• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wartawan, dan Tabiat Penguasa – PS,SBY dan JKW

Ali Syarief by Ali Syarief
February 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Wartawan, dan Tabiat Penguasa – PS,SBY dan JKW
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Cara paling jujur membaca tabiat seorang penguasa sebenarnya sederhana: lihat bagaimana ia memperlakukan wartawan. Dari sana, watak kekuasaan biasanya terbuka tanpa perlu pidato kenegaraan.

Di Indonesia, relasi itu tampak jelas dari tiga figur presiden terakhir. Prabowo Subianto, sang jenderal, justru bisa dikatakan relatif dekat dengan pers. Nada bicaranya keras, gaya militernya kental, tapi ia tidak alergi mikrofon. Ia mau datang, mau menjawab, mau beradu argumen. Pers diperlakukan sebagai lawan bicara—bukan gangguan. Ada ego, ada ledakan emosi, tetapi juga ada kesediaan diuji.

Susilo Bambang Yudhoyono berada di spektrum berbeda. Ia rapi, runtut, kalimatnya tersusun seperti laporan resmi. Tidak memusuhi pers, namun menjaga jarak aman. Wawancara dengannya sering terasa seperti mendengarkan kuliah umum: sistematis, panjang, dan terkendali. Semua terdengar benar, meski kadang terlalu steril untuk terasa manusiawi.

Lalu Jokowi. Di awal kekuasaan, ia dielu-elukan sebagai presiden yang dekat dengan wartawan. Blusukan, senyum, gaya orang biasa. Pers merasa disapa. Namun ketika pertanyaan mulai menukik—soal kebijakan, tanggung jawab, atau keputusan politik—jawaban kerap menghindar. Lahirlah meme nasional: “Lho, kok tanya ke saya?” Presiden yang hadir secara fisik, tetapi sering absen secara substansi.

Dari sini, pelajaran penting muncul: kedekatan dengan pers tidak selalu berarti keterbukaan pada kebenaran. Ada yang tegas tapi siap diuji, ada yang rapi tapi dingin, dan ada pula yang ramah namun gemar mengelak.

Fenomena ini bukan hanya milik Indonesia. Di banyak negara, sikap penguasa terhadap pers menjadi indikator awal kualitas demokrasi. Seorang perdana menteri Swedia, Ulf Kristersson, ketika masih memimpin oposisi, datang ke wawancara tanpa pengawal. Duduk di kafe, menjawab semua pertanyaan dengan bahasa Inggris yang rapi, lalu pamit sopan karena ada janji lain. Tidak ada drama, tidak ada larangan. Dari situ, orang bisa menebak: negara ini mungkin tidak sempurna, tetapi pemimpinnya tidak merasa dirinya pusat segalanya.

Bandingkan dengan pejabat dari negeri lain yang merasa kekuasaan adalah milik pribadi. Wartawan diteriaki, akses ditutup, dan diminta menulis versi pemerintah—bukan kebenaran. Untung masih ada wartawan yang keras kepala. Ia menulis fakta, bukan pesanan.

Pelajaran globalnya jelas: penguasa yang alergi pada pertanyaan biasanya sedang menyembunyikan sesuatu. Orang jujur tidak butuh marah. Orang bersih tidak perlu membungkam.

Hal yang sama juga berlaku di ekonomi dunia. Dolar Amerika—mata uang yang lama dianggap tak tergoyahkan—mulai kehilangan wibawa. Pasar gelisah, investor panik, lalu kembali tenang ketika kegilaan kebijakan ditarik remnya. Setiap kali pengumuman impulsif keluar dari Gedung Putih, pasar bereaksi seperti kehilangan kompas. Dunia belajar satu hal pahit: kekuasaan yang tak siap diuji selalu melahirkan ketidakpastian.

Bagi pembaca FusiLatNews, benang merahnya sederhana namun penting. Pers bebas bukan musuh negara. Ia adalah cermin. Dan seperti cermin, ia sering dibenci bukan karena ia berbohong, melainkan karena ia jujur.

Jika wartawan ditakuti, negara sedang sakit.
Jika kritik dianggap musuh, kekuasaan sedang panik.
Dan jika semua diminta diam, biasanya ada yang sedang sibuk menyembunyikan sesuatu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

OTT Demi OTT, Mengapa Korupsi Tetap Hidup?

Next Post

Jum’at dan Agama yang Kehilangan Keberanian

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Jum’at dan Agama yang Kehilangan Keberanian

Jum’at dan Agama yang Kehilangan Keberanian

Doa-doa yang Tak Pernah Sampai Karena Kezaliman

Doa-doa yang Tak Pernah Sampai Karena Kezaliman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist