Dr. SusiLawati Saras.SE,.MM.,MA, M.han – Pemerhati lingkungan, politik & pertahanan negara
Manusia di dunia umumnya menginginkan kehidupan yang lebih tenang, damai, harmoni dan menyenangkan. Tidak ada siapapun yang ingin hidup dalam kesulitan, kerumitan dan penderitaan yang melelahkan. Hidup harus sangat berarti bagi setiap individu, bagaimana menjalani kehidupan dengan rasa hangat bersama orang-orang yang dicintai.
Setiap warga negara di seluruh dunia tentu tidak menginginkan pertikaian, konflik ataupun peperangan. Belajar dari perjalanan kehidupan bangsa-bangsa di dunia di masa peperangan dahulu yang telah dilalui sejatinya peradaban kehidupan manusia saat ini berfokus pada kebersamaan hidup sebagai entitas yang sama dengan mengedepankan rasa kemanusiaan yang berarti tidak ada lagi tragedi kemanusiaan yang terjadi atas dasar apapun. Jika terkait kemanusiaan sejatinya seluruh pemimpin di dunia berpegang teguh pada upaya menghindari terjadinya perang.
Jika setiap negara di dunia masih terus berlomba menciptakan senjata yang mematikan bagi manusia apapun model dan jenisnya, itu berarti kemungkinan besar masih akan terjadi peperangan antar negara di dunia. Keadaan seperti ini tentu sangat menakutkan dan mencekam karena terus hidup dalam bayangan ancaman yang membahayakan jiwa dan menjadikan kualitas hidup manusia jauh dari rasa aman dan damai.
Dilema antara pentingnya memiliki kekuatan militer demi menjaga harga diri suatu negara agar disegani negara lain untuk menumbuhkan rasa aman bagi negara tersebut namun di sisi lain dengan semakin canggihnya senjata perang yang diciptakan tentu lebih mudah memicu terjadinya peperangan. Seperti perang antara Rusia dan Ukraina, karena Rusia merasa memiliki kekuatan militer terbesar dan tangguh di dunia sehingga lebih mudah terpicu saat menghadapi persoalan yang dianggap menyinggung kebijakan nasional Rusia.
Pemimpin dunia harus bisa duduk bersama sejajar di era kehidupan yang semakin modern saat ini, mengedepankan hak azasi manusia dengan menyepakati penghentian produksi senjata pemusnah. Harus dimulai cara-cara dalam penyelesaian konflik yang terjadi dengan negosiasi maupun diplomasi dan menguntungkan semua pihak yang terkait. Dengan kesepakatan-kesepakatan tersebut maka keyakinan besar kehidupan manusia di dunia dapat terkendali dan terjamin kualitas keamanannya. Biaya besar yang dikeluarkan untuk memproduksi senjata-senjata super canggih dapat dialihkan untuk membantu setiap warga negara di dunia yang membutuhkan kehidupan yang lebih layak.
Itulah dunia hari ini, saling menjaga dan melindungi seluruh negara di dunia sebagai komitmen pemimpin dunia pada giat KTT G20 di Bali (15-16 November 2022), menjadi momentum bagi terwujudnya perdamaian dunia yang menjadi tanggung jawab pemimpin-pemimpin di dunia.
Jakarta, 13 November 2022.
























