Tambahan batuan itu nantinya akan diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras per bulan kepada setiap keluarga miskin. Sehingga,setiap keluarga miskin mendapatkannya selama tiga bulan sebanyak 30 kilogram
Jakarta – Fusilatnews – Untuk memenuhi permintaan Presiden Jokowi menambah bantuan sosial tambahan untuk periode Oktober-Desember 2023. Dan Bansos tersebut akan dibagikan kepada 21,3 juta keluarga kelompok yang rentan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siapkan dana Rp 8 Triliun
“Jadi nanti pada bulan Oktober-Desember kita akan menambahkan Rp 8 triliun,” kata Sri Mulyani dalam tayangan akun YouTube Kemenkeu RI, Senin, (1/8)
Tambahan batuan itu nantinya akan diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras per bulan kepada setiap keluarga miskin. Sehingga,setiap keluarga miskin mendapatkannya selama tiga bulan sebanyak 30 kilogram
Tambahan bansos dirasa perlu diperkuat pada saat ada guncangan ekonomi. Pemerintah juga mengupayakan bahwa pemulihan ekonomi agar tidak sampai meninggalkan kelompok yang paling rentan.
“Sehingga kita melindungi dan memperkuat kelompok yang paling rentan yaitu kelompok paling miskin,” tutur Sri Mulyani.
Menkeu juga melaporkan hingga Juni 2023 atau semester satu 2023 pemerintah sudah membelanjakan senilai Rp 492 triliun. Nilai tersebut 55,2 persen belanja langsung yang manfaatnya diterima masyarakat.
Di antaranya perlindugan sosial seperti program keluarga harapan (PHK) senilai Rp 14,7 triliun. Dana tersebut untuk 9,8 juta kelompok keluarga yang betul-betul mengandalkan penerimaan APBN per bulannya.
Selain itu ada kartu sembako untuk 18,7 juta kelompok penerima atau keluarga ini nilai yang dibagikan Rp 3,7 triliun setiap dengan total belanja mencapai Rp 22,3 triliun. Lainnya, ada keluarga-keluarga miskin yang didaftarkan untuk mendapatkan akses kesehatan.
“Maka kami membayarkan tiap bulan Rp 3,9 triliun bagi 96,7 juta peserta yang dibayarkan akses BPJS kesehatannya oleh APBN, jumlah total dalam 6 bulan Rp 23,2 triliun. Ini adalah belanja negara yang langsung dirasakan dan diberikan untuk melindungi masyarakat miskin,” kata Sri Mulyani.
























