• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

OBSESI KEMAKMURAN PETANI

by
July 24, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
OBSESI KEMAKMURAN PETANI
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA –  KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT.

Kemakmuran berasal dari kata kerja Latin “affluere”, yang berarti “mengalir berlimpah”. Dengan demikian, seseorang atau sesuatu yang diberkati dengan kekayaan atau telah menerima banjir kekayaan, dapat disebut hidup dalam kemakmuran. Selanjutnya, dilihat dari sudut pandang ekonomi, kemakmuran adalah kemampuan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, maupun kebutuhan tertier.

Dari pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa kemakmuran pun dapat dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat dalam mengkonsumsi sesuatu. Keluarga yang kesehariannya mengkonsumsi nasi sebagai pangan pokok, cenderung akan dikatakan lebih makmur ketimbang yang menjadikan singkong atau jagung sebagai makanan pokoknya.

Kemakmuran merupakan suatu keadaan yang tumbuh berkembang, berkemajuan, memiliki keberuntungan baik dan/atau memiliki status sosial yang sukses. Kemakmuran sering kali mencakup kekayaan, tetapi juga meliputi faktor-faktor lain yang mungkin saja terpisah dari kekayaan pada berbagai tingkat, misalnya kebahagiaan dan kesehatan.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang diterbitkan pada 2020, Norwegia menempati peringkat teratas sebagai negara yang paling makmur di dunia, diikuti oleh Irlandia, Swiss, Hong Kong, dan Islandia.
Lantas, apa dan bagaimana yang disebut dengan Obsesi Kemakmuran Petani itu sendiri ?

Obsesi adalah ide atau perasaan yang sangat merasuki pikiran. Petani makmur sendiri merupakan potret kehidupan petani yang dalam kiprah kesehariannya, telah mampu menjawab sekaligus menyelesaikan masalah lahir batin kehidupannya. Dengan demikian, Obsesi Petani Makmur lebih memberi makna adanya harapan kehidupan yang lebih baik bagi petani.

Gambaran petani di negara kita, belumlah seindah yang dibayangkan. Petani, terlebih petani gurem dan petani buruh, terekam masih hidup nelangsa dan memprihatinkan. Hanya sebagian kecil, petani yang dapat merasakan nikmatnya pembangunan. Akibatnya lumrah, jika kemudian banyak pihak yang memvonis petani identik dengan korban pembangunan.

Menyedihkan, memang ! Tidak seharusnya petani menjadi korban. Di negeri ini, petani memiliki hak untuk hidup sejahtera. Kewajiban Pemerintahlah untuk mensejahterakan nya. Itu sebabnya, siapa pun yang diberi amanah rakyat untuk mengelola bangsa dan negara, sudah sepatutnya mereka jangan sampai melupakan hak petani dan kewajiban Pemerintah atas petani.

Di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan, mengapa sebagai bangsa yang telah mampu menyabet penghargaan dunia atas kisah sukses Swasembada Beras, nasib dan kehidupan petaninya masih hidup menderita ? Apakah tidak ada korelasi positip antara swasembada beras dengan kesejahteraan petani ? Bukankah bila produksi berlimpah, maka penghasilan petani akan semakin membaik ?

Pertanyaan ini wajar mengemuka. Aneh bukan, kok bisa bila produksi meningkat maka kesejahteraan petani jalan ditempat ? Yang betul adalah jika petani mampu menggenjot produksi hingga tercapai swasembada, mesti ya penghasilan petani jadi meningkat, sehingga kesejahteraan petani jadi semakin membaik dan tidak lagi jalan ditempat.

Anggapan kalau produksi meningkat otomatis kesejahteraan petani semakin membaik, kelihatannya perlu segera dihapus dari benak kita bersama. Sebab, fakta menunjukan, naiknya produksi, ternyata belum mampu mendingkrak penghasilan petani. Mengapa ? Jawabannya, karena yang namanya kesejahteraan petani akan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, faktor harga di petani.

Selama jebakan harga gabah di saat panen raya masih terus berlangsung, seperti harga gabah yang selalu anjlok, maka selama itu pula kesejahteraan petani sulit untuk membaik. Ini yang membuat kita sering geleng-geleng kepala. Kenapa ya, Pemerintah seperti yang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan harga gabah pada saat panen raya ?

Lalu, bagaimana dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki untuk melahirkan kebijakan perlindungan dan pembelaan terhadap petani ? Untuk komoditas gabah dan beras misalnya, selama ini Pemerintah tampil dengan menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sayang, kebijakan ini terkesan kalah hebat ketimbang kekuatan pasar sebagai penentu harga.

Bila kita bicara soal kesejahteraan dan kemakmuran petani, faktor harga jual gabah di tingkat petani, betul-betul sangat menentukan. Cukup mengagetkan, mengapa setiap musim panen tiba, harga gabah selalu anjlok ? Padahal, jauh-jauh hari sebelum tiba panen raya, petani sering bersuara dan minta kepada Pemerintah untuk menjaga harga gabah agar tetap berada pada tingkat yang menguntungkan petani.

Bagi sebagian besar petani di negeri ini, panen raya kerap kali dipersepsikan sebagai momen untuk menjemput dan menghadirkan masa depan yang lebih baik. Panen raya merupakan kesempatan emas untuk dapat berubah nasib. Penantian panjang sekirar 3 bulan lebih, pasti akan membuat para petani kecewa berat, jika harga jual gabah petani di saat panen raya anjlok.

Suara petani seperti ini, tentu sudah terdengar oleh Pemerintah. Bahkan ada pejabat Pemerintah yang meminta kepada segenap stakehorders perberasan untuk menjaga agar harga gabah tidak anjlok pada saat panen raya. Catatan kritisnya, mengapa sekalipun Pemerintah sudah memahami dengan baik apa yang nenjadi aspirasi petani, saat panen raya harga gabah tetap anjlok ?

Membingungkan ! Mengapa setiap panen raya harga gabah selalu anjlok ? Padahal, beberapa waktu sebelumnya, para petani sempat riang gembira, karena harga gabah di perani mampu menembus angka Ro.7000,- per kg. Sayang, kegembiraan petani tidak berlangsung lama. Saat panen raya tiba, harga gabah lagi-lagi anjlok seperti musim panen yang lalu-lalu.

Tak terbayang, jika suasana anjloknya harga gabah saat panen raya menjadi nilai kehidupan dalam dunia pertanian di Tanah Merdeka, boleh jadi yang namanya kemakmuran petani, tetap mengedepan sebagai cita-cita. Persoalannya adalah apakah kita tidak memiliki kemampuan untuk melahirkan terobosan cerdas agar pada saat panen raya, harga gabah sesuai dengan yang diinginkan para petani ?

Sebagai warga bangsa yang telah mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di panggung internasional melalui kisah sukses swasembada beras, keberadaan petani benar-benar sangat strategis dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Petani harus dibela dan dilindungi, kalau ada pihak-pihak yang ingin meminggirkannya dari pentas pembangunan.

Itu sebabnya, ke depan kita berharap agar di negeri ini, tampil pemimpin bangsa yang tanpa paksaan berkenan untuk memuliakan para petani. Sosok ini dimintakan untuk berani membawa pedang samurai dalam rangka memakmurkan kehidupan kaum tani. Andai semangat ini dapat diwujudkan, “obsesi kemakmuran petani”, tentu bakal kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari. Saatnya, kita jelang suasana tersebut.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi’s Legacy: Nepotism, Debt, and Corruption Shadow His Final Years

Next Post

Muhammadiyah Tanggapi Kerjasama dengan Leimena. NGO Afiliasi AJC

Related Posts

Economy

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026
Economy

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026
Feature

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026
Next Post
Muhammadiyah Tanggapi Kerjasama dengan Leimena. NGO Afiliasi AJC

Muhammadiyah Tanggapi Kerjasama dengan Leimena. NGO Afiliasi AJC

Buntut Korupsi Dana Hibah BUMN, PWI Didemo Ratusan Jurnalis

Buntut Korupsi Dana Hibah BUMN, PWI Didemo Ratusan Jurnalis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...