• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Pejabat Jangan Sok Tahu – Rakyat Sudah Tahu, Melihat dan Membaca

Ali Syarief by Ali Syarief
July 22, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Pejabat Jangan Sok Tahu – Rakyat Sudah Tahu, Melihat dan Membaca
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Rakyat itu tahu. Jangan anggap mereka bodoh. Mereka hidup dari kenyataan, bukan dari pidato dan narasi pejabat. Mereka tahu kapan harga beras naik, kapan listrik sulit dibayar, kapan anak-anak mereka harus putus sekolah karena uang seragam saja tak terbeli. Rakyat itu tahu siapa yang bekerja untuk mereka dan siapa yang hanya mengumbar janji demi jabatan. Sementara pejabat kerap berbicara seolah paling tahu segalanya, rakyat justru hidup dengan realita paling telanjang.

Mari kita bicara soal angka. Negara Tiongkok, dengan jumlah penduduk terbesar di dunia—lebih dari 1,4 miliar jiwa—mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Lebih dari 800 juta penduduknya berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam kurun waktu empat dekade terakhir, menurut data Bank Dunia. Mereka tidak punya banyak sumber daya alam jika dibandingkan dengan Indonesia, tetapi mereka punya kebijakan yang berpihak pada rakyat, industri yang produktif, dan pejabat yang, suka atau tidak suka, bekerja keras dalam strategi pembangunan nasional.

Lalu lihatlah Singapura. Penduduknya tak sampai 6 juta jiwa, luas wilayahnya bahkan lebih kecil dari Pulau Madura. Mereka tak punya tambang emas, tak punya hutan tropis, tak punya ladang sawit atau tambang batu bara. Tapi pendapatannya tinggi. PDB per kapita Singapura pada 2023 mencapai lebih dari 80.000 dolar AS, jauh di atas Indonesia yang hanya sekitar 4.700 dolar AS. Karena apa? Karena tata kelola pemerintahannya bersih, birokrasi efisien, dan orientasi kebijakannya jelas: menyejahterakan rakyatnya.

Sekarang kita bandingkan dengan Indonesia. Penduduknya sekitar 280 juta jiwa, kekayaan alamnya melimpah. Kita punya hutan terluas ketiga di dunia, cadangan nikel terbesar, tambang emas terbesar di dunia (Grasberg), dan lautan yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Tapi ironisnya, menurut data BPS tahun 2024, lebih dari 60% rakyat Indonesia hidup dalam kategori rentan miskin dan miskin, dengan angka kemiskinan resmi sekitar 9,36%—yang jika dikalkulasi, berarti lebih dari 26 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan.

Mengapa bisa begitu timpang? Bukan karena rakyat malas. Bukan pula karena Indonesia kekurangan sumber daya. Masalah utamanya adalah pada arah kepemimpinan yang keliru dan sistem yang gagal. Pejabat negara sering merasa paling tahu soal rakyat, padahal mereka lebih banyak hidup dalam ruang ber-AC, berbicara dengan data yang dipoles, dan disodori laporan yang jauh dari kenyataan di lapangan. Mereka jarang menyentuh tanah, jarang bercengkerama tanpa kamera, jarang menyimak suara pelan dari mereka yang tercecer.

Rakyat bukan ingin belas kasihan. Mereka ingin kebijakan yang adil, pemimpin yang berpihak, dan negara yang hadir. Mereka ingin sekolah yang terjangkau, rumah sakit yang tidak mengintimidasi, serta lapangan kerja yang layak tanpa harus merantau jauh atau menjadi buruh di negeri orang.

Sudah cukup pejabat bermain dengan pencitraan. Jangan lagi bicara soal “pertumbuhan ekonomi naik”, jika tak ada korelasi dengan kesejahteraan rakyat. Jangan pamer angka ekspor, kalau anak petani masih minum air keruh. Jangan bangga soal proyek mercusuar, kalau rakyat tetap antre beras murah.

Rakyat tahu. Bahkan mungkin lebih tahu dari pejabat. Karena rakyat tidak bisa menipu kehidupannya sendiri. Maka, wahai pejabat—berhentilah sok tahu. Lebih baik kalian belajar dari suara rakyat sebelum semuanya terlambat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Pidato Penguasa Berbalik Menjadi Teror Psikologis

Next Post

Anak-Anak Mereka dan Takdir Republik: Sebuah Peringatan dari Ujung Jalan Demokrasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Anak-Anak Mereka dan Takdir Republik: Sebuah Peringatan dari Ujung Jalan Demokrasi

Anak-Anak Mereka dan Takdir Republik: Sebuah Peringatan dari Ujung Jalan Demokrasi

Satria yang Tak Satria: Tantangan Prabowo

Satria yang Tak Satria: Tantangan Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist