“Di Jabar bisa menang dengan mudah. Di Jakarta, bisa menang, tetapi bisa juga kalah,” ujarnya.
Jakarta – Fusilatnews – Menjelang pemilihan kepala daerah serentak yang akan berlangsung Nopember depan terutama pemilihan Gubernur Jakarta dan Jawa Barat sejumlah partai politik sebagai pihak sudah mulai memperkenalkan jago mereka masing-masing
Diantara figur yang dijagokan oleh sejumlah koalisi partai politik yaitu Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil yang dijagokan oleh partai politik untuk pilgub Jakarta dan Jawa Barat adalah
Sejumlah pengamat politik menjagokan Ridwan Kamil untuk Jabar karena dianggap lebih berpeluang menang jika maju menjadi calon gubernur di Jabar ketimbang di Jakarta. Disamping itu Ridwan Kamil Punya Investasi Politik di Jabar
Ridwan Kamil Lebih Realistis Maju di Pilgub Jabar
Sejumlah Analis politik diantaranya Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai Ridwan Kamil lebih realistis maju di Pilgub Jabar dibandingkan Pilgub Jakarta.
“Kalau (Ridwan Kamil) pindah ke Jakarta, harus bekerja keras. Apalagi kalau Anies Baswedan bisa maju,” kata Adi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad, (9/6/2024).
Menurut Adi Kang Emil itu lebih mudah menang jika kembali maju di Pilgub Jabar. Alasannya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya selama menjabat Gubernur Jabar masih sekitar 80 persen.
“Dengan basis massa di Jabar dan tingkat kepuasan kinerja yang sangat tinggi, membuat bakal calon lain yang muncul di Pilkada Jabar hampir tidak memiliki peluang untuk menang,” katanya menegaskan.
Berdasarkan statistik popularitas dan elektabilitas, kata dia, nama Kang Emil masih terlalu kuat dibandingkan nama potensial yang akan maju di Pilgub Jabar.
Dia menilai Kang Emil akan menang mudah menghadapi sejumlah nama yang mulai muncul sebagai bakal calon gubernur Jabar seperti Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, Bima Arya, atau Desi Ratnasari.
Sedangkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 27 Mei-2 Juni 2024 menunjukkan Ridwan Kamil memperoleh elektabilitas tertinggi sebagai calon gubernur Jabar apabila pilkada digelar saat survei dilangsungkan.
“Pertama, di atas adalah Ridwan Kamil dengan elektabilitas di top of mind 25,2 persen,” kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam program bertajuk ‘Peluang Calon-calon di Pilgub Jabar’ yang disiarkan di kanal YouTube SMRC TV, dipantau dari Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024.
Dalam hasil survei pertanyaan terbuka (top of mind) itu, nama mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berada di urutan kedua dengan 16,3 persen diikuti mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (1,3 persen) dan mantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (0,9 persen).
“Nama-nama lain masing-masing di bawah 0,9 persen. Masih ada 50,1 persen yang belum dapat memilih secara spontan,” ucapnya.
Nama Ridwan Kamil juga menempati posisi teratas dalam hasil survei simulasi semi terbuka 27 nama, dengan raihan dukungan sebesar 52,2 persen. Dedi Mulyadi berada di urutan kedua dengan dukungan 28,9 persen diikuti Deddy Mizwar (3,8 persen) dan mantan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf (1,9 persen).
“Nama-nama lain masing-masing di bawah 1,9 persen, dan yang tidak tahu sekitar 1,4 persen,” ujar Deni.
Ridwan Kamil bahkan masih menempati urutan teratas ketika dihadapkan langsung dengan Dedi Mulyadi dalam hasil survei dua nama.
“Jika hanya ada dua calon yang bersaing, Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, maka Ridwan Kamil mendapat dukungan 60,5 persen, unggul signifikan atas Dedi Mulyadi 37,9 persen, yang tidak menjawab sekitar 1,6 persen,” tuturnya.
Deni menilai tingginya elektabilitas Ridwan Kamil disebabkan oleh tingkat kepuasan warga Jawa Barat atas kinerjanya sebagai gubernur. “Angkanya sangat tinggi kalau digabungkan kategori sangat puas dan cukup puas mencapai 86 persen,” katanya.
Sedangkan yang mengatakan tidak puas atas kinerja Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat sebesar 12 persen, dan 2 persen lainnya tidak dapat memberikan penilaian.
Survei SMRC itu dilakukan terhadap 810 responden yang merupakan WNI di Jawa Barat. Survei dilakukan dengan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling). Responden yang dijadikan sampel adalah yang mempunyai hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Survei dengan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka ini memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kecil peluang Ridwan Kamil menang di Pilgub Jakarta. “Peluangnya lebih kecil dan bisa berlawanan dengan Anies Baswedan,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu, 12 Juni 2024 seperti dikutip Antara.
Menurut dia, hal yang paling rasional jika Ridwan maju di Pilgub Jabar karena dia sudah memiliki investasi politik sebagai mantan Gubernur Jabar. “Sudah banyak program yang dilaksanakan, apalagi masyarakat masih menginginkan (dia),” ujarnya.
Uajang tidak menafikan Ridwan juga berpeluang maju di Jakarta, tetapi dia harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa menang. Menjadi pilihan Ridwan dan Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya.
“Di Jabar bisa menang dengan mudah. Di Jakarta, bisa menang, tetapi bisa juga kalah,” ujarnya.
























