Depok-Fusilanews.– Pengurus DKM Al Ikhwan, jalan Nusantara Perumahan Bukit Cengkeh Satu Cimanggis Depok. yang dipimpin oleh Ustaz H Komarudin, pada pengumuman Sholat Teraweh, mengatakan untuk menghemat keterbatasan anggaran, para penceramah yang ditampilkan melalui konsep pemberdayaan sumber daya manusia internal, yaitu Penceramah-pernceramah yang ada diantara jamaah intern, sebagai metoda berbagi ilmu dari kita untuk kita.
Walau Pencramah disini, tentu saja sudah pasti tidak seperti Penceramah yang biasa kita lihat dari berbagai media sebagai profesi. Namun tetap, siapapun penceramahnya, tujuan sama dan sumber yang menjadi dasarnya adalah al-quran dan al-hadist.
Salah seorang penceramah, Ahmad Zakaria SH (Pengacara pengalaman 30 tahun), adalah satu diantara Penceramah yang merasa bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu, sebagai wujud dari kaderisasi internal. Ahmad Zakaria bisa berkontribusi menyampaikan khotbah selamat 15 menit ini berjudul Puasa ala Imam Ghozali. Zakaria juga dikenal sebagai jamaah solat subuh Al Ikhwan yang paling aktif bertanya.
Zakaria menguraikan, Romadhon saat yang kondusif untuk mendapatkan barkah dan sekaligus bertobat.
Dalam prakteknya sebagai pengacara, Ia mengibaratkan bagaimana memperhatikan apa yang menjadi potensi kekuatan lawan dan bagaimana serangannya, begitulah strategi bagaimana melawan hawa nafsu untuk melatih diri dan menyikapi ayat Romadhon.
Untuk dapat mencapai target derajat taqwa dalam bulan Romadhon, membutuhkan latihan pengendalian hawa nafsu, seperti yang terkandung pada surah Al Baqaroh; “bahwa Nafsu yang di ciptakan SWT sebagai ujian, yang mengaku independen ” Aku adalah aku, Engkau adalah engkau “, seperti pada kisah Khabil dan Kabil saudara sekandung yang konflik kuasai istri insan lain tanpa Syariah akan sesat. Tak seperti Aqal yang tunduk pada ketentuan SWT. Nafsu yang terkendali wafatnya masuk Sorga.
Masjid Al Ikhwan setiap buka puasa Romadhon mendapat dukungan Tajil dari tiap RT bergantian, dan diadakan Itikaf, Qiyamullail lail, Tahajud dan TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an), tentu saja masih membutuhkan uluran shodaqah dari masyarakat sekitar. * Mahdi





















