenali semua orang.

Itulah yang kini menimpa mantan Menteri Pertanian. Dalam Sidang Kasus Korupsi dan Grativitasi di Kementerian yang dipimpinnya terekam perilaku yang tidak terhormat. Bayangkan, kok bisa dirinya menggunakan anggaran Kementerian untuk membayar kartu kredit pribadinya atau membayar cicilan kredit mobil pribadi. Lebih sedih lagi, untuk memenuhi permintaan tersebut para pejabat di Kementerian terpaksa harus urunan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Risma, Azwar Anas dan Pramono Disiapkan PDIP Sebagai Calon Gubernur Jawa Timur

Next Post

Piala Eropa: Kalahkan Denmark Jerman Lolos ke Perempat Final

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Piala Eropa: Kalahkan Denmark Jerman Lolos ke Perempat Final

Piala Eropa: Kalahkan Denmark Jerman Lolos ke Perempat Final

Alumni AMI: Lebih Sukses Jadi Pengusaha daripada PNS

Alumni AMI: Lebih Sukses Jadi Pengusaha daripada PNS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...