• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

OTT Demi OTT, Mengapa Korupsi Tetap Hidup?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 6, 2026
in Birokrasi, Crime, Feature
0
KPK Sita Dokumen dan Barang dari Rumah Ridwan Kamil Terkait Kasus Bank BJB
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Entang Sastraatmadja

Lagi-lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, dalam satu hari yang sama, OTT digelar di dua lokasi berbeda: Banjarmasin dan Jakarta. OTT di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkaitan dengan perkara restitusi pajak, sementara OTT di Jakarta menyangkut penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan di Kantor Bea dan Cukai.

Dua OTT dalam satu hari pada Februari 2026 ini mengulang pola yang terjadi sebulan sebelumnya. Pada Januari 2026, KPK juga melakukan OTT terhadap dua kepala daerah—Bupati Pati, Jawa Tengah, dan Wali Kota Madiun, Jawa Timur—yang sama-sama ditangkap pada hari yang sama. Satu hari, dua OTT.

Beberapa waktu lalu, publik pun dihangatkan oleh kabar penggeledahan rumah mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan era Presiden Jokowi oleh Kejaksaan Agung. Penggeledahan tentu berbeda dengan OTT. Namun demikian, baik penggeledahan maupun OTT merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi dan kejahatan kerah putih lainnya.

Yang menarik untuk didalami adalah ironi yang mengemuka: di saat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto begitu gencar menabuh genderang perang melawan korupsi, justru semakin sering publik disuguhi kabar pejabat negara dan pejabat publik yang terjaring OTT. Ada apa sebenarnya dengan praktik penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan di “barisan pemerintahan” saat ini?

Sesungguhnya, kejahatan kerah putih bukanlah fenomena baru. Praktik korupsi yang dilakukan oleh mereka yang memegang kekuasaan telah berlangsung sejak lama. Korupsi oleh pejabat setingkat menteri, bupati, maupun wali kota sudah berulang kali terjadi. Jika data KPK, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian dibuka, daftar penguasa yang berakhir sebagai “penghuni hotel prodeo” bukanlah jumlah yang kecil.

Kejahatan kerah putih kini telah menjelma menjadi penyakit pembangunan yang kronis. Karena itu, semangat Presiden Prabowo untuk memeranginya patut didukung sepenuh hati. Presiden memahami betul bagaimana kejahatan kerah putih menjadi salah satu penyebab utama bangsa ini terus terjerat dalam lingkaran kemiskinan yang seolah tak berujung.

Gencarnya Aparat Penegak Hukum—KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri—dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu sejatinya hendak memberi kepastian kepada publik bahwa apa yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato-pidatonya bukan sekadar retorika. Ia harus nyata dan terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks ini, pemerintah dituntut memiliki kemampuan merancang dan merumuskan langkah-langkah cerdas serta sistematis untuk melawan kejahatan kerah putih. Penguatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, dan edukasi publik harus dilakukan secara berkesinambungan, konsisten, dan bermartabat.

Catatan kritisnya, mungkinkah kejahatan kerah putih benar-benar dihapus dari Tanah Merdeka ini? Jawabannya: sangat mungkin. Syaratnya, aparat penegak hukum harus bekerja secara objektif, independen, profesional, transparan, dan akuntabel agar proses penegakan hukum berjalan adil dan efektif.

Yang dimaksud objektif adalah tidak memihak serta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi atau kelompok. Independen berarti bebas dari tekanan dan intervensi kekuasaan. Profesional menuntut kompetensi dan integritas yang tinggi. Transparan mengharuskan proses hukum yang terbuka dan dapat diawasi publik. Sementara akuntabel berarti setiap tindakan dan keputusan aparat dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

Maraknya kejahatan kerah putih di kalangan “barisan pemerintahan”, di tengah kerasnya seruan Presiden Prabowo melawan korupsi, sejatinya menunjukkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan telah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Bayangkan jika tidak ada peringatan keras dari Presiden dan tidak diikuti tindakan nyata aparat penegak hukum—betapa buram dan memalukan wajah kehidupan berbangsa dan bernegara kita hari ini.

Ironisnya, meski sudah ada peringatan keras dan tindakan tegas berupa penangkapan serta pemenjaraan para pelaku, praktik korupsi tetap marak. Masih adanya kepala daerah yang terjaring OTT KPK merupakan bentuk pembangkangan terbuka terhadap kemauan politik pemerintah yang menginginkan Indonesia bebas dari korupsi.

Pertanyaannya kemudian, apakah Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang dihadiri ribuan pejabat negara dan digelar di Sentul, Bogor, akan ampuh memberantas kejahatan kerah putih? Rasanya tidak sesederhana itu. Perang melawan kejahatan kerah putih tidak cukup hanya dengan OTT atau memaksa pelakunya mengenakan rompi oranye.

Faktanya, kejahatan kerah putih tetap terjadi karena beberapa faktor. Pertama, adanya jaringan kejahatan yang kuat dan luas. Kedua, korupsi yang bersifat sistemik, bahkan melibatkan institusi yang seharusnya berfungsi sebagai pengawas. Ketiga, penegakan hukum yang belum sepenuhnya optimal, sehingga pelaku tidak merasakan efek jera. Keempat, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak destruktif kejahatan kerah putih.

Semoga bangsa ini tidak lelah berharap dan berjuang.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jeffrey Epstein Kekinian: Sejarah Berulang dan Menjadi Bola Liar

Next Post

Wartawan, dan Tabiat Penguasa – PS,SBY dan JKW

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Wartawan, dan Tabiat Penguasa – PS,SBY dan JKW

Wartawan, dan Tabiat Penguasa - PS,SBY dan JKW

Jum’at dan Agama yang Kehilangan Keberanian

Jum’at dan Agama yang Kehilangan Keberanian

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...