• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Paru-Paru yang Terenggut: Pembabatan Hutan dan Ekspansi Pasir Laut

Jokowi Tak Ada Gunanya

Ali Syarief by Ali Syarief
October 4, 2024
in Crime, Feature
0
Paru-Paru yang Terenggut: Pembabatan Hutan dan Ekspansi Pasir Laut
Share on FacebookShare on Twitter

Di sudut bumi yang disebut Kalimantan, terdapat hutan yang dulunya berdiri megah, menjadi paru-paru dunia yang menyuplai oksigen bagi kehidupan. Namun, seiring berjalannya waktu, hutan-hutan ini tak lagi bisa bersembunyi dari ketamakan manusia. Pembabatan hutan yang semakin meluas menjadi ancaman nyata, bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi keberlangsungan hidup berbagai spesies, termasuk orangutan yang telah lama menjadi simbol keanekaragaman hayati di tanah ini.

Kalimantan, yang dikenal sebagai surga biodiversitas, kini perlahan-lahan berubah menjadi zona kritis. Dulu, hutan-hutan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, menciptakan ekosistem yang seimbang. Namun, kini, saat kita melihat betapa besarnya kerusakan yang terjadi, kita menyaksikan orangutan yang terpaksa meninggalkan habitatnya. Di tengah keheningan hutan yang terganggu, suara tangisan mereka menggema, memanggil kita untuk menyadari penderitaan yang mereka alami. Dalam perjuangan untuk bertahan hidup, mereka terpaksa merambah ke kawasan yang tidak seharusnya mereka huni, dan menjadi simbol dari kehampaan kepemimpinan bangsa ini.

Sementara itu, para pemimpin bangsa terus membantah dan menutup mata terhadap kenyataan pahit yang terjadi. Alasan demi alasan dikeluarkan untuk membenarkan praktik-praktik yang merusak ini, seolah-olah mereka tidak mendengar teriakan bumi yang merintih. Rencana pembangunan yang megah dijadikan alasan untuk menjustifikasi pembabatan hutan, seakan-akan membangun gedung-gedung pencakar langit lebih penting daripada melestarikan kehidupan. Dalam benak mereka, keuntungan jangka pendek selalu lebih menggiurkan daripada menjaga warisan alam yang tak ternilai.

Namun, saat hutan-hutan ini ditebang dan lahan dibuka untuk perkebunan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orangutan, tetapi juga oleh manusia. Pemanasan global semakin meningkat, bencana alam yang dahsyat semakin sering terjadi, dan kualitas udara semakin memburuk. Hutan-hutan yang seharusnya menyerap karbon kini hilang, dan efek rumah kaca semakin parah. Kita, sebagai manusia, berada di sisi yang sama dengan orangutan—semua makhluk hidup bergantung pada kesehatan ekosistem yang sama.

Kini, pembabatan hutan merambah ke Pasir Laut, mengancam keanekaragaman hayati lainnya. Tanah yang seharusnya menjadi rumah bagi berbagai spesies, kini terancam oleh eksploitasi yang tak terkendali. Lautan yang dulunya penuh dengan kehidupan, kini menghadapi ancaman dari aktivitas yang merusak. Dalam pencarian keuntungan sesaat, kita sedang merusak masa depan, tidak hanya untuk generasi kita, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Penting bagi kita untuk membuka mata dan telinga terhadap realitas yang ada. Kita harus berani mempertanyakan kebijakan yang ada, dan meminta pertanggungjawaban dari para pemimpin yang seharusnya menjaga dan melindungi bumi ini. Keberanian untuk berbicara adalah langkah pertama menuju perubahan. Kita harus bersatu untuk mengadvokasi perlindungan terhadap hutan dan habitat yang tersisa, mendesak agar tindakan nyata diambil untuk memulihkan kerusakan yang telah terjadi.

Kita berada di persimpangan jalan; pilihan ada di tangan kita. Apakah kita akan terus membiarkan hutan-hutan ini lenyap, menyaksikan orangutan yang terpaksa mengidap “kanker” akibat terasing dari habitatnya, atau kita akan bangkit dan berjuang untuk menyelamatkan alam ini? Mari kita memilih untuk menjadi pelindung bumi, bukan perusak. Karena jika kita terus membiarkan kebodohan dan ketamakan menguasai, kita akan menemukan diri kita di dunia yang tidak hanya kehilangan paru-paru, tetapi juga kehilangan jiwa dan harapan untuk masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mantan Petinggi PT Timah :Biaya Sewa Smelter Harvey Moeis Cs Kemahalan

Next Post

Kebohongan Terdahsyat Jokowi Kisah Esemka yang Tak Terwujud

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Kebohongan Terdahsyat Jokowi Kisah Esemka yang Tak Terwujud

Kebohongan Terdahsyat Jokowi Kisah Esemka yang Tak Terwujud

Israel Luncurkan Serangan Udara Baru ke Lebanon, Membunuh 37 Orang Melukai Sedikitnya 150 Orang

Israel Luncurkan Serangan Udara Baru ke Lebanon, Membunuh 37 Orang Melukai Sedikitnya 150 Orang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist