• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Paradox 19 Juta Lapangan Kerja: Janji Prabowo vs Realitas Ekonomi. “Sulit Dicapai”

Ali Syarief by Ali Syarief
March 3, 2025
in Economy, Feature
0
Paradox 19 Juta Lapangan Kerja: Janji Prabowo vs Realitas Ekonomi. “Sulit Dicapai”
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Prabowo Subianto, presiden terpilih Indonesia, telah berjanji untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja baru selama masa kepemimpinannya. Janji ini terdengar ambisius dan menjadi harapan besar bagi masyarakat yang menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun, di tengah realitas ekonomi yang masih tertekan dengan pertumbuhan di bawah 6%, serta meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat situasi ekonomi yang tidak kondusif, pertanyaannya adalah: mungkinkah janji ini dapat direalisasikan?

Pertumbuhan Ekonomi dan Kapasitas Penciptaan Lapangan Kerja

Sejarah ekonomi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah syarat utama bagi penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar. Secara teori, tingkat pertumbuhan ekonomi yang ideal untuk menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah signifikan harus berada di atas 6% per tahun. Namun, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir hanya mencatat pertumbuhan sekitar 5%, bahkan kurang. Dengan angka tersebut, banyak ekonom meragukan kemampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dalam skala yang dijanjikan.

Selain itu, faktor investasi menjadi kunci. Jika tidak ada peningkatan signifikan dalam investasi domestik maupun asing, target penciptaan lapangan kerja akan sulit tercapai. Namun, kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu, ketidakpastian kebijakan, serta daya saing tenaga kerja Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara menjadi tantangan besar.

Realitas PHK dan Ketidakpastian Dunia Usaha

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa justru angka PHK terus meningkat. Sektor manufaktur, ritel, dan teknologi mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan besar merumahkan ribuan pekerja dengan alasan efisiensi dan penurunan permintaan. Dengan kondisi seperti ini, sulit membayangkan bagaimana pemerintah akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar jika iklim bisnis masih tertekan.

Ketidakpastian kebijakan ekonomi juga membuat investor berpikir dua kali sebelum menanamkan modalnya di Indonesia. Ketergantungan ekonomi terhadap sektor-sektor tertentu seperti komoditas membuat negara rentan terhadap fluktuasi harga global. Belum lagi, kebijakan tenaga kerja yang dianggap kurang fleksibel bagi investor juga menjadi kendala dalam penciptaan lapangan kerja baru.

Strategi yang Dibutuhkan

Jika Prabowo ingin mewujudkan janji 19 juta lapangan kerja, beberapa strategi harus dilakukan secara serius:

  1. Mendorong Investasi Besar-Besaran: Reformasi regulasi dan perizinan harus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik investasi.
  2. Revitalisasi Sektor Manufaktur dan Industri Kreatif: Sektor ini memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja jika diberi insentif yang tepat.
  3. Reformasi Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja: Kualitas SDM harus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri.
  4. Meningkatkan Daya Beli Masyarakat: Dengan mendorong konsumsi, industri dalam negeri bisa berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  5. Stabilitas Politik dan Kebijakan Ekonomi yang Jelas: Dunia usaha memerlukan kepastian untuk bisa tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kesimpulan

Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja merupakan ambisi besar yang membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi dari saat ini. Dengan kondisi ekonomi yang masih di bawah 6% dan meningkatnya angka PHK, target ini tampak sulit dicapai tanpa perubahan mendasar dalam strategi ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan. Tanpa reformasi signifikan, janji ini berisiko hanya menjadi retorika politik tanpa realisasi nyata. Masyarakat perlu mengawal kebijakan pemerintah agar janji besar ini tidak menjadi sekadar ilusi di tengah realitas ekonomi yang semakin menantang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Meningkatkan Daya Saing Investasi Indonesia di Tengah Persaingan Regional

Next Post

Perlawanan Prabowo yang Berujung Kepatuhan Kepada Jokowi: Antara Ambisi Politik dan Kekecewaan Publik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Prabowo dan Dosa Warisan Jokowi: Mengapa Setia Tak Bertepi?

Perlawanan Prabowo yang Berujung Kepatuhan Kepada Jokowi: Antara Ambisi Politik dan Kekecewaan Publik

MENANTI KELAHIRAN BULOG BARU

"PESAN MORAL" UNTUK DIREKTUR PENGADAAN PERUM BULOG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist