Johor-Fusilatnews–Seiring dengan penerapan wajib sertifikasi halal di Indonesia, Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) mengumumkan kolaborasi dengan pelaku usaha Malaysia untuk mengembangkan halal logistik di kawasan ASEAN. Ketua Umum ASDEKI, Khairul Mahalli, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mengintegrasikan standar halal di negara-negara ASEAN, dimulai dari Indonesia dan Malaysia.
Konferensi Malaysia Halal Logistics Conference 2024 dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2024 di Johor Bahru, Malaysia. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Profesional Eksekutif Halal Malaysia (PPEHMA) bersama dengan organisasi lain seperti Persatuan Ulama Malaysia (PUM), Akademi Pengaji Islam Kontemporari (ACIS), dan Trili Maju Sdn. Bhd. Selain itu, konferensi ini juga didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut serta Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI).
Mahalli menekankan bahwa dalam konferensi ini akan dibahas berbagai aspek terkait halal toyyiban dalam logistik, termasuk strategi untuk memastikan kepatuhan halal di seluruh rantai pasokan, serta tips untuk mengintegrasikan praktik halal dalam bisnis logistik. Konferensi ini diharapkan dapat menciptakan peluang untuk berjejaring dengan para pakar industri dan otoritas terkait sektor halal.
Wajib sertifikasi halal di Indonesia sendiri diatur oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan penerapan ini termasuk layanan logistik. Dalam konteks ini, jaminan kehalalan produk harus mengikuti prinsip ketertelusuran atau traceability, dari awal produksi hingga produk diterima oleh konsumen.
Mahalli menjelaskan bahwa sertifikasi halal untuk jasa logistik makanan, minuman, obat, dan kosmetik hanya diwajibkan bagi pihak ketiga yang menyediakan jasa logistik. Namun, pelaku usaha yang memiliki fasilitas penyimpanan, pengemasan, dan pendistribusian untuk produk mereka sendiri tidak perlu mengajukan sertifikasi terpisah untuk jasa logistik, selama sudah memiliki sertifikasi untuk produk barangnya.
Dengan inisiatif ini, ASDEKI berharap dapat meningkatkan kualitas layanan logistik halal dan memperkuat jaringan distribusi di kawasan ASEAN, sambil memastikan bahwa semua aspek dari proses logistik mematuhi standar halal yang ketat.
























