• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Panen Raya di Ujung Taruhan: Jangan Sampai Gagal Panen, Jangan Sampai Impor Lagi

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 9, 2026
in Economy, Feature
0
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA

Panen raya padi untuk musim tanam Oktober–Maret 2026 kini tengah berlangsung. Pemerintah mengumumkan bahwa panen raya musim ini akan datang lebih cepat, yakni dimulai sejak Februari 2026. Di berbagai daerah, para petani bersama para pemangku kepentingan di sektor perberasan tampak penuh semangat menyambut momentum penting tersebut.

Hal ini sangat wajar. Panen raya merupakan saat yang paling dinantikan oleh para petani setelah sekitar seratus hari mereka menanam, merawat, dan menjaga tanaman padi di sawah. Bagi petani, panen bukan sekadar kegiatan pertanian, melainkan peluang untuk memperbaiki nasib. Dalam realitas yang sering kali keras—di mana petani terjebak dalam lingkaran kemiskinan—panen raya menjadi harapan untuk keluar dari kehidupan yang serba terbatas.

Pengalaman panen raya pada awal tahun lalu tercatat memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Produksi gabah nasional meningkat secara signifikan. Penyerapan gabah petani oleh Bulog juga mencapai angka yang sangat tinggi, bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah keberadaan Bulog sebagai operator pangan pemerintah.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu fondasi penting yang mengantarkan Indonesia kembali mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Dalam konteks itu, panen raya bukan sekadar siklus produksi tahunan, tetapi indikator strategis untuk menjaga keberlanjutan swasembada beras nasional.

Panen raya memberikan sinyal yang jelas: apakah produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan, atau justru membuka kembali kemungkinan impor beras.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menegaskan bahwa pada tahun ini penyerapan gabah petani oleh Bulog akan ditingkatkan menjadi 4 juta ton setara beras. Target ini lebih tinggi satu juta ton dibandingkan dengan target tahun sebelumnya yang hanya 3 juta ton. Menariknya, dengan target 3 juta ton pada tahun 2025, Bulog justru mampu menyerap lebih dari 4 juta ton gabah petani.

Optimisme pemerintah terhadap panen raya tahun ini didasarkan pada beberapa faktor penting.

Pertama, berbagai upaya peningkatan produksi pangan telah dilakukan, antara lain melalui revitalisasi jaringan irigasi serta peningkatan kualitas benih padi.

Kedua, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, memberikan insentif ekonomi yang cukup kuat bagi petani untuk meningkatkan produksi.

Ketiga, dukungan pemerintah terhadap petani juga diperkuat melalui berbagai program bantuan sarana dan prasarana pertanian, termasuk pelatihan serta pendampingan bagi para petani.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis panen raya tahun ini akan berlangsung baik dan mampu meningkatkan produksi beras nasional. Jika target tersebut tercapai, maka komitmen politik untuk menjaga swasembada beras berkelanjutan akan semakin kokoh. Artinya, pada tahun 2026 pemerintah berharap tidak perlu membuka kembali keran impor beras.

Namun demikian, optimisme tetap harus disertai dengan kewaspadaan. Keberhasilan di atas kertas tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lapangan. Pengalaman swasembada beras yang berhasil dicapai tahun lalu belum tentu dapat dipertahankan jika berbagai tantangan tidak diantisipasi dengan baik.

Pertanyaan kritis yang patut diajukan adalah: bagaimana jika panen raya justru mengalami kegagalan?

Jika panen gagal, kemungkinan besar pemerintah kembali membuka keran impor beras untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan dalam negeri. Keputusan tersebut tentu akan sangat bergantung pada kondisi produksi nasional serta situasi pasar global.

Bagi pemerintahan Presiden Pranowo, panen raya kali ini sesungguhnya merupakan sebuah taruhan yang sangat penting. Tekad untuk mewujudkan swasembada pangan menuntut capaian swasembada beras yang tidak hanya berhasil dicapai, tetapi juga mampu dijaga secara berkelanjutan.

Dengan kata lain, panen raya tidak boleh gagal. Panen raya harus mampu menjawab target produksi yang telah ditetapkan.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan berbagai langkah strategis dilakukan secara serius agar panen raya Februari–April 2026 benar-benar berhasil. Jika produksi meningkat secara signifikan, maka cadangan beras nasional akan semakin kuat dan stabil.

Tekad untuk menghentikan impor beras—baik beras medium maupun beras industri—pada tahun 2026 harus menjadi prioritas pemerintah. Berbagai faktor yang selama ini menyebabkan impor beras perlu ditangani secara serius dan sistematis. Pemerintah tidak boleh lengah menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam produksi.

Untuk menjaga agar Indonesia tidak kembali bergantung pada impor beras, setidaknya terdapat lima langkah strategis yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi yang efisien, penggunaan bibit unggul, serta pemupukan yang tepat.

Kedua, memperluas lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan yang belum tergarap atau mengendalikan alih fungsi lahan produktif yang selama ini terus terjadi.

Ketiga, memperkuat dukungan terhadap petani lokal dengan mendorong masyarakat untuk membeli beras hasil produksi dalam negeri sehingga pendapatan petani meningkat dan ketergantungan pada impor dapat ditekan.

Keempat, memperbaiki infrastruktur pertanian, termasuk jalan produksi, gudang penyimpanan, serta sistem irigasi agar distribusi dan efisiensi produksi semakin baik.

Kelima, pengendalian hama dan penyakit tanaman harus dilakukan secara efektif agar kerugian hasil panen dapat ditekan seminimal mungkin.

Namun di atas semua itu, faktor yang paling menentukan adalah komitmen pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk pangan lokal.

Jika keduanya berjalan seiring, maka panen raya tidak hanya menjadi peristiwa musiman, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kedaulatan pangan Indonesia.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Duri dalam Daging (Ketika Konflik Keluarga Bertemu Ujian Integritas)

Next Post

Zakat: Kekuatan Besar yang Dikecilkan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan
Economy

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
Next Post
Zakat Fitrah: Kewajiban dan Makna Sosial dalam Islam

Zakat: Kekuatan Besar yang Dikecilkan

Rusia Diduga Beri Intelijen ke Iran untuk Serang Target AS, Apa Reaksi Trump? 

Rusia Diduga Beri Intelijen ke Iran untuk Serang Target AS, Apa Reaksi Trump? 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...