• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Paska Lengser Jokowi Terancam Oleh Beberapa Orang – Kemana Yang 75%?

Ali Syarief by Ali Syarief
October 11, 2024
in Feature, Politik
0
Urat Malu Jokowi Sudah Hilang – Ia Sibuk Sedang Mencari Escape Slide
Share on FacebookShare on Twitter

Yang membuat Jokowi lega dan bahagia saat berkuasa, konon, yang merasa puas jumlahnya 75%. Tetapi sebaliknya, setelah lengser, yang justru melelahkan, merisaukan, dan malah mengerikan dirinya adalah menghadapi tuntutan dari kelompok-kelompok elit intelektual, yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Jika tirainya kita ungkap, maka terang benderang ada produk dusta-dusta yang dia buat sendiri.

Ketika Jokowi berkuasa, dukungan 75% dari rakyat Indonesia memberikan ilusi stabilitas yang kuat, namun di balik itu terdapat dinamika yang lebih rumit. Dalam teori political legitimacy, dukungan besar ini seharusnya memberikan kekuatan kepada seorang pemimpin. Namun, saat masa jabatannya berakhir, tantangan utama datang dari kelompok kecil, kurang dari 25%, yang menuntut akuntabilitas. Mereka mewakili apa yang dikenal dalam teori discontent mobilization, di mana ketidakpuasan dapat membangkitkan gerakan sosial yang signifikan.

Kini, mereka yang merasa terpinggirkan tersebut menjadi simbol perlawanan yang kuat. Dalam konteks counter-hegemonic movements, meskipun kecil, mereka dapat mengubah narasi politik. Penuntutan hukum yang mereka ajukan menunjukkan bahwa meski tanpa dukungan mayoritas, mereka memiliki agency yang kuat. Dalam sistem demokrasi, suara kelompok kecil ini mencerminkan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap kepemimpinan Jokowi yang mungkin tidak sepenuhnya memahami kebutuhan mereka.

Kondisi ini juga menunjukkan fenomena political polarization, di mana masyarakat terbelah antara pendukung setia dan yang menuntut perubahan. Suara-suara yang terpinggirkan ini tidak hanya merepresentasikan ketidakpuasan, tetapi juga harapan untuk keadilan dan akuntabilitas. Dalam konteks ini, kelompok kecil ini tidak hanya meresahkan, tetapi mereka juga mewakili civil society yang lebih luas yang mulai menuntut transparansi dan reformasi.

Melihat dari sudut pandang hegemony theory, Jokowi perlu menyadari bahwa kekuasaan dapat dengan cepat bergeser, terutama ketika ada suara-suara yang menuntut keadilan dan mengancam stabilitas yang selama ini dibangunnya. Ketika dukungan 75% mulai memudar, kelompok kecil ini mengingatkan kita bahwa dalam politik, suara yang paling kecil pun bisa menjadi ancaman yang signifikan. Untuk itu, Jokowi harus merespons tuntutan mereka secara bijak agar tidak kehilangan legitimasi dan dukungan publik di akhir masa jabatannya.

Dalam menghadapi tantangan ini, komunikasi yang transparan dan terbuka akan menjadi kunci. Membangun jembatan dengan kelompok-kelompok ini, serta mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka, dapat membantu mengembalikan kepercayaan publik. Jika Jokowi gagal mengelola ketidakpuasan ini, bukan tidak mungkin sejarah akan mencatatnya sebagai pemimpin yang mengabaikan suara rakyat, terjebak dalam ilusi dukungan mayoritas, dan akhirnya menghadapi konsekuensi dari tindakan yang tidak diindahkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tenaga Surya China Dari Supremasi ke Kelebihan Pasokan

Next Post

Potensi Berdusta : “Jokowi Ungkap Bakal Rutin ke IKN Setelah Pensiun”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Next Post
Jokowi Dikritik; Perbaikan Jalan Propinsi Legacy Yg Buruk

Potensi Berdusta : "Jokowi Ungkap Bakal Rutin ke IKN Setelah Pensiun"

Guru dari Fakultas Keguruan Harus Diprioritaskan dalam Pendidikan Nasional, Ungkap Prof Aan Hasanah

Guru dari Fakultas Keguruan Harus Diprioritaskan dalam Pendidikan Nasional, Ungkap Prof Aan Hasanah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist