Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Masih ingatkah kita akan anggota TNI Lettu Laut Eko Damara (30) yang bunuh diri usai terlilit utang akibat judi online, Maret lalu?
Personel kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile RI-PNG Batalyon Infanteri 7 Marinir itu meninggalkan utang sekitar Rp819 juta sebelum bunuh diri.
Menyusul kemudian Prajurit Dua Prima Saleh Gea, anggota Batalyon Kesehatan 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad Bogor, Jawa Barat, yang tewas gantung diri karena terjerat utang akibat judi online.
Masih ingatkah pula kita akan insiden seorang polisi wanita, Briptu Fadhilatun Nikmah atau Dila (28) membakar suaminya yang juga seorang polisi, Briptu Rian Dwi Wicaksono (27) di Mojokerto, Jawa Timur, Juni lalu gegara sang suami kecanduan judi online?
Ternyata peristiwa-peristiwa tragis itu hanya fenomena dari puncak gunung es di lautan. Masih banyak tentara dan polisi yang terlibat judi online yang entah nasibnya nanti akan seperti apa.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, 97 ribu anggota TNI-Polri terlibat judi online.
PPATK juga mencatat, sebanyak 461 pejabat negara terlibat judi online.
Akhirnya ibarat peribahasa pagar makan tanaman. Pagar yang seharusnya menjaga tanaman, justru memakan tanaman yang seharusnya dijaga.
Salah satu tugas Polri, yang sering dibantu TNI, adalah memberantas segala bentuk perjudian, termasuk judi online atau daring. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Padahal perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah jelas dan tegas. Semua pejabat dan anggota Polri, dari struktur tertinggi hingga terendah, harus memberantas segala bentuk perjudian, tak terkecuali judi online.
Bagi pejabat Polri yang tak mampu memberantas judi online akan dicopot. Bagi polisi yang terlibat judi online, akan dipecat.
Perintah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga sudah jelas dan tegas. Siapa pun prajurit yang terlibat judi, apakah perwira, bintara atau tamtama, akan dipecat.
Dengan adanya data dari PPATK di mana 97 ribu TNI-Polri terlibat judi online, lalu apa kabar Panglima TNI dan Kapolri? Apakah yang telah, sedang dan akan mereka lakukan?
Lalu, bagaimana pula dengan 461 pejabat negara yang terlibat judi online, apa yang akan dilakukan Kapolri terhadap mereka? Apakah Jenderal Listyo Sigit Prabowo berani menindak pejabat negara yang terlibat judi online?
Belah Bambu
Lalu, bagaimana pula dengan pejabat negara yang diduga ikut mempromosikan judi online, seperti Denny Cagur, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan?
Bagaimana pula dengan 27 artis yang menurut Denny Cagur mempromosikan judi online seperti dirinya?
Selain Denny Cagur, ke-27 artis itu di antaranya Gilang Dirga, Boy William, Nikita Mirzani dan Wulan Guritno.
Denny Cagur dan Wulan Guritno sudah diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Tapi apa hasilnya? Mengapa mereka tidak ditahan?
Nasib berbeda dialami Gunawan Sadbor, TikToker asal Sukabumi, Jawa Barat, yang ditangkap polisi dan ditetapkan tersangka karena diduga mempromosikan judi online saat live di TikTok.
Gunawan Sadbor berjoget “Patuk Ayam” sambil live TikTok dan mendapat saweran dari penonton. Diduga penyawer adalah akun judi online. Itulah alasan polisi menangkap Sadbor, Kamis (31/10/ 2024) lalu.
Bayangkan, Gunawan Sadbor yang semula berprofesi sebagai penjahit keliling yang kemudian menghasilkan uang dengan menjadi TikToker, dan juga ikut mengangkat ekonomi tetangga-tetangganya dengan ikut joget “Patuk Ayam”, tiba-tiba ditangkap polisi. Pendapatan mereka pun langsung drop.
Di pihak lain, 27 artis yang diduga mempromosikan judi online sejauh ini masih bebas berkeliaran.
Yang terjadi kemudian ibarat membelah bambu. Sebelah diangkat, sebelahnya lagi diinjak.
Hukum pun ibarat pedang bermata tunggal yang hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.
Alhasil, kita menunggu langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak 27 artis yang mempromosikan judi online, 97 ribu TNI-Polri yang terlibat judi online, dan 461 pejabat negara yang juga terlibat judi online.
Jangan beraninya hanya kepada Gunawan Sadbor yang kecil dan lemah secara ekonomi dan politik!
























