• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Outlook Ekonomi 2023

fusilat by fusilat
December 26, 2022
in Feature
0
Gelombang PHK dan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Gedung-gedung bertingkat sebagai pusat perekonomian di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal resesi ekonomi global pada 2023. Ekonomi dunia akan masuk jurang resesi seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan sebagian besar bank sentral di dunia secara bersamaan.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Anggito Abimanyu Dosen UGM

PADA setiap bulan Desember biasanya pelaku ekonomi, dunia usaha atau pebisnis melakukan evaluasi tahun berjalan dan memperhitungkan prospek kedepan. Demikian juga dengan Pemerintah dan Bank Indonesia, sesuai dengan tujuan masing-masing, mereka melakukan proyeksi perekonomian nasional untuk basis perhitungan APBN, kebijakan ekonomi makro, mikro, perdagangan, kebijakan sektoral dan kaitannya dengan indikator lain seperti kesejahteraan rakyat dan sosial. Evaluasi secara umum dinyatakan bahwa tahun 2022 lebih baik dari tahun 2021. Penyebaran pandemi covid-19 sudah sangat menurun pada awal 2022 hingga saat ini.

PPKM sudah berada pada level terendah dan diharapkan mencapai bebas covid-19 pada 2023. Dua kali vaksin sudah disebarluaskan, plus booster. Bahkan saat ini penduduk usia 60 tahun keatas dapat memperoleh booster kedua. Kinerja impresif perekonomian Indonesia juga terus dipertahankan sepanjang tahun 2022 dan didukung dengan faktor eksternal yang masih cukup aman. Sektor keuangan masih tetap sehat, sehingga Indonesia tidak termasuk ke dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2022 tumbuh impresif 5,72 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2022 diperkirakan di atas 5,2 persen, naik dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar 3,69 persen. Pada 2023, misalnya, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 sebesar 5,3 persen. Proyeksi Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 pada kisaran 4,5 persen-5,3 persen. Dua-duanya masih sejalan.

Pemerintah menggunakan proyeksi tersebut sebagai asumsi dalam perhitungan APBN tahun berikutnya. Sementara Bank Indonesia menggunakan proyeksi tersebut untuk melakukan perhitungan inflasi dan besaran kebijakan moneter yang diperlukan untuk mencapai target makronya. Di samping pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia juga memperkirakan proyeksi inflasi. Tahun 2023 inflasi yang dihitung berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan menurun dan kembali ke dalam sasaran jangka menengah 3,0±1 persen. Lembaga-lembaga internasional juga melakukukan proyeksi untuk keperluan perbandingan antar negara dan program-program terkait. Tahun 2023, lembaga-lembaga internasional, seperti IMF, WB, ADB dan lembaga lainnya memperoyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada rentang antara 4,7 persen hingga 5,1 persen. Meskipun di bawah proyeksi Pemerintah dan Bank Indonesia, pertumbuhan di kisaran 5 persen sudah dalam jalur yang benar dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.

Ancaman Global

Tahun 2023 akan diperkirakan mulai datang badai resesi global. Inflasi global belum mereka, Inflasi di AS masih tinggi, suku bunga FFR tampaknya masih akan dinaikkkan awal 2023. Kenaikan suku bunga di AS menjadi triger suku bunga di Indonesia dan emerging market yang lain ikut naik. Covid-19 masih belum sepenuhnya bebas, khususnya di China. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 akan melambat bersamaan dengan terjadinya inflasi global dan ketidakstabilan mata uang. Beberapa respons telah dilakukan di tingkat global adalah pembentukan Pandemic Fund dan peningkatan dana IMF dalam bentuk SDR. Jumlah komitmen kepada dana pencegahan krisis IMF mencapai 81,6 miliar dollar AS dalam bentuk mata uang gabungan– Special Drawing Rights (SDRs) dengan kesanggupan total adalah 100 billion dollar AS untuk negara yang membutuhkan.

Ada juga dana Resilience and Sustainability Trust (RST) untuk membantu negara low-income countries, negara kecil dan negara menengah yang rawan atau negara yang sedang melakukan reformasi struktural, namun menghadapi risiko makroekonomi, termasuk pandemik dan perubahan iklim. Kemudian komitmen untuk membentuk pandemic fund, jika terjadi suatu pandemi lagi di masa depan. Dalam deklarasi G20 disebutkan bahwa Pandemic fund yang dibutuhkan mencapai sebesar 31,1 miliar dollar AS per tahun untuk membiayai sistem pencegahan, persiapan, dan respons terhadap pandemi pada masa yang akan datang. Dana tersebut nantinya akan berasal dari anggota G20, negara non G20, dan lembaga filantropis dunia.

Di Indonesia, kita terus berbenah. Bank Indonesia terus melakukan penyesuaian dengan kondisi global. Pada 22 Desember 2022, BI menaikkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, hingga menjadi 5,50 persen. Kenaikan suku bunga tersebut untuk mestabilkan ekonomi. Menjelang akhir tahun, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 8,56 persen (ytd) dibandingkan dengan akhir 2021. Depresiasi nilai tukar Rupiah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara lain di kawasan, seperti Tiongkok 8,96 persen (ytd) dan India 10,24 persen (ytd). Di sisi perbankan, permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) Oktober 2022 tetap tinggi sebesar 25,08 persen. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) pada Oktober 2022 yang tercatat 2,72 persen (bruto) dan 0,78 persen (neto) dalam batas yang aman.

Tahun 2022, Indonesia sudah mulai memperkuat ketahanan sektor keuangan. UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sudah disahkan. Isinya antara lain, pertama, penguatan dan stabilitas sistem keuangan jaring pengaman sistem keuangan. Kedua, penguatan kebijakan sektor keuangan. Ketiga, penguatan tata kelola lembaga keuangan dalam pelaporan, inovasi teknologi, dan literasi keuangan. Keempat, pengaturan mengenai konglomerasi keuangan, akses pembiayaan, inklusi keuangan. Kelima memperkuat kegiatan usaha koperasi simpan pinjam, lembaga keuangan mikro, dan lembaga keuangan syariah. Pengaturan omnibus UU P2SK dimaksudkan supaya sinergi yang lebih optimal dari lembaga-lembaga tersebut dalam mengelola penanganan dan pengembangan sektor keuangan di Indonesia. Materi dan tujuan UU ini sudah sejalan. G20 menyerukan kepada semua negara untuk memperkuat resiliensi kebijakan moneter, tata kelola dan kesehatan sektor keuangan menghadapi berbagai rangkaian krisis keuangan global yang akan datang secara bergelombang.

Tugas dari BI, OJK dan LPS tidak lagi hanya membentengi stabilitas makro ekonomi, namun juga harus dapat menahan penurunan laju pertumbuhan ekonomi dan menjaga dari goncangan yang tiba-tiba. UU P2SK tetap menetapkan independensi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. Tindakan-tindakan BI dalam berbagai kebijakan moneter tetap dapat dilaksanakan secara independen dengan penuh tanggung jawab. Perluasan peran LPS dalam penanganan bank dan asuransi yang mengalami masalah likuiditas dan solvabilitas ada dalam UU. Demikian juga dengan OJK, dengan adanya legalitas ini, OJK akan dapat berperan lebih besar dalam kesehatan, pertumbuhan dan inklusifitas sektor keuangan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa UU P2SK dimaksudkan menjaga stabilitas makro ekonomi melalui kredibilitas kebijakan, pola koordinasi, tata kelola dan intermediasi jasa keuangan serta antipasti krisis. Prospek sektor riil akan sangat tergantung pada respons kebijakan makro, yakni upaya menurunkan inflasi, suku bunga, stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan sektor keuangan dan perbankan akan menjalankan fungsi intermediasi. Bank harus juga mampu untuk menolong nasabah yang kesulitan usaha karena masalah eksternal dan rawan. Prospek 2023 bagi Indonesia tergolong cukup baik di tengah badai krisis keuangan global. Covid-19 belum seluruhnya mereda. Kesiapan dunia dan domestik sudah cukup optimal, namun pada akhirnya tergantung seberapa besar efek domino akan terjadi dan secapat apa respons kebijakan. Kebijakan yang baik belum tentu berjalan tanpa penguatan kelembagaan untuk dapat bergerak cepat dan tetap terlindungi dari masalah hukum. Waktu belum tentu berpihak kepada kita. Selama Tahun Baru 2023.

Anggito Abimanyu Dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ketua Departemen Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM. Ketua Bidang Organisasi, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia

Dikutip Kompas.com, Senin 26 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua KPU Dilaporkan Ramai-Ramai Soal Pelecehan Sexual

Next Post

Di Jepang: Kembali Tanpa Makser Masih Sebagai Mimpi

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Di Jepang: Kembali Tanpa Makser Masih Sebagai Mimpi

Di Jepang: Kembali Tanpa Makser Masih Sebagai Mimpi

Membongkar Niat Busuk Jokowi di IKN : Begini Ulasan Roky Gerung

Isu Penundaan Pemilu Makin Gencar, Rocky Gerung Ungkap Alasannya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist