• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Panen Raya 2025: Negara Hadir untuk Petani, HPP Gabah Tak Bisa Ditawar

by
March 10, 2025
in Economy, Feature
0
Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Menjelang pertengahan Maret 2025, panen padi mulai berlangsung di berbagai daerah. Para petani tampak bersuka cita setelah menanti lebih dari 100 hari untuk momentum panen raya. Mereka berharap panen kali ini berbeda dari sebelumnya, dengan optimisme bahwa negara kini benar-benar hadir dalam kehidupan mereka.

Dari Pasar Johar Baru, Jakarta, Rabu (5/3) lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menanggapi beredarnya formulir pernyataan komitmen pengadaan dari Bulog di kalangan petani. Formulir tersebut menyatakan bahwa petani harus menjual Gabah Kering Panen (GKP) sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500/kg.

Dalam formulir berkop Bulog tersebut, petani berkomitmen menjual gabah sesuai HPP dengan pengawasan Bintara Pembina Desa (Babinsa), Tim Jemput Gabah, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Namun, Zulhas membantah bahwa penyerapan gabah oleh Bulog harus diawasi Babinsa. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pengawasan tidak bersifat wajib.

Komisi IV DPR mengingatkan para pejabat di pusat maupun daerah agar tidak melupakan “pesan moral” Presiden Prabowo kepada Perum Bulog sebagai operator pangan. Presiden menegaskan bahwa dalam panen raya kali ini, kesejahteraan petani harus benar-benar meningkat, bukan sekadar janji kosong.

Komisi IV DPR tampak merisaukan capaian serapan gabah hingga awal Maret 2025. Serapan yang dilakukan oleh Perum Bulog, pengusaha penggilingan padi, dan offtaker lainnya masih jauh dari target. Oleh karena itu, para penyerap gabah dari petani harus menghormati harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Para offtaker di lapangan diharapkan membeli gabah petani minimal Rp 6.500/kg. Jika masih ada offtaker yang membeli di bawah HPP, maka pemerintah bertanggung jawab untuk menindaklanjutinya. HPP Gabah sebesar Rp 6.500,- adalah “harga mati” yang tidak bisa ditawar.

Dalam kunjungannya ke Kementerian Pertanian, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh penggilingan, baik Perum Bulog maupun swasta, menyerap GKP seharga Rp 6.500/kg. Jika ada penggilingan yang tidak menjalankan kebijakan ini, negara akan mengambil alih penggilingan tersebut.

Sebagaimana dilaporkan detikFinance, Presiden Prabowo mengingatkan agar penggilingan tidak terus-menerus mengorbankan petani dengan alasan kadar air, rendemen, atau kualitas gabah. “Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Saya tahu cara-cara orang kecil selalu dikorbankan. Kali ini pemerintah akan bertindak,” tegasnya.

Presiden juga menegaskan bahwa jika penggilingan swasta tidak mampu memenuhi harga yang ditetapkan, pemerintah akan membangun ribuan penggilingan sendiri di seluruh Indonesia.

Dicabutnya Lampiran Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2/2025 dan digantikannya dengan Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025 menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada petani. Pemerintah memahami bahwa setiap musim panen, harga gabah di tingkat petani cenderung anjlok.

Untuk itu, pemerintah menerapkan kebijakan “satu harga” gabah sebesar Rp 6.500/kg. Presiden Prabowo meminta Perum Bulog dan pengusaha penggilingan swasta untuk mematuhi kebijakan ini. Baginya, HPP Gabah Rp 6.500/kg adalah harga yang tidak bisa ditawar lagi.

Meskipun angka HPP Gabah yang ditetapkan pemerintah selalu lebih rendah dari aspirasi petani, kenaikan Rp 500/kg dari sebelumnya masih dianggap belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, mengingat kenaikan harga kebutuhan hidup dan menurunnya daya beli masyarakat.

Penetapan HPP Gabah ini diharapkan benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani. Presiden Prabowo dipastikan akan kecewa jika masih ada pihak yang membeli gabah di bawah harga tersebut.

Pernyataan Presiden bahwa negara akan membangun ribuan penggilingan padi jika pengusaha swasta tidak mampu menyerap gabah sesuai harga yang ditetapkan, merupakan sindiran keras terhadap para pelaku industri penggilingan. Sebagai aktivis pertanian dan mantan Ketua Umum HKTI selama dua periode, Presiden Prabowo memahami betul kondisi petani di lapangan.

Ia juga menyadari bahwa selama ini ada oknum-oknum yang berusaha meminggirkan petani dari pembangunan nasional, termasuk mereka yang sengaja menekan harga gabah saat panen raya berlangsung.

Presiden memahami harapan petani saat panen tiba: mereka ingin kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, harapan ini sering kali pupus karena harga gabah yang anjlok, menyebabkan mereka tetap berada dalam lingkaran kemiskinan.

Dengan kebijakan “satu harga” gabah ini, para spekulan yang selama ini mencari keuntungan di atas penderitaan petani akan terusik. Jika zona nyaman mereka terganggu, kemungkinan besar mereka akan mencari berbagai alasan untuk menyudutkan petani.

Pernyataan Presiden: “Saya tahu cara-cara orang kecil selalu dikorbankan,” semakin menguatkan bahwa memang ada pihak-pihak yang ingin menjadikan petani sebagai korban.

Apa yang disampaikan Presiden Prabowo harus menjadi bahan perenungan kita bersama. Jika para petani bekerja keras meningkatkan produksi tetapi harga jual gabah tetap rendah, semua itu akan menjadi sia-sia.

Akhirnya, perlu ditegaskan bahwa bukan hanya Presiden Prabowo yang akan marah jika petani terus dimiskinkan. Seorang Mang Yayat, tokoh pemuda tani, pun akan berang jika melihat petani terus terjebak dalam kemiskinan.

Inilah alasan mengapa kebijakan “satu harga” gabah Rp 6.500/kg harus kita amankan. Tantangannya kini adalah bagaimana cara mengatasi kualitas gabah yang kurang baik di lapangan. Mari kita berpikir cerdas dan mencari solusi terbaik.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Legislator Jadi Juru Bicara Pemerintah: Parlemen yang Lumpuh

Next Post

Alih Fungsikan Lahan Berakibat Merusak Lingkungan,Gubernur Jabar Sesalkan Perhutani dan PTPN

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Dianggap Merusak Lingkungan, Jembatan Gantung Terpanjang Dunia di EAL Bogor, Disegel Gubernur Jabar

Alih Fungsikan Lahan Berakibat Merusak Lingkungan,Gubernur Jabar Sesalkan Perhutani dan PTPN

Komisi IX DPR RI, Minta Pengawalan Program Makan Bergizi Gratis, Dari Ancaman Fraud

BGN Persilahkan Program Sarapan Gratis Pramono Anung-Rano

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...