• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PARADOKS BERAS

by
February 16, 2025
in Economy, Feature
0
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Paradoks adalah pernyataan atau situasi yang seolah-olah bertentangan dengan logika atau intuisi, namun ternyata mengandung kebenaran. Paradoks bisa juga diartikan sebagai celah di antara kontradiksi, di mana logika dan intuisi berbenturan. Sinonim dari paradoks adalah konflik, kontradiksi, pertentangan, dan polaritas.

Paradoksal sendiri juga memiliki beberapa antonim yang bisa digunakan untuk merepresentasikan makna terbalik dari aslinya. Beberapa kata yang cocok digunakan untuk mewakili kata paradoksal sebagai jenis antonimnya adalah bersepakat, berdamai, bersesuaian, serasi, konsisten, berlarasan, bersahabat dan berteman.

Selanjutnya apa yang dimaksud dengan paradoks dalam dunia perberasan ? Inilah yang menarik untuk dibincangkan. Sebab, berdasar pengalaman yang ada, kita sering saksikan ada fenomena yang paradoks dalam dunia perberasan. Contoh, negara kita mampu menggenjot produksi beras sangat tinggi, sehingga mampu berswasembada.

Anehnya, kenaikan produksi beras yang demikian, tidak diikuti dengan semakin membaiknya kesejahteraan petani padinya sendiri. Petani tetap hidup sengsara dan melarat. Padahal, harapan yang ingin dicapai, dengan naiknya produksi, maka kesejahteraan petaninya otomatis akan semakin membaik. Petani pun dapat terbebas dari suasana hidup miskin.

Paradoks perberasan lain yang dapat kita cermati adalah soal surplus dan defisit kaitannya dengan impor dan ekspor. Lazimnya, bila produksi berlimpah bahkan bisa disebut surplus, mestinya yang harus kita lakukan adalah ekspor. Ironisnya, yang terjadi di negara kita tidak demikian. Sekalipun surplus, Pemerintah tetap melakukan impor. Bahkan dengan angka yang sangat fantastis.

Kalau kita boleh jujur, paradoks perberasan tidak perlu terjadi, sekiranya kita mampu menyelenggarakan Tata Kelola Perberasan yang profesional dan berkualitas. Naiknya produksi beras, tentu bakal diikuti dengan semakin membaiknya kesejahteraan petani, jika Pemerintah mampu menjamin, saat panen berlangsung, harga gabah tidak bakal anjlok.

Masalahnya, mengapa Pemerintah seperti yang membiarkan anjloknya harga gabah untuk tetap terjadi. Padahal, dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya, Pemerintah sebagai regulator, mestinya dapat menjamin harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, agar tetap memberi keuntungan yang wajar bagi petaninya.

Bagi petani padi, panen adalah saat yang menentukan bagi dirinya untuk dapat bangkit mengubah nasib. Petani selalu berharap agar hasil panennya melimpah dan harga jual gabahnya tidak anjlok. Sayang, harapan ini belum terwujud, karena setiap panen, harga gabah selalu melorot. Inilah “pe-er” yang perlu dijawab dengan cerdas dan bernas oleh Pemerintah.

Menghadapi anjloknya harga gabah yang terjadi setiap panen raya, kelihatannya sudah menjadi fakta kehidupan yang tidak mungkin bisa ditolak. Kita sendiri tidak tahu dengan pasti mengapa Pemerintah tanpak seperti yang tak berdaya mencarikan solusi terbaiknya. Anehnya lagi, kenapa hal ini harus terus berulang setiap musim panen tiba ?

Apakah Pemerintah tidak memiliki kemanpuan dan keberdayaan lagi untuk mengendalikan harga gabah supaya tidak melorot ketika musim panen datang ? Jika betul demikian, faktor-faktor apa saja yang membuat Pemerintah tidak mampu menjaga agar harga gabah tetap menguntungkan petani ? Pertanyaan ini menarik dan butuh jawaban yang komprehensif.

Susahnya Pemerintah untuk mempertahankan harga gabah supaya tidak anjlok saat panen tiba, sebetulnya sama sulitnya ketika Pemerintah berkeinginan untuk menurunkan harga beras di pasar, yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan harga ugal-ugalan. Walaupun Presiden Jokowi telah turun tangan, namun harga beras tetap tidak mau turun ke angka yang wajar. Harga beras tetap mahal.

Mahalnya harga beras dan anjlognya harga gabah benar-benar merupakan pukulan telak bagi petani sebagai produsen beras dan masyarakat luas selaku konsumen. Namun ceritanya akan lain, jika Pemerintah mampu menjadikan harga gabah mahal dan harga beras di pasar murah. Petani dan emak-emak, pasti akan memberi acungan jempol.

Dalam suasana harga gabah anjlog dan harga beras mahal, sebetulnya yang paling terkena dampak adalah para petani, yang sekarang ini pantas disebut selaku “net consumer”. Dengan semakin memudarnya budaya lumbung dalam kehidupan masyarakat perdesaan, otomatis petani juga menyandang atribus selaku konsumen. Petani pasti akan membeli beras untuk memenuhi kebutuhan pangan pokoknya.

Lalu, memilukannya bagaimana ? Petani diminta jual gabah dengan harga murah, kemudian petani dipaksa beli beras dengan harga mahal. Ini sama saja dengan ungkapan “sudah jatuh, tertimpa tangga” pula. Salah satu tawaran solusi yang diusulkan adalah petani harus berubah status. Semula namanya “petani gzbah”, kini berganti menjadi “petani beras”.

Ini berarti, pada saat musim panen tiba, petani tidak lagi menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen (GKP), namun harus diolah dulu menjadi beras. Jadi, yang dijual petani dalam bentuk beras. Itu sebabnya, petani seperti ini pantas disebut selaku petani beras. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Publik Terkecoh: Ternyata Prabowo Masih Jadi Boneka Jokowi

Next Post

Semua Takut dengan Nama Mulyono!

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Semua Takut dengan Nama Mulyono!

Semua Takut dengan Nama Mulyono!

50 Situs warisan Dunia Terancam Perubahan Iklim, Diantaranya 3 di Indonesia

50 Situs warisan Dunia Terancam Perubahan Iklim, Diantaranya 3 di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Âİ 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Âİ 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...