Oleh : Damai Hari Lubis – Aktifis Mujahid 212
Jika, Anies tidak maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, PDIP mungkin terpaksa rela mendukung Ridwan Kamil karena faktor penghormatan pada sosok patung.
PDIP kemungkinan akan menjadi oposisi terhadap Kabinet Prabowo karena adanya Gibran, putra Jokowi, yang dianggap sebagai “pengkhianat partai” dan pencalonannya sebagai cawapres dipandang cacat hukum berdasarkan putusan MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi).
Dalam urusan pencalonan Gubernur DKI Jakarta, PDIP mungkin akan rela mendukung Ridwan Kamil jika Anies tidak mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta.
Namun, situasinya berbeda jika KIM (Koalisi Indonesia Maju) memberikan dukungan politik kepada Kaesang Pangarep, anak Jokowi atau adik Gibran.
Ada kemungkinan PDIP mendukung Ridwan Kamil karena ia pernah menaruh rasa hormat kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, karena berjasa membuat patung Bapak Proklamator Soekarno di Bandung.
Namun, PDIP kemungkinan besar tidak akan mendukung Kabinet Prabowo Subianto sebelum Gibran dicopot dari kursi Wakil Presiden.
Alternatif lainnya, jika Ridwan Kamil didukung oleh KIM yang memiliki sosok Gibran, PDIP mungkin akan memandang Ridwan Kamil sebagai bagian dari lawan politik, atau sebagai satu kesatuan dengan sosok yang dianggap “kualat” kepada PDIP, yaitu Gibran bin Joko Widodo. Oleh karena itu, PDIP kemungkinan besar enggan mendukung Ridwan Kamil, terutama jika lawan KIM hanya “sekedar calon independen” tanpa basis massa yang kuat.
























