• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Legislator Jadi Juru Bicara Pemerintah: Parlemen yang Lumpuh

Praktek Sistem Parlementer dalam Pemerintahan Presidensial: Ketika Check and Balances Nihil

Ali Syarief by Ali Syarief
March 10, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Dalam Wacana Prabowo – Ganjar, PDIP dan Gerindra Saling Ngotot Kadernya Harus Capres 
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam sistem pemerintahan presidensial, hubungan antara eksekutif dan legislatif seharusnya berjalan dalam kerangka checks and balances yang ketat. Legislatif memiliki tugas utama untuk mengawasi kebijakan eksekutif, memastikan bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah tidak bertentangan dengan kepentingan publik, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam jalannya pemerintahan. Namun, dalam praktiknya, era pemerintahan Joko Widodo menunjukkan kecenderungan yang bertentangan dengan prinsip ini. Fenomena di mana anggota legislatif, terutama dari partai penguasa, bertindak sebagai juru bicara pemerintah dalam menjelaskan kebijakan yang bermasalah menjadi indikasi nyata bahwa checks and balances telah melemah.

Arteria Dahlan, sebagai salah satu contoh, sering kali tampil dalam forum publik untuk memberikan klarifikasi atas kebijakan pemerintah, seolah-olah ia adalah bagian dari eksekutif. Hal serupa berlanjut dalam pemerintahan Prabowo Subianto, di mana Dasco, Wakil Ketua DPR RI sekaligus petinggi Partai Gerindra, juga mengambil peran yang sama. Fenomena ini menegaskan bahwa fungsi kontrol yang seharusnya dijalankan oleh parlemen terhadap pemerintah telah terkikis, digantikan oleh relasi yang lebih menyerupai sistem parlementer, di mana legislatif cenderung menjadi perpanjangan tangan eksekutif.

Distorsi Sistem Presidensial

Dalam sistem presidensial yang ideal, legislatif berperan sebagai badan independen yang mengawasi jalannya pemerintahan. Anggota parlemen seharusnya berada dalam posisi yang kritis terhadap kebijakan eksekutif, bukan justru menjadi tameng dalam menghadapi kritik publik. Ketika terjadi permasalahan kebijakan, maka seharusnya pejabat eksekutif seperti menteri atau presiden sendiri yang memberikan klarifikasi. Tetapi dalam praktik yang terjadi di era Jokowi hingga Prabowo, justru para anggota DPR dari partai pendukung pemerintah yang tampil menjelaskan kebijakan, seolah menjadi bagian dari eksekutif.

Hal ini menunjukkan bahwa fungsi parlemen sebagai pengawas telah kehilangan taringnya. Alih-alih menjadi pengontrol kebijakan pemerintah, mereka justru menjadi bagian dari mekanisme pertahanan pemerintah dalam menghadapi kritik. Situasi ini lebih mencerminkan dinamika sistem parlementer di mana parlemen tidak sepenuhnya independen dari eksekutif, karena biasanya didominasi oleh partai yang berkuasa.

Legislatif Sebagai Perpanjangan Eksekutif

Salah satu ciri utama sistem parlementer adalah adanya hubungan erat antara eksekutif dan legislatif, di mana eksekutif sering kali merupakan representasi langsung dari mayoritas parlemen. Dalam sistem ini, partai yang berkuasa akan cenderung mendukung setiap kebijakan pemerintah tanpa ada oposisi yang berarti. Kondisi yang mirip kini terjadi di Indonesia, di mana partai-partai yang mendominasi DPR tidak lagi menjalankan fungsi pengawasan, melainkan justru memperkuat narasi yang disusun oleh eksekutif.

Ketika anggota DPR yang berasal dari partai penguasa berperan sebagai pembela kebijakan pemerintah, maka secara otomatis mekanisme checks and balances menjadi lumpuh. DPR yang seharusnya menjadi ruang bagi perdebatan kritis terhadap kebijakan pemerintah, malah berubah menjadi alat legitimasi keputusan eksekutif. Ini jelas merupakan penyimpangan serius dari prinsip dasar sistem presidensial.

Dampak bagi Demokrasi dan Pemerintahan

Ketiadaan fungsi checks and balances dalam pemerintahan berimplikasi luas terhadap demokrasi. Salah satu dampak utamanya adalah melemahnya kontrol terhadap kebijakan yang merugikan masyarakat. Tanpa adanya oposisi yang kuat dalam parlemen, pemerintah dapat dengan mudah meloloskan kebijakan yang kontroversial tanpa mekanisme pertanggungjawaban yang memadai. Publik pun kehilangan representasi sejati dalam sistem pemerintahan, karena suara yang seharusnya mengawasi justru menjadi corong kekuasaan.

Selain itu, hilangnya kontrol legislatif juga berisiko menciptakan pemerintahan yang otoriter secara terselubung. Ketika parlemen tidak lagi menjalankan fungsi pengawasan, maka pemerintahan dapat berjalan tanpa hambatan dalam menerapkan kebijakan yang berpotensi melanggar prinsip demokrasi dan keadilan. Ini menciptakan lingkungan politik yang tidak sehat, di mana kritik semakin sulit disuarakan dan penguasa semakin kuat tanpa batasan yang jelas.

Kesimpulan

Melemahnya fungsi kontrol legislatif di Indonesia, yang ditandai dengan peran aktif anggota DPR dari partai pemerintah dalam membela kebijakan eksekutif, merupakan indikasi dari distorsi sistem presidensial. Dalam praktiknya, pemerintahan cenderung bergerak ke arah sistem parlementer di mana parlemen menjadi perpanjangan tangan eksekutif. Situasi ini bukan hanya merusak prinsip checks and balances, tetapi juga berdampak negatif pada kualitas demokrasi di Indonesia.

Untuk mengembalikan keseimbangan dalam sistem pemerintahan, diperlukan reformasi politik yang memungkinkan DPR menjalankan fungsinya secara independen. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memperkuat posisi oposisi di parlemen, serta memastikan bahwa anggota legislatif tidak bertindak sebagai alat pemerintah. Jika tidak, maka sistem presidensial Indonesia akan terus mengalami degradasi, di mana demokrasi hanya menjadi formalitas tanpa substansi yang nyata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Makin Kegelapan

Next Post

Panen Raya 2025: Negara Hadir untuk Petani, HPP Gabah Tak Bisa Ditawar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

Panen Raya 2025: Negara Hadir untuk Petani, HPP Gabah Tak Bisa Ditawar

Dianggap Merusak Lingkungan, Jembatan Gantung Terpanjang Dunia di EAL Bogor, Disegel Gubernur Jabar

Alih Fungsikan Lahan Berakibat Merusak Lingkungan,Gubernur Jabar Sesalkan Perhutani dan PTPN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist