“Investor domestik ini ada mitra asingnya. Contoh, Pakuwon sama Marriot. Ada Westin, ada Four Season,” ujar Agung ketika ditemui di sela acara Roadshow Peluang Investasi IKN di Jakarta pada Jumat, (1/11).
Jakarta – Fusilatnews – Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) Agung Wicaksono mengklaim kehadiran investor asing yang menanamkan modal di IKN, melalui skema kerja sama dengan investor domestik atau dalam negeri.
“Investor domestik ini ada mitra asingnya. Contoh, Pakuwon sama Marriot. Ada Westin, ada Four Season,” ujar Agung ketika ditemui di sela acara Roadshow Peluang Investasi IKN di Jakarta pada Jumat, (1/11).
Contoh lainnya,kata Agung, PLN yang bermitra dengan investor Singapura, Sembcorp, dalam proyek solar panel.
“Jadi, memang investor asing sudah masuk dan kerja sama dengan investor domestik. Tapi mungkin yang kelihatan tampil di depan, investor domestik.”
Dalam kesempatan sebelumnya, Lantaran terlalu banyak investor asing yang berminat masuk IKN. Sedangkan pemerintah ingin memprioritaskan investor dalam negeri. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan mengerem investor asing yang ingin menanamkan modal di IKN.
Pernyataan itu mendapat dikritik anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama. dengan mengatakan itu tidak logis.
“Sebab hingga saat ini belum ada satu rupiah pun dana dari investor asing yang diturunkan. Sehingga tidak jelas apa yang direm, karena pada dasarnya memang investor asing tidak ada yang datang,” kata Suryadi melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 November 2023. lalu
Investor yang tertarik pada IKN, kata Suryadi, masih sebatas LoI. Namun, belum jelas statusnya apakah maju ke tahap non disclousure agreement (NDA) atau bahkan mendapatkan surat izin prakarsa proyek.
“Kami memandang alasan ‘pengereman’ investasi luar negeri ini sebatas gimmick untuk menunjukkan seolah-olah investasi di IKN laku keras. Padahal kenyataannya belum ada satu rupiah pun investasi asing yang dikucurkan,” ujar Suryadi.
Kritikan Suryadi ditanggapi oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadlia. “Kenapa? Karena daerah prime itu kalau boleh semua dalam negeri,” kata Bahlil saat ditemui di Shangri-La Jakarta, Rabu, 8 November 2023.
“Supaya IKN dari kita untuk kita. Nanti di layer 2 dan 3 baru bisa memberikan opsi kepada asing.”
Bahlil optimistis investor dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan investasi di IKN. Buktinya, kata , pembangunan terus dimulai. “Groundbreaking jalan terus,” ucapnya.


























