Banjir Besar yang melanda kawasan Jabodetabek pada pekan ini harus menjadi tantangan bagi Pemerrintah untuk menyelesaikan masalah banjir, ini tidak terbatas pada yang sifatnya komprehensif juga holistik.
Artinya proyek pengendali banjir tidak hanya terbatas pada perbaikan infrastruktur pengendali banjir mulai dari hulu yang terletak di kawasan hutan yang merupakan Daerah Aliran Sungai ( DAS) juga mental dan pola perilaku manusianya harus berorientasi pada pengendalian dan paenacegahan banjir.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menegaskan perlunya penyelesaian banjir secara sistematis dari hulu hingga hilir. Ara menyampaikan ini saat bertemu dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Ara juga mengusulkan perlunya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, maupun Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk ikut bersama membahas permasalahan ini.
“Jadi dari hulu ke hilir gitu (penyelesaian banjir). Jadi, kita jangan terus-terus ya hanya menyelesaikan di hilirnya. Kalau perlu di hulunya ini akan masalahnya selesaikan,” terang Ara saat mengunjungi lokasi pengungsian warga Perumahan Pondok Gede Permai di Gedung Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025).
Namun sejauh ini, Ara berpikir langkah taktis BNPB sudah bagus karena sangat cepat dalam menyelamatkan warga terdampak banjir di perumahan tersebut.
“Dia ini selalu paling cepat dan sudah pengalaman. Ya kami juga siap nanti kalau dibutuhkan. Untuk menyiapkan relokasi ya Pak ya. Kami punya standar kok untuk seperti itu,” tutupnya.


























