• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perlawanan Prabowo yang Berujung Kepatuhan Kepada Jokowi: Antara Ambisi Politik dan Kekecewaan Publik

Ali Syarief by Ali Syarief
March 3, 2025
in Feature, Politik
0
Prabowo dan Dosa Warisan Jokowi: Mengapa Setia Tak Bertepi?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Prabowo Subianto dua kali bertarung dalam kontestasi Pilpres melawan Joko Widodo, yakni pada tahun 2014 dan 2019. Dalam dua kesempatan itu, Prabowo tampil sebagai oposisi yang keras, menyoroti berbagai kelemahan kepemimpinan Jokowi, termasuk soal ekonomi, kedaulatan negara, hingga independensi politik luar negeri. Namun, perubahan sikapnya setelah menerima dukungan dari Jokowi menimbulkan kekecewaan besar di kalangan pendukungnya yang dulu melihatnya sebagai alternatif dari kepemimpinan Jokowi.

Dua Kali Bertarung, Dua Kali Kalah

Pada Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mengusung tema kemandirian ekonomi dan kedaulatan negara. Ia menuding kebijakan ekonomi Jokowi pro-asing dan tidak memihak rakyat. Namun, hasil menunjukkan Jokowi unggul dengan 53,15% suara melawan 46,85% suara Prabowo. Prabowo menolak hasil tersebut dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), meski akhirnya gugatan itu ditolak.

Lima tahun berselang, pada 2019, Prabowo kembali menantang Jokowi, kali ini berpasangan dengan Sandiaga Uno. Dalam narasinya, ia kembali menuduh pemerintah Jokowi gagal dalam banyak aspek, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah, naiknya utang negara, dan lemahnya pemberantasan korupsi. Prabowo bahkan secara terbuka menyatakan bahwa dirinya akan membela rakyat dari oligarki dan praktik politik dinasti. Namun, hasilnya tetap sama: Prabowo kalah dengan perolehan 44,50% suara melawan 55,50% suara Jokowi.

Perubahan Sikap Drastis: Dari Oposisi ke Loyalis

Hanya beberapa bulan setelah Pilpres 2019, publik dikejutkan dengan keputusan Prabowo menerima tawaran Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ini adalah pukulan telak bagi pendukungnya yang selama bertahun-tahun memposisikannya sebagai oposisi garis keras terhadap Jokowi. Lebih mengejutkan lagi, setelah Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo sebagai calon presiden 2024, Prabowo tak hanya menerima dukungan itu, tetapi juga mulai memuji Jokowi sebagai “gurunya” dan berjanji akan melanjutkan seluruh program Jokowi, termasuk proyek kontroversial seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kekecewaan Publik dan Rasa Dikhianati

Bagi banyak pendukung Prabowo, perubahan ini adalah pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip perjuangan yang ia gaungkan selama satu dekade. Mereka yang memilih Prabowo di dua Pilpres sebelumnya melakukannya bukan hanya karena mendukungnya secara pribadi, tetapi lebih karena menolak Jokowi. Kini, dengan Prabowo bersekutu dengan Jokowi, banyak di antara mereka merasa kehilangan pilihan politik yang mereka yakini sebagai alternatif. Media sosial dipenuhi oleh komentar-komentar bernada kecewa dari para mantan pendukungnya yang menyatakan bahwa mereka merasa tertipu.

Data survei menunjukkan adanya pergeseran basis dukungan Prabowo. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat bahwa sejak menerima dukungan Jokowi, elektabilitas Prabowo di kalangan pemilih yang dulu menolak Jokowi mengalami penurunan. Sebagian besar pendukung Prabowo kini mulai melirik alternatif lain, seperti Anies Baswedan atau tokoh-tokoh yang masih dianggap konsisten dalam bersikap.

Kesimpulan: Ambisi Kekuasaan Mengorbankan Kepercayaan

Kasus Prabowo menjadi contoh klasik bagaimana ambisi politik dapat mengalahkan prinsip. Dari seorang oposisi yang vokal, ia kini menjadi loyalis Jokowi yang berkomitmen melanjutkan kebijakan-kebijakan yang dulu ia kritik. Bagi para pemilih yang menginginkan perubahan, ini adalah sebuah ironi yang pahit. Mereka yang dulu melihat Prabowo sebagai simbol perlawanan kini melihatnya sebagai bagian dari sistem yang ia lawan. Apakah Prabowo bisa tetap mempertahankan dukungannya di 2024? Ataukah ini akan menjadi boomerang yang membuatnya kehilangan basis pemilih utamanya? Jawabannya akan terungkap dalam perjalanan politiknya ke depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradox 19 Juta Lapangan Kerja: Janji Prabowo vs Realitas Ekonomi. “Sulit Dicapai”

Next Post

“PESAN MORAL” UNTUK DIREKTUR PENGADAAN PERUM BULOG

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
MENANTI KELAHIRAN BULOG BARU

"PESAN MORAL" UNTUK DIREKTUR PENGADAAN PERUM BULOG

Memahami Terminologi Puasa dalam Kebudayaan Jawa, Shaum dalam Diksi Islam, serta Fasting dalam Budaya Barat

Memahami Terminologi Puasa dalam Kebudayaan Jawa, Shaum dalam Diksi Islam, serta Fasting dalam Budaya Barat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist