• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nusantara dan Persia: Jejak Adab dalam Arah Pendidikan

fusilat by fusilat
May 3, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aries Musnandar (Dosen UNIRA Malang) & Mehdi Soltanzadeh (Dosen UM Malaysia)

Di tengah berbagai upaya memajukan pendidikan—dari pembaruan kurikulum hingga digitalisasi pembelajaran—kita jarang berhenti untuk bertanya: ke mana arah pendidikan ini sesungguhnya dibawa? Apakah ia sekadar mencerdaskan, atau juga membentuk manusia yang beradab?

Dari Nusantara hingga Persia, pendidikan dalam tradisi besar peradaban tidak pernah sekadar urusan pengetahuan. Ia tumbuh sebagai proses pembentukan manusia—yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab. Dalam khazanah Nusantara, nilai-nilai seperti budi, bahasa, dan hormat membentuk fondasi etika yang hidup dalam keseharian. Sementara dalam tradisi Persia, pendidikan berkembang sebagai jalan menuju kesempurnaan moral melalui perpaduan akal, jiwa, dan tindakan. Keduanya, meski lahir dari konteks yang berbeda, bertemu pada satu titik yang sama: bahwa adab adalah inti dari pendidikan itu sendiri.

Dalam tradisi Nusantara, adab tidak diajarkan sebagai konsep abstrak, melainkan dihidupkan melalui praktik sehari-hari. Ia hadir dalam cara berbicara, dalam sikap terhadap orang tua dan guru, serta dalam kesadaran akan posisi diri di tengah masyarakat. Nilai-nilai seperti budi pekerti dan hormat bukan sekadar norma sosial, tetapi menjadi kerangka etis yang menuntun perilaku individu. Bahasa pun memainkan peran penting—bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai cermin adab itu sendiri.

Praktik pendidikan di lingkungan keluarga, pesantren, dan madrasah menegaskan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan ilmu. Keteladanan guru, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap ilmu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan adalah proses menjadi, bukan sekadar mengetahui.

Sementara itu, dalam tradisi Persia, konsep adab berkembang dalam kerangka intelektual yang lebih sistematis. Para pemikir seperti Imam Ghazali dan Nasir al-Din Tusi memandang pendidikan (tarbiyah) sebagai proses bertahap menuju kesempurnaan moral. Tujuan akhirnya bukan hanya kecerdasan, tetapi harmoni antara akal, emosi, dan tindakan.

Melalui karya-karya sastra dan filsafat—dari Saadi Shirazi hingga Rumi—nilai-nilai adab ditransmisikan secara mendalam dan reflektif. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang belajar formal, tetapi juga melalui puisi, hikmah, dan perenungan. Bahasa Persia menjadi medium penting dalam menanamkan kesadaran etis yang halus namun kuat.

Meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, Nusantara dan Persia menunjukkan kesamaan yang mendasar: pendidikan selalu terkait dengan pembentukan karakter. Ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri, melainkan harus disertai dengan kemampuan untuk menempatkannya secara bijak dalam kehidupan.

Di tengah perkembangan pendidikan modern yang semakin menekankan capaian akademik dan keterampilan teknis, refleksi terhadap dimensi etik ini menjadi semakin penting. Bukan karena pendidikan kita kekurangan kemajuan, tetapi karena setiap kemajuan membutuhkan arah. Tanpa fondasi adab, ilmu berisiko kehilangan orientasinya.

Menghidupkan kembali adab dalam pendidikan tidak harus dimaknai sebagai kembali ke masa lalu. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk memastikan bahwa kemajuan yang kita capai tetap berpijak pada nilai. Adab dapat dihadirkan dalam bentuk sederhana: melalui keteladanan, budaya saling menghormati, penggunaan bahasa yang santun, serta kesadaran bahwa ilmu membawa tanggung jawab sosial.

Tokoh-tokoh seperti Hamzah Fansuri, Raja Ali Haji, dan Saadi Shirazi memberikan teladan bahwa pendidikan sejati adalah pertemuan antara pengetahuan, etika, dan spiritualitas. Warisan mereka menunjukkan bahwa peradaban besar tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedalaman adab. Dalam konteks inilah, refleksi atas arah pendidikan menjadi semakin relevan untuk terus dihadirkan.

Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya perkara memperluas pengetahuan, melainkan membentuk jati diri manusia. Ia menentukan bukan sekadar apa yang kita pahami, tetapi bagaimana kita bersikap dan mengambil peran dalam kehidupan. Dalam kerangka ini, adab tidak dapat diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi utama yang memberi arah, makna, dan batas etis bagi setiap proses pendidikan—agar seluruh capaian yang diraih benar-benar bermuara pada kemaslahatan bersama.

Di tengah arus perubahan yang kian deras, pendidikan kerap dihadapkan pada pilihan antara mengejar kemajuan dan merawat nilai. Namun dari Nusantara hingga Persia, sejarah seakan berbisik bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan. Ilmu dapat tumbuh tinggi, selama akarnya tertanam dalam adab. Dan dari sanalah, pendidikan menemukan bukan hanya arah, tetapi juga maknanya.

Profil Penulis:

1. Dr. Aries Musnandar.
Dosen pascasarjana UNIRA Malang dan pemerhati pengembangan SDM. Email: [email protected] | WA/HP: +62811362625

2. Dr. Mehdi Soltanzadeh. Ilmuwan Sejarah Iran, Pensyarah Kanan (Senior Lecturer) di Universiti Malaya, Malaysia. Email: [email protected] | Tel: +60196500820

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Simalakama Teddy Wijaya

Next Post

Data Mengerikan 86% Koruptor Indonesia Adalah Sarjana!

fusilat

fusilat

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Data Mengerikan 86% Koruptor Indonesia Adalah Sarjana!

Data Mengerikan 86% Koruptor Indonesia Adalah Sarjana!

Inilah Potret Indonesia Gelap: Ketika Pekerja Didominasi Tamatan SD

Inilah Potret Indonesia Gelap: Ketika Pekerja Didominasi Tamatan SD

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...