Menanggapi manuver Partai Nasional Demokrat dengan menetapkan Anies Baswedan sebagai calon presiden yang berarti memisahkan diri dari koalisi partai pendukung penguasa yang dipimpin oleh Partai Demokrasi Indonesia- perjuangan. PDIP meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi menteri kabinetnya yang berasal dari Nasdem.
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat meminta kepada Presiden dua menteri asal Partai Nasdem, yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dievaluasi.
Dalam keterangan pers seusai meresmikan pengembangan tahap 1 Stasiun Manggarai, Jokowi hanya tersenyum saat disodorokan pertanyaan tersebut oleh awak media. “PDI-P menyarankan untuk me-reshuffle Mentan sama Menteri kominfo Pak, PDI-P menyarankan, apakah di antaranya itu (yang akan di-reshuffle)?” tanya wartawan kepada Jokow.
Sebenarnya ada tiga menteri yang berasal dari partai Nasdem yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, yang ketiga Menteri Komunikasi dan informasi Johny G Plate.Namun Jarot minta dua menteri yang dicopot.
Menanggapi permintaan Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat untuk mengevaluasi dua menteri asal Nasdem Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie menyatakan partainya siap menghadapi segala keputusan Jokowi mengenai reshuffle kabinet.
“Bagi Nasdem siap menghadapi segala situasi,” kata Effendi Choirie. reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden dan hanya presiden yang mengetahui urgensinya.
“Perlu atau tidak (reshuffle) tergantung perasaan presiden,” kata dia. Selain Syahrul dan Siti Nurbaya, ada satu lagi kader Nasdem yang duduk di kabinet, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.


























